Google+ Followers

Kamis, 05 Februari 2015

Sebuah Nama

Seorang lelaki sederhana terlihat mondar mandir di depan ruang bersalin. Sesekali terdengar suara isterinya berteriak mengejan kesakitan. Peluh mengucur, tangan meremas, dia tidak tenang menanti bayi pertamanya lahir ke dunia. Tiba-tiba ...

"Oeeee ... oeeee!"

Wajah lelaki itu berbinar dan tak henti mengucap syukur dan bertakbir. Tak lama, bidan keluar menemuinya.

"Selamat, anak Bapak perempuan. Silahkan masuk, Pak," ujar bidan itu.

Lelaki itu segera masuk menemui istri dan bayinya.

"Anak kita, Pak," ujar istrinya yang masih terlihat kelelahan.

"Cantik, terima kasih ya Bu." Lelaki sederhana itu mengecup kening sang isteri.

"Sudah ketemu nama untuk bayi kita, Pak?"

"Sudah, kita panggil dia, Sani," kata lelaki itu sambil memandangi bayinya yang masih merah.

"Bagus, Pak. Nama lengkapnya?"

"Mmm ... mmm, Saniyem."

"Aah, Bapaaaak," jawab isterinya dengan mimik wajah cemberut.

"Becanda, Sayang." Lelaki itu tersenyum memandangi istrinya yang masih saja memonyongkan bibir.

Jakarta, 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI