Google+ Followers

Kamis, 02 April 2015

Tersenyumlah

Tertawa yang wajar itu laksana 'balsem' bagi kegalauan dan 'salep' bagi kesedihan. Pengaruhnya sangat kuat sekali untuk membuat jiwa bergembira dan hati berbahagia. Bahkan, karena itu Abu Darda' sempat berkata,
"Sesungguhnya aku akan tertawa untuk membahagiakan hatiku. Dan Rasulullah S.A.W sendiri sesekali tertawa hingga tampak gerahamnya.
Jangan tertawa berlebihan, seperti kata pepatah, "Janganlah engkau banyak tertawa, karena banyak tertawa itu mematikan hati."
Bahkan nabi Sulaiman pun tertawa saat mendengar perkataan semut (lihat QS. An-Naml: 19)
tapi janganlah tertawa sinis dan sombong sebagaimana dilakukan orang-orang kafir.
Pada dasarnya, Islam sendiri dibangum atas dasar prinsip-prinsip keseimbangan dan kemoderatan, baik dalam hal akidah, ibadah, akhlak maupun tingkah laku. Maka dari itu, Islam tak mengenal kemuraman yang menakutkan, dan tertawa yang lepas yang tak beraturan. Akan tetapi sebaliknya, Islam senantiasa mengajarkan kesungguhan yang penuh wibawa dan ringan langkah yang terarah.
Tersenyumlah, karena senyuman sangat baik bagi kita, untuk persahabatan, untuk masa depan.
Lihatlah, ada berapa banyak teman yang kita dapatkan dari senyuman.
Seri La Tahzan
Lainnya bisa di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI