Google+ Followers

Sabtu, 25 April 2015

Sesuatu


Kau tahu, apa yang tak pernah habis dibicarakan manusia-manusia? Kuberi jeda untukmu memikirkannya. ... Sudah? Salah bila kaujawab itu cinta.

Jangan heran. Bumi sudah terlalu lama berputar. Cinta makin tergerus. Waktu. Ya, waktulah yang kini ramai diperbincangkan.

Ibu-ibu mengeluh, waktu lari dari kamar tidur saat mereka baru saja mencuci kaki dan membasuh muka hendak berbaring di ranjang.

Bapak-bapak gundah saat waktu mengantar tagihan utang yang katanya baru dilunasi kemarin. Waktu seolah tergesa-gesa membuat mereka menyimpan penat di balik punggung.

Anak-anak harus terbiasa ketika dipanggang bara waktu. Menjadikan mereka matang seperti dikarbit. Tak ada saat untuk bermain gundu atau boneka-bonekaan.

Dan waktu-waktu saling menyalahkan diri sendiri. Meminta haknya kembali untuk bisa diam sejenak. Waktu telah payah dan habis daya. Waktu-waktu duduk bersama, berunding untuk berbagi tugas. Tak ada kata sepakat. Tak ada yang boleh rehat.

Dan kini makin banyak manusia-manusia memperbincangkan waktu. Waktu yang diam-diam berusaha mencuri jiwa manusia. Waktu yang ingin menjadi manusia. Manusia yang lain. Yang tak pernah berhasil mereka tunggangi. Macam manusia yang menulis tentang ini. Waktu ingin menjadi aku.

from personalitydinnyria.wordpress.com
#igauan dalam kepala Rin 19042015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI