Google+ Followers

Sabtu, 21 Maret 2015

Muhasabah Kehidupan

Baru saja, ujian menghadapi rasa takut usai. Perlahan tapi pasti, kuanggap semua adalah bagian dari pelajaran. Dari sana aku memelajari posisi. Kapan waktu menyerang dan kapan waktu bertahan. Karena hidup tak ubahnya sebagai perjuangan. Di samping untuk memelajari tabiat manusia.
Di usia muda, takut gagal adalah kebodohan. Karena itu, aku mulai mengesplorasi hal-hal yang selama ini kuhindari karena rasa takut.

Syahdan, dari percobaan itu, kesalahan-kesalahan yang kuanggap kecil menjadi terlihat lebih jelas. Dari situ pula keinginan untuk lebih baik kian menggebu. Tentunya, semoga saja tak berakhir hanya dalam keinginan. Karena bergulat dengan rasa malas adalah hal yang lain lagi.

Aku tak pernah ingin menjadi tua dan keras kepala. Maka jalan satu-satunya ya terus belajar melunakkan hati. Memperbesar penerimaan terhadap kekurangan dan kesalahan diri. Agar ketika tua, aku bisa membimbing dengan bijak. Memberi pandangan yang luas pada yang bertanya. Bukan seperti pahlawan kesiangan, yang seringkali berandai.

Lalu satu hal yang patut kusyukuri. Semakin aku menantang dunia, penaku menjadi kian tajam. Dengan senyum, sekali lagi kukatakan, "Masalah adalah ladang emas bagi penulis." Buktinya, tiap hari wartawan berkeliling untuk mencari "masalah." Sedang kenikmatan menjadi penulis, di kala masalah itu gagal kuhadapi, maka pada karya cerpen atau puisi, aku bisa membuat tokoh yang akhirnya mampu mengatasi masalah tersebut dengan menjauhkan keidentikan tokoh 'aku' dari 'aku' si penulis.

Kesalahan terbesar penulis adalah ketika kemampuannya dipakai untuk memutar balikkan fakta dalam bentuk pembelaan diri, sungguh itu tindakan pengecut. Tengok saja berapa banyak penulis yang hari-hari ini gencar menulis berita yang ke'valid'annya diragukan. Lucunya, ketika pada akhirnya berita yang ditulis terbukti tak sesuai, tak ada satu pun kata maaf yang keluar. Miris. Semoga jika memang sebagian dari kita jalannya menjadi penulis, semoga mampu menulis dengan jujur. Menambah wawasan pembaca, bukan sebaliknya. Aamiin.

AM. Hafs
210515, Singosari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI