Google+ Followers

Rabu, 18 Maret 2015

Ketika Aku di Sini

Setelah sekian lama berkutat dengan tumpukan naskah, akhirnya malam ini kupaksakan diri untuk menuliskan sesuatu di rumah aksara tercinta.

Beberapa waktu, aku bertanya-tanya ... Apa yang kurasakan saat satu per satu buku terlahir dari LovRinz Publishing? Sebagai reminder sejak LovRinz Publishing berdiri (19 September 2014) hingga detik ini, sudah 23 (what, dua puluh tiga?) yang diterbitkan. Tentulah senang. Tapi ada perasaan sedih menyelusup. Bagaimana tidak, seharusnya sibuk membantu teman-teman lahiran, tidak menjadi alasan untuk 'cuti' menulis.
*oh maafkan aku, Nak ...*ngelirik tulisan sendiri yang sedang menanti untuk dibelai.

Membaca naskah yang masuk, sungguh mengobati rasa galau bertahun-tahun lalu. Saat hati memendam impian satu hari nanti, akan punya buku bertuliskan nama sendiri di halaman cover depannya. Dulu, begitu susah--baca malas, red-- untuk mewujudkannya. Bahkan ketika berhasil memiliki kesempatan untuk melahirkan sebuah novel (Keping Hati) pun ada kendalanya. Selain biaya yang membengkak dan agak sedikit riweh juga mesti sibuk membenahi naskah, walau saat itu sudah bayar jasa editing.

Kini, aku bisa tersenyum puas. Ketika berjuta senyum balik hadir di pelataranku. Betapa tidak aku bersyukur, Allah memberiku sebuah jalan agar bisa kulewati dengan segala suka duka. Di mana jalan yang kulewati, tak hanya dilalui seorang diri. Aku punya sahabat-sahabat yang senantiasa mendukung, memegang, menarik dan mengangkat bila kujatuh. Saat satu satu tulisan menemukan takdirnya melalui LovRinz, saat itulah aku yakin, bahwa seorang Rina tercipta untuk berbagi kebahagiaan. Dengan segala kelemahan dan sedikit kekuatan, aku mampu sampai di titik ini, bahkan akan tiba di titik sana, di sana, dan di sana lagi. Aku tak membawa diri sendiri. Sebab untuk apalah diri ini, bila tak bisa menciptakan tawa di hati orang lain.

Sungguhlah, memiliki LovRinz adalah satu dari ribuan impian yang telah, dan akan terus kubangun.Semoga pintu-pintu ke impian yang lainnya akan segera mewujud nyata.

Satu hal yang kusadari. Aku bukanlah siapa-siapa. Bila kau bertanya pada dunia, siapa aku ini, takkan kau temui jawabannya. Tak seperti mereka-mereka yang memang pantas untuk dipuja-puja. Hanya saja, aku ingin kau tahu. Ketika aku di sini, maka inilah aku ...

*Ini hanya catatan kecil untukmu. Yang merasa terabaikan oleh sekeliling. Bila kau tak bisa masuk ke sana, buatlah mereka datang melihatmu. Biarkan sinar di hatimu menarik mereka untuk mengenal siapa kamu yang sebenarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI