Google+ Followers

Sabtu, 25 April 2015

Tentang Aku dalam Pedih Ibu


"Jadi, Nak ..., apa yang sudah kaubagi hari ini pada dunia?"

"Tak jauh berbeda darimu, Ibu. Aku punya gelak tawa yang tak habis kuberi untuk mereka. Sementara isak hanya milikku seorang."

"Kau salah, Nak. Isakmu adalah milikku juga. Pedihmu, pedihku."

"Mengapa begitu, Ibu? Tahu apa Ibu tentang hari yang tak pernah genap di langkah kakiku?"

"Sebab aku ibumu. Roda waktu akan mengantarmu pada tempat kuberdiri sekarang. Nanti, saat kau disebut 'Ibu'."

" ... "

"Jangan menatap Ibu terlalu lama. Bila tidak semua pedihmu akan berpindah, menghunjam jantungku, Nak."

"Tapi, Bu ... Bagaimana bisa aku disebut 'ibu' kelak, sementara aku tak pernah kaulahirkan?"


#igauan dalam kepala Rin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI