Google+ Followers

Kamis, 02 April 2015

Dua Jam Bersama Kukila

Senin kemarin saat aku sedang ngotot-ngototnya ke Gramedia dan sungguh kecewa karena ternyata buku yang kucari sedang tidak ada, ditambah pula Gramedia Cirebon sedang ada perbaikan. Suasana yang agak penuh dengan remaja berseragam abu-abu, dengan aroma keringat yang aduhai, membuatku dan Bianca agak sedikit tersiksa hidung hehehe.

Namun di sela-sela kekecewaanku, si kecil Bianca menarik sebuah buku dari rak dan menyodorkannya padaku. Sebelumnya ia bolak-balik mengambil buku yang ia anggap oke dan berharap bundanya ini segera mengangguk dan menuju kasir.

"Bunda, ini bukunya bagus banget. Warnanya hijau."

Aku tersenyum. Rupanya Bianca memang suka warna hijau--beberapa yang tadi ia tunjukkan dominan hijau. Kupegang buku yang ia pilihkan. Kukila. Sepertinya oke.

Nak, dua hal aku bendi dalam hidup: September dan pohon mangga. 
Baris pertama di cover belakang menjadi magnet buatku. Kebetulan aku juga kurang menyukai--tapi tak sampai membenci-- bulan September. Tapi untuk mangga, aku sangat mencintainya. heheh

Akhirnya, kuputuskan untuk membawanya pulang. Dan Bianca tersenyum lebar sekali. Itu berarti gilirannya beraksi--menuju gerai es krim, seperti janjiku sebelum berangkat.

Nah, Kukila baru kubaca sore tadi. Aku hanyut di dalam rangkaian misteri kata-katanya. Menarik. Di tiap ending membuatku berdecak. Bisaan deh ...

Mungkin aku termasuk orang yang telat baca buku ini. Tapi tak menyesal deh walau baru bisa baca sekarang dan dua jam saja kunikmati sambil menunggu senja.

Kukila kurasa adalah kisah kenangan yang dialami penulisnya. Entah itu menyenangkan atau menyedihkan. Dan mas Aan Masyur cukup lihai menuangkan kenangannya dalam kisah-kisah yang cukup menyimpan misteri. Membuat pembaca sepertiku ingin terus membacanya sampai habis.

Sudah baca bukunya?

hijaunya menyenangkan :D



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI