Google+ Followers

Senin, 04 Mei 2015

SI PERAWAN NAN CANTIK PANTAI 3 WARNA-MALANG

indahnyaa Pic:Koleksi Maya Madu
Reporter : Maya Madu

Bukan hanya Bali dan Raja Ampat saja yang memiliki pantai dengan hamparan pasir putih yang alami. Dengan warna air laut yang berlapis-lapis. Di daerah Malang Selatan tepatnya di Desa Sitiarjo-Sumber Manjing terdapat tiga pantai sekaligus. Pantai Clungup, Pantai Gatra dan Pantai tiga warna.

Arah untuk sampai ke sana sejalan dengan arah ke Pantai Goa China, namun dari arah Malang kota, melewati Gadang hingga sampai ke daerah Sumber Manjing. Ada papan nama yang menjelaskan letak beberapa pantai. Tanda kiri TPI, tanda lurus Tamban dan tanda kanan Pantai Goa China. Setelah sampai tanda tersebut beloklah ke arah kiri--TPI. Masuk beberapa meter , pelan-pelan saja, selanjutnya ada petunjuk nama 'HUTAN MANGROVE' di sinilah tempatnya. Menjorok ke daerah perkampungan kecil, (akses mobil berhenti pada parkiran penginapan wisma), jika menggunakan sepeda motor dapat lanjut hingga sebuah tanjakan 80 derajat sampailah pada rumah penduduk yang menyediakan lahan parkir (dengan tarif Rp. 3000,-). Setelah sampai pada tempat parkir Anda akan melewati jalan bersemen lurus dengan pemandangan kayu mahoni yang menjulang tinggi, serta beberapa tumbuh-tumbuhan yang berjajar rapi di sekitar kanan-kiri Anda. Kurang lebih 2 km pada pos penjagaan.

YANG WAJIB DILAKUKAN.

Sebelum Anda terdampar di pantai ini alangkah baiknya google terlebih dahulu, apa saja yang perlu dilakukan. Karena saya dan rombongan touring sudah mempersiapkan semuanya maka kedudukan saya aman.

1. Reservasi masuk ke pantai 3 warna (jika melalui online pastikan nama yang menerima telepon siapa? Dan yakinkan Anda sampai di jam yang telah disepakati. Sebab kuota pantai 3 warna hanya 100 pengunjung di dalamnya. (BISA ANDA BAYANGKAN BERASA DI PULAU PRIBADI, PANTAI LUAS SEBEGITU LEBARNYA HANYA DIHUNI 100 PENGUNJUNG)

2. Ikuti tata tertib, apa sajakah tata tertibnya. Tanggung jawab terhadap sampah yang Anda bawa, sebab petugas akan mencatat sampah apa saja yang masuk dan dipastikan keluar juga, jika Anda melanggar denda untuk 1 jenis sampah senilai Rp. 50.000,- (ini tidak main2)

3. Membayar tiket masuk senilai 1 pohon bakau yaitu Rp. 10.000,- (Lumayan kan? Berarti kita ikut berpartisipasi menanam 1 pohon.)

4. Barang yang tidak dipakai sebaiknya tidak usah dibawa, cukup apa yang penting. Air mineral adalah barang wajib yang kudu kalian bawa, sebab tidak ada penjual di dalam pantai. (Bener-bener perawan deh)

5. Tidak ada tempat untuk bilas (kalaupun ada, menunggu kemarau yang sebelumnya hujan, sebab tandon selalu keruh jika timing tak tepat, jadi mandinya selepas keluar dari kawasan pantai)

6. Saya sarankan menggunakan sepatu sandal gunung atau sandal gunung, apalagi saat selesai hujan, jalan berliku dan licin.

7. Anda akan dipandu oleh tour gaet yang sudah dipesankan oleh petugas di pos penjagaan. (Masuk dan keluarnya di pandu) Waktu di dalam pantai hanya 2 jam/rombongan. Satu rombongan minimal 10 orang, dan maksimal 20 kurang lebihnya, (tapi rombongan saya 24 orangg hehehe curang yee)

ADA 3 PANTAI DI DALAMNYA.

Bahkan banyak warga yang tidak mengetahui keberadaan pantai tiga warna. Sebab tempatnya sangat amat jauh dari 2 pantai sebelumnya. Selepas dari pos penjagaan utama, kalian akan berjalan di tanah alami yang di kanan dan kiri kalian terdapat banyak tumbuhan. Melewati hutan-hutan kecil dan beberapa jurang yang tak seberapa curam, lantas di tengah perjalanan Anda akan disuguhi hutan bakau (Hutan Mangrove) yang masih jarang-jarang tumbuhnya. Viewnya bagus untuk pengambilan foto, jika masih pagi airnya masih banyak dan bisa dilewati namun saat siang airnya habis termakan sengat matahari. Ini menandakan Anda akan dekat dengan Pantai Clungup, dan bagi Anda yang ingin berkemah bisa di sini, ada camp area tersendiri, dan tanpa reservasi alias bebas kalau hendak ke Pantai Clungup.

Melanjutkan perjalanan yang tak kalah jauh dari Pantai Clungup, sama juga melewati bukit-bukit dan jalan yang meliuk-liuk serta hutan-hutan alami dengan berbagai suara-suara binatang hutan, beberapa jenis burung dan serangga hutan ramai jika sudah memasuki hutan kecil. Sampai pada Pantai Gatra, sebuah pantai yang tak kalah cantik dengan Pantai Clungup. Para rombongan bisa beristiraha sejenak di pantai ini sebelum melanjutkan perjalanan ke Pantai Tiga Warna.

Melanjutkan perjalanan yang dipandu oleh gaet penduduk setempat (jangan coba-coba berjalan sendiri dengan rombongan Anda, karena pasti Anda akan tersesat, sebab banyak jalan yang sama) sehingga untuk sampai ke Pantai tiga warna dibutuhkan tour gaet yang memandu. Perjalanan tak kalah panjang dari satu pantai ke pantai berikutnya. Hingga sampailah ke sebuah rumah bercat biru--tempat berganti baju (jika buka, biasanya tutup karena kehabisan tandon air). Dipastikan Anda akan segera sampai. Dan benar saja saya dibuat takjub dengan pemandangan Pantai Tiga Warna, biru tua, kehijauan dan hamparan kecokelatan pasir laut.

Benar-benar sujud syukur saat sampai di tempat itu, sebab kelelahan perjalanan panjang saya terobati dengan keexotikan pantai dan kecantikan yang masih perawan.

BISA SNOKLING DAN ADA LUMBA-LUMBA

Untuk kalian yang tidak bisa berenang tenang saja, saya juga tidak bisa berenang namun di sana disediakan penyewaan pelampung dan kacamata renang lengkap dengan selang pernapasan (lupa namanya, males googling). Anda hanya cukup membayar Rp. 15.000,- dengan kurang lebih 2 jam (sangat puas waktu segitu). Bisa berenang hingga ke tengah laut, sangat savety sekali sebab tamparan ombak hanya kisaran di pinggir laut.

Dan sayangnya saya tidak dapat sunset sebab waktu saya habis, kata warga daerah sana kisaran pukul 17:00 sore hari, jika ada sekelompok burung bangau yang terbang melintasi laut tandanya ada ikan lumba-lumba yang berenang di sekitar pantai. Biasanya konon katanya berasal dari Pulau Sempu. Sebab di sebelah kiri pantai jika ditelusuri menghubungkan Pantai Sedang Biru, dan sebelah kanan Pantai Goa China.

Saatnya pulang, dengan lega karena rasa penasaran terobati dengan mandi dan snokling di pantai, maka saat di pos penjagaan data sampah akan dipertanyakan. Karena saya dan rombongan telah sadar lingkungan sehingga sampah kita aman dan lolos hingga pulang.

Semoga informasi dari saya dapat menjadikan reverensi liburan keluarga.

Tambahan jangan takut kehilangan sinyal, sebab provider Xl dan Simpati masih berjaya di sana, masih bisa online tongue emoticon




Special Thanks to Maya Madu yang sudah mengizinkan dipublishnya tulisan ini di LovRinz.



Pic: Koleksi Maya Madu

Koleksi Maya Madu

Koleksi Maya Madu





2 komentar:

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI