Google+ Followers

Kamis, 21 Mei 2015

Jodohnya Penulis

Tulisan ini sengaja dibikin di siang hari yang panas dan segelas es kelapa muda belum cukup untuk menyegarkan dahaga. Hehhe.

Beberapa hari lalu ada sebuah pertanyaan dari seorang sahabat maya.

"Apakah penulis itu susah dapat jodoh?"

Aku bingung kudu jawab gimana. Agaknya dia salah orang buat bertanya.

"Maksud saya, apakah orang yang tidak suka menulis bisa nyambung dengan orang yang suka menulis?"

Aku tambah bingung menjawabnya. Bukankah sebuah komunikasi dapat berlangsung dua arah dan nyambung bila yang diobrolin juga enak tanpa memandang apakah si A suka nulis atau tidak seperti si B.

Rupa-rupanya si penanya itu sedang galau. Hobi menulisnya menjadi tersendat karena komunikasi dengan teman dekatnya jadi berantakan. Apalagi sejak ia menghabiskan lebih banyak waktu di kamar dengan layar monitor laptopnya atau hape untuk sekadar menuliskan beberapa kisah atau puisi. Sahabatnya marah. Karena merasa diabaikan. Sahabat sejak kecilnya itu cemburu, karena ia tak lagi diajak bermain, walau hanya sekadar jalan-jalan santai di mall, makan bakso di kantin sekolah, atau hal-hal kecil lainnya yang dulu sering mereka lakukan.

Wah-wah ... sepertinya ini bukan masalah hobi deh. Cuma bagaimana ia mengatur waktunya dengan hobi menulisnya.

"Saya harus berhenti menulis, sebelum sahabat saya meninggalkan saya begitu saja."

Akhirnya ia mengeluarkan kata-kata itu. Duh sedih banget deh. Kenapa tidak menulis sambil terus bersilaturahmi dengan sahabat yang sejak kecil tumbuh dan berkembang bersama itu.

Aku ingat beberapa tahun lalu. Saat asyik-asyiknya 'jatuh cinta' dengan menulis, bahkan kerjaan utama saja jadi terbengkalai karena terlalu mabuk kepayang dengan dunia menulis. *nyatanya sampe sekarang menulis cuma jadi hobby saja hahah*. Hubungan sosial dengan sekitar jadi berkurang. Duniaku hanya kamar, ruang kerja, layar komputer, layar hape. Waktu istirahat di kantor pun habisnya di ruang komunitas menulis dunia maya. Sempat dikira autis, dan sombong, karena tidak mau bersosialisasi dengan orang lain. Akhirnya lama-lama juga sadar sendiri. Menulis juga perlu interaksi dengan dunia nyata. Banyak hal yang bisa didapat dari hubungan sosial langsung. Dengan sahabar, orang tua, tetangga, rekan kerja, dan siapa pun yang bisa diajak interaksi dua arah tatap muka.

Sediakan waktu dari sekian jam milikmu di depan layar, untuk berhadapan langsung dengan teman-teman. Bukan berarti menghentikan kebiasaan menulis yang sudah jadi bagian hidup. Teruslah menulis selagi tetap berinteraksi dengan kehidupan yang sebenarnya.

Kita boleh menciptakan dunia kita sendiri dalam setiap tulisan kita. Tapi ingat, kita masih punya dunia yang sesungguhnya untuk dijalani.

Penulis susah dapat jodoh? Ah, siapa bilang? Coba keluar kamar, kali aja di tetangga sebelah ada yang sedang mengamatimu. Setelah itu, lanjutlah menulis lagi hehehe.
from pesantrenpenulisdotcom

1 komentar:

  1. Hawtorn serves to reduce sodium in the body. Due to the higher sodium, will be more fluid in the body to maintain the ratio of water with sodium. So if hawtorn reduce sodium, the kidneys will release more urine, which in turn emit a lot of water from your body to retain water ratio - sodium earlier. That way, your weight will drop quickly. http://agenresmigreenworld.web.id/slimming-capsule.html

    BalasHapus

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI