Google+ Followers

Sabtu, 28 Maret 2015

Selamat pagi, Negeri

Selamat pagi, Negeri. Sungguh rahmat Allah masih melingkupimu. Kalau tidak, pasti setiap orang akan berlomba memakai parfum.  Berharap bau dosanya tertutupi.

Selamat pagi, Negeri. Sungguh rugi yang masih mendewakan keluh dan enggan bersyukur. Sebab dosa tidak berbau dan masih bisa ditebus dengan istighfar.

Astaghfirullaahal 'adhiim.

Selamat pagi, Negeri. Kondisimu saat ini adalah ujian bagi kami. Apakah ini karena kesalahan mereka, dia, kita dan kalian? Atau ... malah ini kesalahan diriku sendiri, yang belum mampu berbuat banyak untuk menghapus tangismu, Ibu Pertiwi.

Aku tengah berpikir, apakah akan terus menyalahkan orang lain dan merasa menjadi korban kebiadaban penguasa, atau mulai memperbaiki diri dari hal kecil? Bukankah perubahan itu dimulai dari yang kecil? Ya, seperti menulis status dengan lebih bijak lagi. Menulis hal-hal kecil yang bermanfaat. Jangan tanya kenapa. Sebab kudengar, tiap hurufnya kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Sedang ... aku tak tahu sampai dimana umurku akan diberikan.

Selamat pagi, Negeri. Di pelukmu jasad para pahlawan dan ulama mungkin tengah merintih. Melihat anak cucunya saling memusuhi.

Selamat pagi, Negeri. Lantunan, "Assalamu'alaikum," untuk seluruh muslim yang menginjak tubuhmu. Semoga sebutan buih yang pernah disabdakan oleh Rasulullah beribu tahun silam, bukanlah untuk zaman ini.

Selamat pagi, Negeri.

AM. Hafs
28-Mar-2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI