Google+ Followers

Selasa, 31 Maret 2015

The Secret of Happy Children #2 Yang Sesungguhnya didambakan Anak

Bahasan sebelumnya ada di sini

-Lebih murah daripada video games, lebih sehat daripada eskrim-

Pertanyaan yang paling sering muncul dalam benak jutaan orangtua  setiap hari dapat diajukan dengan satu kata saja

MENGAPA

Mengapa anak-anak selalu bermain dengan sangat aktif dan berlebihan? Mengapa mereka selalu menjelajahi tempat-tempat yang justru dilarang untuk dijelajahi? Mengapa mereka melakukan hal-hal yang seharusnya tidak boleh mereka lakukan--berkelahi, usil, membangkang, bikin gara-gara, mendebar, mengacak-acak barang, dan sepertinya selalu ingin bikin repot ibu dan ayahnya? Mengapa ada anak-anak yang kelihatan jelas senang melibatkan diri dalam masalah?

Di buku The Secret of Happy Children bagian kedua ini, Steve Biddulph memaparkan apa yang terjadi dalam diri anak-anak "yang nakal", dan menjelaskan bagaimana perilaku "yang buruk" sebetulnya merupakan akibat dari dorongan yang baik (dan sehat) yang salah alamat.

Hanya ada satu alasan mengapa anak-anak selalu ingin bermain dengan sedemikian aktif: mereka punya kebutuhan yang belum terpenuhi. "Kebutuhan yang mana?", "Apa yang belum saya penuhi bagi anak-anak saya?", "Saya memberi mereka makan, mengenakan pakaian yang layak, membelikan mereka mainan, membuat mereka tetap hangat dan bersih ... Apa lagi??"

Tahukah bahwa ada kebutuhan ekstra (yang ternyata tidak mahal untuk mendapat semua kebutuhan ekstra itu) yang jauh melebihi kebutuhan-kebutuhan dasar yang disebutkan tadi. Kebutuhan ekstra yang "misterius" ini bersifat sangat menentukan bukan hanya dalam membentuk kepribadian anak-anak yang bahagia, tapi juga memelihara hidup itu sendiri. 

Hidup anak-anak dimulai dari bayi. Bayi membutuhkan cinta untuk hidup dan berkembang.  Cinta yang bagaimana?
- Semakin sering bayi bersentuhan fisik, paling sedikit oleh dua atau tiga orang yang paling istimewa baginya
- Timangan yang hati-hati tapi mantap dan hangat. Menggendong sambil mengayun-ayun, mendudukkan di lutut sambil menggoyang-goyangkan, dan sebagainya.
- Saling menatap mata, mengajak tersenyum, dan menciptakan suasana yang cerah serta riang.
- Bunyi atau suara seperti nyanyian, obrolan, dan bisikan sayang
- dan masih banyak lagi tindakan "cinta" untuk sang buah hati.

Bayi membutuhkan kasih sayang (afeksi) dari manusia lainnya. Tak cukup hanya diberi makan, diberi tempat nyaman dan dijaga kebersihannya. Bila tidak memperoleh kebutuhan dasar manusiawi itu, bayi takkan berumur panjang.

itu bagi bayi, bagaimana dengan anak-anak?
Biasanya, sentuhan fisik yang diterima anak berkurang saat:
- pemberian susu (ASI maupun botol) berhenti.
- hadirnya bayi baru dalam keluarga.
- menginjak usia remaja
- naik lagi saat menerima perhatian/kasih sayang dari teman dekat/teman spesial
- naik dan turun  sesuai pasang surut kebahagiaan hidup perkawinan.

Semua bayi senang disentuh, begitu pula anak-anak yang lebih besar. Ketika beranjak remaja, agak segan untuk diperlakukan begitu, namun mereka juga senang bila disayang dan diperhatikan (memperoleh sikap afektif). Dan ketika anak-anak berada di akhir usia remaja, akan mencari dan membutuhkan bentuk-bentuk perhatian dan kasih sayang (afeksi) secara istimewa dengan energinya yang meluap-luap.

Selain sentuhan fisik, Steve juga mengungkapkan ada beberapa cara lain untuk mendapatkan perhatian dari orang lain. Di antara cara-cara itu, yang paling mencolok adalah penggunaan kata-kata.
Mendapat pujian yang tulus. Dilibatkan dalam percakapan.

Bila kita memenuhi semua kebutuhan fisik anak-anak kita, tentu masihlah kurang. Sebab anak-anak juga punya kebutuhan psikologis. Anak-anak butuh rangsangan manusiawi dari manusia lainnya.

Tapi anak-anakku sudah remaja, sangat terlambat untuk itu ...
Tidak ada kata terlambat. Karena masih ada kesempatan untuk menjadikannya lebih baik.

Mau tahu lebih lanjut tentang apa yang sesungguhnya didambakan anak-anak kita?

Baca bukunya sekarang juga ... :)

bersambung ke bab 3 ... :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI