Google+ Followers

Kamis, 07 Mei 2015

Pengalaman adalah Kotak Berisi Ide Paling Yahud untuk Menulis

Sahabat LovRinz yang berbahagia ... Sudah menulis apa hari ini?

Apakah sahabat semua kebanyakan bingung mau menulis tentang apa? Risau karena si edi eh ide tak kunjung datang padahal sudah mengambil waktu khusus sambil duduk di bawah pohon cabe dan memegang hape sambil pencet-pencet tombolnya? Ah, mengapa mesti galau, sodara-sodara ...

Kenapa tidak mencoba menuliskan pengalaman-pengalamanmu di masa lampau menjadi sebuah tulisan keren? Susah? Ah, excuse! Menulis pengalaman sendiri adalah hal paling mudah, loh. Ihhh, dibilangin malah geleng-geleng. 

Ingat saat kamu telat masuk sekolah karena semalaman suntuk ngobrol sama gebetan sampe lupa bobok? Atau, inget waktu disuruh papa beli bahan bakar kendaraan tapi kamu malah bablas maen ke rumah temen karena ada tetangga baru yang aduhai? Atau masih banyak pengalaman lain yang konyol dan memalukan atau menyedihkan atau ah apa sajalah yang pernah kau alami? Hei ... bila usiamu 20 tahun sekarang, berarti ada 365 hari kali dua puluh pengalamanmu yang bisa kau ceritakan pada dunia. 

Masih bingung soal ide? Ckckck. Takut idenya sama dengan pengalaman orang lain? Ah, kita masih hidup di satu bumi yang sama. Wajarlah kalau ide di kepala kita ini sama dengan yang lainnya. Tapi ... tentu ada pembedanya. Caramu menuliskannya, menyampaikannya dan usahamu agar apa yang tertulis menjadi ciri khasmu sendiri. Mungkin bagian ini yang bisa dibilang tak mudah. 

Untuk bagian yang tak mudah itu, tentu saja kau harus banyak berlatih. Tak ada penulis yang instan, my bro. :D Eh bisa jadi ada dink, kalau kau pakai jasa ghost writer mungkin saja heheh. 

Agar bisa menuliskan pengalamanmu dengan baik, jangan pernah berhenti belajar. Dalam menulis, sebenarnya tak ada istilah junior, senior. *eh siapa gue berani ngomong begini?!? Siap-siap dilempar bakiak sama yang katanya senior hahah. Bagi mereka yang sudah lebih dulu terjun ke dunia tulis menulis *ya kalau begini memang namanya senior sih* tetap saja mereka terus belajar, tak pernah berhenti untuk belajar menulis yang baik. Saat proses mereka belajar, tentu sama seperti yang baru belajar *ha, ini bolehlah disebut pemula*. Yang membedakan hanya, jam terbang mereka sudah panjang. Namun, kalau mereka berhenti belajar dan terus menggali potensi diri, ya bisa-bisa kebalap sama yang disebut pemula tadi. Maka jangan pernah berhenti belajar. 

Pengalaman adalah bahan latihan yang baik menurutku. Coba saja, minimal sehari menuliskan satu pengalamanmu menjadi sebuah karya yang ajib. Pengalaman patah hati, boleh ... cobalah bereksperimen menuliskan sedih hatimu karena putus cinta dengan bahasa yang nyastra hehehe. Namanya juga latihan, sah-sah saja kan bila coba menggunakan diksi dan metafora. Terus berlatih sampai lihai. 

Gimana, masih mau terus berlatih kan?

Aku? Tenang, aku bukan penulis kok, hanya orang yang suka menulis demi menyenangkan diri sendiri dan semoga saja orang lain juga ikutan senang. Dan ... jangan khawatir, tulisan ini masih jelek, tapi aku tetap berlatih. Namanya juga usaha. HEhehhe.

Selamat menulis!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI