Google+ Followers

Kamis, 07 Mei 2015

Penyebab Kebuntuan dalam Menulis.

Sejak menggeluti dunia penerbitan dan percetakan buku, saya jadi gagal fokus untuk urusan menulis cerita, puisi atau bahkan menulis apa saja, kecuali menulis keluhan dan curahan hati, itu rasanya kayak keran air yang dibuka otomatis. Hahaha.

Apakah saya mengalami yang namanya kebuntuan dalam menulis? Rasanya kok tidak, ya? Sebab ketika satu dua orang mengirim pesan dan meminta ide untuk tulisannya, ya keluar kayak air keran tadi. Lantas masalahnya apa dong ini?


Ha, setelah riset ke sana-kemari ketemulah penyebabnya.

1. Malas
    Nah, malas inilah alasan paling utama kenapa tulisan saya tidak pernah menemukan takdirnya jadi ending. HAHAHAH. Ini rajanya alasan. Padahal, malas itu bisa disiasati dengan nimbrung di kumpulan pecinta tulis menulis. Sebab gairahnya mereka sedikit banyak akan nular juga.

2. Malas
    Lah, bukannya tadi sudah. Kok, diulang lagi? .... Ya, yang ini bukan malas menulis, tapi malas membaca. Saya pernah ngintip quote sapa gitu di mana gitu, intinya, ide bisa muncul ketika satu dua lembar kau baca tulisan orang lain. Benar juga rupanya itu. Malas membaca akan membuatmu juga malas menulis. Bagaimana bisa punya wawasan luas, kosakata banyak, dan diksi serta metafora melimpah kalau kita malas baca. Menulis tanpa membaca sama aja boong. Hihihi

3. Malas
    Malas lagi??? Ya ... beginilah, kalau sudah malas, apa saja tidak akan pernah terwujud. Menulis dan membaca itu butuh hasrat yang besar. Bukan hanya kau bisa menulis maka kau akan jadi penulis hebat. Tak cukup, tak cukup, Kawan ... hehehhe Buanglah Malas, Malas dan Malas mulai detik ini.

4. ... Jangan lagi bilang Malas!!!

Ah sudahlah, saya sendiri harus mengalahkan kemalasan terbesar dalam pikiran saya.

Mari kita basmi kemalasan dalam menulis dan membaca. Semoga tulisan saya setelah ini bisa menemukan takdir bahagia. Paling tidak dilirik sapa gitu buat diterbitkan.

Hei, helllo, bukankah saya penerbit???
Ahahah sepertinya saya sudah mulai tidak waras.

3 komentar:

  1. Hahaha, malas emang penyakit paling kronis

    BalasHapus
  2. duuuhhh... iya tuh malas, selalu ngikutin trus :v

    BalasHapus

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI