Google+ Followers

Kamis, 02 April 2015

Menggurat Rindu

Judul ini lahir dari kebuntuan. Mulai kemarin, 1 April 2015, aku mewajibkan diri untuk latihan menulis. Waktu yang kualokasikan hanya sejam, dari 05.30 sampai dengan 06.30. Namun hari ini, hingga pukul 06.00 tadi aku belum juga menemukan bahan yang bisa dikembangkan dengan bebas. Kebuntuan pun menjalar.

Ah, kebuntuan ini tak bisa disepelekan, batinku. Lantas, jemari ini pun mulai bergerilya. Membuka obrolan di grup BBM hingga ber-chit-chat dengan kawan-kawan. Dari sana, akhirnya lahir sebuah judul di atas setelah sebelumnya aku melempar tema televisi di grup.

06.10. Waktu untuk merangkai kataku tinggal 20 Menit. Sembari menulis, otakku berlarian menggeledah arsip ingatan. Demi memadukan rindu dan televisi. Apakah akan berupa fiksi, artikel, celoteh atau puisi? Baiknya, kupejamkan saja, agar mata hati berkesempatan untuk melihat lebih dalam.

Setelah mengambil napas panjang, mulailah jariku menggurat rindu.

Rindu ...

Rinduku tak seperti menghidupkan televisi
Yang cukup sekali pencet lalu bisa menyala dan berceloteh ria

Rinduku tak seperti tayangan televisi
Yang apabila bosan, bisa dengan mudah berganti channel hati

Rinduku tak seperti berita pagi
Yang bisa dikabarkan dengan gamblang tanpa perih

Rinduku tak seperti program televisi
Yang dijeda ribuan iklan penarik hati
Ah, Rindu ...
Aku hanya mengguratmu sekehendak hati
Janganlah dimarahi atau dimaki
Karena aku khawatir, rinduku kian merintih.

06.24, tanpa kata penutup, tulisan ini kuakhiri. Semoga rindumu kian menjadi. Hingga terbawa mimpi. Hei, Kawan! Ini sudah pagi. Mari berlari  untuk kehidupan, yang lebih baik lagi.

AM. Hafs
Singosari, 02/04/2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI