Google+ Followers

Minggu, 12 April 2015

Aku dan Waktu di Suatu Masa

By Rina Rinz
(11-12 April 2015)

Aku punya satu kisah. Stop. Jangan beranjak dulu. Dengarlah sebentar. Kau tidak akan ketinggalan kereta. 


Kemarin aku kedatangan tamu. Ia mengetuk perlahan. Kubuka. Begitu pintu tertutup, roda waktu menggilasku begitu hebat. Tapi, kau pasti geleng-geleng bila kukatakan, aku mampu mengangkangi detik yang dulu pernah mengikatku.

Detik yang kini merengek agar aku bisa menghentikan sedikit saja langkahku. Ia memintaku minum segelas teh hangat dan sepiring camilan di ruang tamu. Tak, aku takkan lengah kali ini. Sebab kau tahu, ia bisa saja menginjakku kembali.

-------

Luar biasa ia bilang. Belum ada wanita yang berani memerawani waktu. Aku hanya tertawa. Ia mengejek rupanya. Tapi aku puas. Sebab waktu kini lebih banyak bimbang. Kadang ia kembali membawa semangkuk luka masa lalu. Ia tahu aku seorang pecandu luka. Namun, kenang luka yang ia bawa hanya bisa cemberut melihat senyumku.

"Tak mungkin wanita bisa hidup tanpa kenangan!" Ia mencibir sambil mengunyah pisang goreng yang tadi ditawarkannya padaku.

"Aku bisa!"


Ia melotot. Waktu mencari-cari celah membuatku bertekuk lutut.

"Kau pasti ingat bagaimana terlahir, kan?"


"Aku bahkan tak ingat pernah menangis saat pertama kali melihat dunia." 

Tanpa pikir panjang kubuat waktu bergidik. Tapi ia tak mau kalah. Diamatinya aku dari ujung kepala hingga ujung kaki.

"Tapi tentu kau ingat saat lelaki itu menyentuhmu ..." Ia tersenyum puas. Seakan telah mampu menelanjangiku.

"Apa yang ia sentuh, tak lagi menjadi bagianku." Aku tersenyum lebih buas darinya.

"Kau memang wanita aneh." Waktu memunggungiku. Meminum segelas teh yang sudah tak hangat, untuk melegakan tenggorokannya yang tercekat kata-kataku.

"Kau yang aneh masih menganggapku wanita."


Waktu perlahan berpaling. Tangannya menggenggam sisa camilan dan sebelahnya lagi membawa pulang cangkir yang sudah kosong. 

Dan dari kejauhan kupandangi, waktu semakin bimbang. Tampaknya ia resah mengira telah mengubahku menjadi gila.
surealis
Waktu akan terus berputar, memaksakan kenangan dalam setiap langkahmu

1 komentar:

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI