Google+ Followers

Jumat, 08 Mei 2015

Dilema Emak-emak Zaman Sekarang

Bukan rahasia lagi, wanita-wanita moderen zaman sekarang kebanyakan aktif di luar rumah.

Tadi pagi, seorang tetangga sedang kebingungan. Asisten yang biasa merawat balitanya sedang sakit dan pulang kampung. Sambil menggendong anaknya yang rewel, ia curhat. Betapa lelahnya semalaman menggendong si kecil yang tak mau berhenti menangis.

Aku tersenyum mendengar curhatannya. Ya bagaimana bisa tenang, si anak memang lebih dekat dengan pengasuhnya. Wajar bila ia merasa kehilangan.

Si ibu makin galau ketika ia bilang sudah 3 hari cuti kerja. Wah, beban sekali ia memikirkan pekerjaan di kantor. Dengan malu-malu ia bertanya, apa bisa aku mencarikan seorang pengasuh untuk anaknya? Kalau kalau si pengasuh tak juga kembali. Waduuuw, ini yang susah. Mau mencari ke mana aku? Hehehhe

Teringat beberapa tahun lalu, saat tiba-tiba seorang ibu menyerahkan kedua anaknya yang masih kecil-kecil untuk kuasuh. Alih-alih merawat, si ibu lebih memilih mengisi pundi-pundi uangnya. Huff. Saat itu aku juga lagi mencari pekerjaan baru. Tapi ternyata mendapat pekerjaan luar biasa. Mengasuh dan merawat anak. Akhirnya sejak itu hingga sekarang, aku diam di rumah.

Nah, ajaibnya, selama diam di rumah, ada saja rezeki yang masuk. Sebab aku tidak betah hanya duduk, berdiri, sambil gendong anak heheh. Apalagi saat anak-anak tidur, pasti deh nganggur kalau tidak punya kesibukan lain.

Bekerja di rumah tak melulu kecil pendapatan dibanding kerja kantoran. Berani berkreatif dan mencoba hal-hal baru, tentu menjadi salah satu kunci sukses bekerja di rumah. Waktu yang fleksibel juga sangat menguntungkan kita. Mengatur waktu sendiri, mau bekerja sambil bermain atau bermain sambil bekerja, suka-suka kita kan ... hehhe.

Kembali ke dilemanya emak-emak ... kebanyakan masih berpikiran seragam. Kalau mau punya uang jajan lebih, bekerjalah. Dan kebanyakan pula memilih kerja di kantoran. Padahal, pilihan bukan hanya itu. Kenapa gak mencoba bikin kantor sendiri? 3x3 meter alias sekamar saja cukup kok. Mulailah dari kamar sendiri hahaha.

Zaman sekarang, manfaatkan internet semaksimal mungkin. Berdayakan akun media sosial kita ... insyaAllah bila digunakan lebih dari sekadar hahahihi, rezeki bakal mengalir dari jejaring sosial.

Kemarin aku baru mendengar berita seorang sahabat yang akan resign dari kantornya. Usaha di rumah tentu saja menjadi pilihannya. Semoga impiannya tercapai. Dekat dengan keluarga adalah alasan utama, dan berkarya di rumah adalah alasan utama lainnya untuk membahagiakan keluarga.

Aku? Ini tahun kelima kutanggalkan predikat karyawan kantor. Sekarang? Ya, inilah aku ... tak dilema lagi. Hehhehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI