Google+ Followers

Minggu, 03 Mei 2015

Firasat oh Firasat

Beberapa waktu lalu, perasaan saya rasanya enggak banget. Mulai dari bangun tidur karena semalam bermimpi sangat tidak enak. Lalu ketika selesai berberes rumah, dan mulai bekerja di depan layar komputer, hati tak menentu. Tempo-tempo jantung rasanya berdetak lebih cepat. Bolak-balik saya bangun dari kursi dan masuk ke kamar tidur sambil bengong, lantas keluar lagi dan duduk kembali memulai pekerjaan.

Ketika siang menjelang, saya kepikiran dengan tumpukan paket yang belum diambil kurir. Tampaknya saya harus berangkat sendiri. Tapi lagi-lagi, kaki berat buat melangkah. Ketika pamit pada suami, kebetulan si kecil sedang tidur jadi bisa agak leluasa, rasanya kok maleees banget. Tadinya si Kahpi ingin diajak. Tapi entah kenapa tumben-tumbenan dia menolak. Ingin di rumah saja.

Meluncurlah saya dengan motor matic dan tumpukan paket di bawah kaki. Keluar dari kompleks, jalanan sepi banget. Dalam hati saya berpikir, ini orang-orang pada istirahat karena Cirebon panas banget. Motor laju perlahan. Tapi hati rasanya tertinggal di rumah. Ketika sampai di pertigaan, seharusnya saya langsung belok kanan, tapi entah kenapa saya kok ambil lurus lalu berbelok perlahan.

Tepat di depan kantor pos, tiba-tiba saja motor yang saya kendarai terpeleset, barangkali tanah berpasir yang menyebabkan bannya agak kaget dibawa belok. Tanpa bisa dicegah, saya bersama paketan segitu banyaknya jatuh, dan motor menindih tubuh saya terutama kaki bagian kiri yang cedera.

Ya, masih beruntung, sebab jatuhnya bukan di tengah jalan raya yang kebetulan di depan kantor pos itu lebih ramai ketimbang keluar kompleks perumahan. Dan dengan sangat merintih dalam hati, saya tinggalkan motor lalu pulang diantar ojeg. Sampai rumah, tentu saja, saya menangis sejadi-jadinya. *mumpung ada suami, kapan lagi bermanja. Dan emang kebetulan sakitnya bukan main.

Bicara soal firasat, tentu bukan hanya kali ini saja saya berfirasat aneh kemudian beberapa waktu ke depan terjadi hal yang tidak diinginkan. Dan tentu juga, banyak di antara kita yang pernah mengalami hal yang sama. Banyak peristiwa terjadi dalam kehidupan saya dan sering diawali dengan firasat-firasat.

Kadangkala saya menganggap itu sebagai sebuah kebetulan belaka. Namun tak memungkiri juga, kadang firasat datang sebagai pertanda. Seperti firasat yang saya rasakan beberapa hari lalu, seandainya saya lebih berhati-hati tentu tidak terjadi hal yang tidak saya inginkan. Tapi kembali lagi, saya menganggap firasat itu sebagai petunjuk Allah atas cobaan atau ujian yang harus saya lewati. Sebab segala sesuatu sudah ada ketetapannya, bukan.

Hanya saja, bila kita berfirasat tidak baik janganlah firasat itu lantas membelenggu kita dan membuat diri menjadi terlampau khawatir karena terlalu memikirkannya. Ya bisa jadi kejadian beberapa hari lalu karena saya terlalu lebai atas firasat yang saya alami sendiri. Hehehe
from pengusahamuslimdotcom



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI