Google+ Followers

Jumat, 03 April 2015

Pelan-Pelan yang Penting Belajar Ikhlas

Biarkanlah kedewasaan tulisan itu berkembang sesuai pengalaman dan ilmunya. Tak perlu memaksa agar terlihat dewasa, tak perlu juga mengharap untuk dipuji sebagai tulisan dewasa. Menulis dengan jujur. Karena masa muda adalah masa pembelajaran. Membuka semua pintu ilmu baik untuk dipelajari. Tak perlu takut salah, karena dari kesalahan itu kedewasaan tumbuh.

Asalkan sebuah tulisan itu tak berpotensi menyakiti orang lain, cukuplah. Biarkan mengalir apa adanya. Jika ada yang nyinyir dan menganggap tulisan terlalu kosong. Suruh saja si nyinyir menunjukkan letak kekosongan dengan senyum santun. Ambil napas keikhlasan, lalu mulai isi kekosongan itu dengan membaca lebih banyak. Tak hanya buku, tapi juga lingkungan. Dari membaca pula, hati bisa mengambil pelajaran dari kesalahan orang lain, sehingga meminimalisir kemungkinan untuk melakukan kesalahan yang sama.

Menulislah sesuai pengetahuan dan pengalaman. Buatlah hal sederhana yang pernah teralami menjadi sebuah hal yang menggugah. Seperti yang pernah kubaca di statusnya Bang Wenda Koiman, (Penulis Novel Pre-wedding Test) "Tantangannya masih sama, mengubah hal yang biasa menjadi tidak biasa."

AM. Hafs
Singosari, 03/04/2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI