Google+ Followers

Jumat, 27 Februari 2015

Pembakaran Begal dan Sakarotul Maut


Ketika melihat video tentang pembakaran begal, yang kupikirkan adalah siksaan di Neraka, berapa kali pun kita berteriak, "Ya Allah, Allahu Akbar dan kalimat Thoyyibah lainnya, semua gak akan berguna. Karena pintu tobat sudah tertutup. Yang ada malah dipukuli lagi oleh penjaga Neraka.

Kedua, dari teriakannya, bisa dibayangkan bagaimana sakit dan menderitanya dibakar. Jangankan itu yang berdurasi hanya belasan menit, ketika bagian tubuh terbakar sepersekian detik saja panasnya bukan main. Apalagi di neraka.

Yang ketiga, aku melihat keadaan Si begal seperti keadaan Fir'aun yang baru mengakui keberadaan Allah ketika akan tenggelam di laut mati. Jika ingin berhusnudzon, mungkin itu cara Allah mengurangi dosanya. JIka ucapan  takbir, tahmid dan tahlil itu diterima oleh Allah, bukan tidak mungkin dia mati sebagai khusnul khotimah. Karena juga bukan tidak mungkin, ada kebaikan yang pernah dilakukannya selama hidup. Entahlah, hanya berhusnudzon. Di sisi lain, keadaan itu juga menegaskan, dicabutnya nyawa seseorang kemungkinan sebagaimana kebiasaan. Jika biasa beribadah, 99% sakaratul mautnya ketika beribadah. Jika terbiasa melakukan begal, 99% maka ajalnya pun ketika melakukan begal.

Wallahu a'lam

AM. Hafs
Malang 27/02/2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI