Google+ Followers

Senin, 27 April 2015

GERHANA CINTA

Oleh : Asih Tri Setianingrum

Rona wajah yang dulu ranum itu, kini menghilang entah ke mana. Lebur di antara ilalang-ilalang yang berdendang. Harus ke mana kucari asa cinta yang pernah menempati relung hatiku, harus ke mana lagi kucari sisa cinta yang dulu sempat bersemi di hatiku.
Aku mengerti. Aku paham. Aku sadar. Aku hanya wanita sederhana, bahkan aku tak memiliki apa-apa seperti mereka. Namun, aku punya cinta yang mampu membuatmu hidup. Tapi mengapa kau seakan diam membisu seperti itu, ku tak tahu apa yang ada di dalam hatimu. Yang pasti aku sangat merindukanmu saat ini.
"Ve, andaikan kau tahu, aku begitu menyayangi dirimu. Entah sudah berapa kali kuucapkan itu padamu. Tapi tak juga mampu membuka sudut hatimu. Aku tahu aku tak bisa selalu menjagamu. Tapi kumohon mengertilah Ve, aku sangat menyayangi dan merindukanmu".
Air mataku tak kuasa lagi tuk menahan buliran air mata, tetes demi tetes membanjiri pipi tirusku. Perih dan sakit jika teringat masa itu. Masa yang dulu pernah buatku tersenyum. Bukan masa yang seperti ini, yang selalu buatku menangis dan merindu.
Embusan angin senja ini, tak mau lagi bersahabat denganku, berulang kali kutepis dingin hati ini, tapi masih saja menggerogotiku. Nyeri sekali rasanya. Menghadapi dunia tanpa hadirmu, Ve.
Bayu, ke mana pun kau pergi tolong sampaikan rasa ini pada purnamaku yang hilang. Aku tertahan gelap dalam ruang yang pengap. Aku mati dalam ragaku. Nirwana, rengkuhlah jemari lentiknya itu. Biarlah aku yang harus di sini, menanti dirinya hingga malaikat Jibril mengajakku pulang.
Ve kini bayang-bayangmu itu tersimpan rapi dalam rindu yang membara. Gerhana itu tak kunjung hilang. Masih bertahan tutupi purnama cintaku yang semu. Kujelaskan lagi, aku selalu menunggu kehadiranmu dalam mimpiku. Entah berapa banyak aku berharap untuk memimpikan dirimu. Yang jelas aku tak lelah untuk menantimu kembali.

from drjuanda.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI