Google+ Followers

Minggu, 01 Februari 2015

Ow ..., Ow ..., Siapa Dia? Episode 8

Yuhu, aku datang lagi. Jangan bosan-bosan ya didatangi olehku. Jangan khawatir, aku lagi diet, jadi gak minta camilan. Hahahaha. Tapi sepiring pisang goreng boleh juga, atau sekotak brownies kukus, aku tak menolak kok. Seriusan ikhlas aku. Hihihih. Apalagi kalau dikirimin Duren seperti ini, maooo pake bangeet.



Ada yang request, talkshownya dengan penulis Animus dong. Kan pengen lebih dekat lagi mengenalnya. Pengen tahu isi kepalanya. Jadi untuk mengobati rasa penasaran si pe-request, dengan sangat senang hati kuganggu mbak yang hobbinya nulis serem-serem ini di Minggu yang mendung-mendung enaaak.

Permisi, Mbaaaaak. Mau wawancara nih, bisa bangun dari tempat tidur gak? Hihihi *emang enak lagi bobo digangguin

Astaga Why me? Ndredeg iki demam panggung wkwkwkwk

Wkwkwkw kayak apa aja ndredek. Iki loh gak di panggung. Aku juga lagi di kasur iki. Rebahan. Hahhaha.Tanpa basa-basi, langsung aja ya, keburu mbak Ajeng bobo lagi.
Siapa sih seorang Ajeng Maharani di mata Ajeng Maharani?

Ajeng Maharani di mata Ajeng Maharani? aii, aku cuman wanita biasa mbak, wanita emosional yang sedang berusaha menaklukkan diri sendiri ^^/ aku ini penggemar coklat, susu dan keju. kalau beli roti atau terang bulan pasti suka berebut sama anak-anak ^^!
penggemar kupu-kupu, bunga anggrek dan warna ungu
paling suka nonton pilem yang menegangkan, horor, triller, apapun.

ohya, aku juga suka bela diri. Sukak banget! dulu pernah belajar selama hampir 6tahun di perguruan Siaw Liem Shi garuda Mas
ihiirrr (biar eike keliatan makin serem) hahahaha

Wahhhh jangan macem2 sama mbak Ajeng, bisa habis dibabat



Kapan pertama kali mbak Ajeng menyadari ada seorang Ajeng dalam diri mbak Ajeng? Bingung gak dengan pertanyaanku?

asli bingung, seperti sedang mencari arti dari diri sendiri
Ajeng Maharani itu bisa dibilang cengeng, berapi-api, tapi juga pemalas. Sensitif, perasa, mudah terharu dan seorang pemimpi (eh, pemimpi atau orang yang banyak mimpi atau orang yang suka berkhayal ya?) hahaha
kapan pertama kali aku sadar akan sosok Ajeng maharani? hmm ... biasanya sih nggak begitu memperhatikan, tapi sejak dua tahun (lebih dikit) lalu, mulai belajar intropeksi diri, tengok belakang, tengok depan, kana dan kiri. Siapa sih aku? Apa sih mauku? Apa yang bisa membuat aku bangkit dari 'rasa' ini?
Lalu, hap! hap! jadilah aku yang sekarang (tapi ini belom kukatakan sebagai sebuah akhir)

Setelah mbak ajeng mulai menyadari siapa sesunggguhnya yang diam di dalam raga seoramg Ajeng, langkah apa yang mbak ambil untuk memperkuat diri dgn potensi yang mbak punya

nah, ya itu awalnya ini tidak bisa dibilang sebagai sebuah langkah yg direncanakan, tapi sejak dua tahun lalu entah kenapa tiba-tiba ingin menulis lagi (setelah 10 thn lebih vakum dari kebiasaan nulis ini)
awalnya sih cuman isi waktu, menceritakan kisah sehari-hari, membunuh rasa bosan (karena sejak melahirkan anak ketiga, aku sudah berhenti bekerja dan fulltime di rumah terus) kau tahu? itu sangat membunuhku! hampir gila dan sering marah. mungkin inilah yg disebut masa transisi, dari seseorang yg punya kegiatan di luar rumah, tiba-tiba menjadi seseorang yg tidak melakukan apapun di dalam sebuah rumah, mengurus 3 anak yg masih kecil-kecil.
semenjak aku nulis itulah, pelan-pelan segalanya berubah. aku bisa tertawa lagi, bisa fine dan menikmati hari
bisa ketemu sahabat baru yg punyak kegemaran sama, mimpi yg sama, dan ... sibhanalloh, aku sampai berkata, kenapa nggak dari dulu aku menulis?
ah, tapi di situlah letak rahasia-Nya ya... sebelum kita mampu menjalani ujian-Nya dengan lapang dada, kita takkan mampu mengecap apa sih arti syukur itu ^^
dan ... inilah aku
jd mewe kan ... hikss hikss

Hiks hiks, air mata bahagia mbak
Tentu yang paling bangga adalah keluarga. Ada moment khusus gak saat kegembiraan mereka tumpah begitu tahu Ajeng maharani beneran jadi penulis. Animus di genggaman, dan banyak orang mengagumi sosok ibu yang luar biasa.

ada satu waktu yg sangat menyentuh hatiku, bukan hal yg besar sih mbak, kecil, tapi itu besar sekali artinya bagiku.
moment itu bukan sebuah pesta atau ucapan 'selamat', tapi saat suamiku begitu antusias membawa bukuku ke kantornya dan menjual ke teman-temannya, aku mewek gak berhenti-berhenti
bukan apa-apa, tapi, saat orang yg paling kita sayangi mengakui hasil dari perjuangan kita, lalu mengatakan "ini buku yg ditulis istriku" ke kawan-kawannya itu sungguh sesuatu yg gak bernilai harganya
kukira selama ini suamiku cuek tentang kegiatanku (krn memang Papapnda itu org yang cuek, bukan tipe romantis) jadi begitu ia melakukan itu, sedikit saja, itu sudah menjadi salah satu energi semangat buatku mbak
dan tentu saja, aku dibikin makin cinta sama panda ... uhuuiii ^^/

Hihi ajiiibbb
Oke, satu persatu mimpi berhasil digapai. Masih ada impian terpendam lain gak?
yayaya wawancara ini benar-benar menguras hati dan melelehkan air mataku wkwkwkwk
impian? banyak, wajarlah manusia sebagai penulis, sudah pasti aku pengen buku-bukuku nangkring di toko buku, pengen dikenang melalui karya
tapi sebagai manusia biasa, aku cuman pengen jadi manusia yg lebih baik lagi dari yg ada sekarang

amin. insyaAllah, bila hati terus ingin melakukan yang terbaik, pasti Allah akan memudahkan jalan.
aamiin ....

Nah ... ada pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Konon kabarnya, papa adalah seorang seniman juga. Titip salam hangat untuk papa ya. Bagaimana dengan putra-putri mbak? Apakah sama tak jauh jatuhnya? Maksudnya apa ada darah biru? eh darah seniman yang ngalir di nadinya si tiga kurcaci?

hahaha
iya, papaku lelaki paling keren! ia bisa melukis, membatik, jadi tukang bangunan, bisa benahin elektronik, penulis (cerpennya penah masuk ke majalah remaja waktu jaman dulu), juga seorang kartunis. Ada laahh mbak
anak keduaku itu, si Chesna, dia suka sekali menggambar. setiap hari gak absen minta bundanya yg cantik ini buat nggambar gundam, ultramen, sampek kamen rider ^^!dia paling suka liat bundanya nggambar, lalu diikutin, gambar-gambar sendiri. Bahkan di sekolah, dia gak mau belajar kalau belom nggamabr robot haha

Terus terus, ini, tulisan-tulisan mbak Ajeng itu kan berkarakter ya ... makannya apa sih? *bacaannya berkiblat ke mana ini?

aku ini bukan tipe orang yg mau menghabiskan uang buat beli buku, aku ini sebenarnya malas baca mbak, jujur, jd dulu itu nggak pernah baca buku sama sekali (kecuali buku administrasi di kantor khakhakhak)
nah, waktu aku sudah nggak kerja lagi, aku pinjem 6 buku di temen sekolah, salah satunya sangat membekas di hati
Temui Aku di Cianti karya Wa Ode Wulan Ratna. Aku terpesona ama cara dia bercerita diksinya, sudut pandangnya, semuanya! Di antara 6 buku itu ada buku Tere Liye, dan Asma Nadia, tapi aku jauh lebih kiblat ke Wa Ode
setelah buku-buku itu dikembalikan, aku hanya belajar menulis dengan membaca cerpen-cerpen koran secara online ^^
hehehehe .... pengen ya sekali-kali jalan-jalan ke gramed lalu beli buku, tapi krn skrg jobless jd nyesel deh ... kenapa dulu gak suka beli buku, eh sekarang mala ngidam banyak buku!
sejak menulis aku jadi haus bacaan.... aku jatuh cinta dengan Benny Arnas. suka sama Agus Noor jugak ^^

*tuh mas Benny Arnas, kudunya baca ini nih. Ada yang jatuh hati beneran
hihihi

hahahaa iya, sejak baca Huruf Terakhir aku lsg suka ama cerpen-cerpennya

Oh ya, punya resep jitu gak saat menulis, apa saja yagn perlu dipersiapkan? PAke bakar-bakar menyan gak?

halah!
persiapan sih nggak ada mbak, cuman aku kalau lagi buntu gak punyak ide, pasti baca cerpen di kompas atau lakon hidup, setiap kali baca pasti ide itu tersulut dengan sendirinya
nah, akhir-akhir ini aku lagi getol baca cerpennya Murakami
keren! setiap selesai baca selalu ingin nulis!

hihihi kirain kudu bakar menyan, bakar dupa ato makan apa gitu, biar tulsian bisa ajib

aku juga suka berkhayal saat sebelum tidur mbak
saat merem itu (aku kalau tidur suka nutupin kepala ama guling yang super tipis) hahaha...
saat merem itu pikiranku pasti menjalar ke mana-mana.. bahkan sering menerawang ke langit-langit kamar
atau menjatuhkan arah pandang ke lukisan kaligrafi yg dilukis papaku
kalau sudah gitu, panda sering negur "awas kesurupan" dan benar saja, pasti aku kesurupan ama ide yg nongol
biasanya kalau malam gitu kan nggak buka lepi, pasti dicatet dulu di note BB, garis besarnya, jalan cerita ke sini ke sana, baru kalau sudah buka lepi, langsung tancap gas! hahahah
aku nargetin pada diri sendiri, setidaknya satu hari satu cerita, entah itu berupa cerpen atau FF
dan itu penting, buat terus melatih ide (bagiku) ^^ eh, siapa tau ntar ada event atau mau nulis novel, bbrp kumpulan cerpen+FF itu bisa dikembangkan lebih jauh lagiii
ihiiirr ^^/

Kerennn .... semoga tak sedikit sahabat LovRinz mengikuti jejak seorang Ajeng MAharani. Proses kreatifnya meraih impian.

wait, intermezo, ditodong nggambar ultraman ^^! hikss ...

wkwkwkkw, ya udah mbak untuk kali ini kurasa cukup. Banyak yang sudah tertuang di sini. InsyaAllah, akan ada wawancara selanjutnya saat mbak sudah berhasil bikin kumcer solo ya ... *kutagih dua tiga bulan ke depan. Wkwkwk
yaaaa... kok sudah. Tiwas sudah berapi-api hahahahaha. amiin ... aamiin ...
kumcer solo, kalu memang aku diberikan kesempatan itu sama Allah, aku mau kumcer yang genrenya surealis dan kanca-kancanya
itu salah satu keinginanku juga mbak. Biar ilmu-ilmu dari bapak guru, Pringadi Abdi Surya gak mubazir jalan di tempat
btw, terima kasih buat kesempatannya ya kakak Rina tercayaang .... ^^/

hihihi belummmm kelarrrr. Jangan makasih dulu, belum waktunya ahahaha
aku belum minta wejangan buat para sahabat LovRinz
oh iya, ada yang tanya juga, sebenarnya usia mbak ajeng itu berapa sih?

asyiikk belom kelar hahahaha
hah? usia ..

Ada yang baru menginjak kepala tiga, merasa telat banget untuk memulai menulis.
*padahal aku juga kepala tiga wkwkwk

oouuwww ya ya ya hahaha
aku lahir di surabaya, 23 oktober 1981, jadi usiaku sekarang 34thn
kalau lihat sahabat-sahabat di LRF ataupun KBM, rata-rata masih di bawahku bahkan masih ada yg sekolah dan kuliah, rasanya aku ini bisa dibilang telat belajar
tapi aku sama sekali nggak merasa begitu
gak ada kata telat dalam hal belajar, seumur hidup kita, kita akan terus belajar tentang banyak hal, kalau kita berhenti dan canggung krn merasa sudah tua, artinya kita berhenti untuk menikmati hidup
hidup itu belajar, nikmatilah setiap proses yg ada
saat kita bisa menikmati setiap inci apapun yg kita jalani, maka di situlah letak kebahagiaan
semnagat! (sambil push up 100x)

hihiihi. Kalimat-kalimatnya sungguh memotivasi sekali. Benar, usia bukan penghalang. Selama kita menikmati prosesnya, maka itulah bahagia.
Oh ya, setelah Animus, tentu akan lahir novel-novel lain dari tangan dingin seorang Ajeng MAharani. Boleh dikasih bocoran gak, sedang mengerjakan proyek apa saat ini?
Proyek pribadi gitu?

adaaa pengen nulis novel lagi, tentang perjalanan waktu, menculik kisah-kisah wanita tangguh dari berbagai negara tapi belom kelar ^^! hikss hikss masih tahap riset ....khikhikhik
ternyata, riset itu jauh lebih susah drpd nulisnya sendiri ya ^^! hikss ... krn harus detail, gak bisa asal-asalan

hahah yap. Riset dan survey adalah makanan utama para penulis. Tanpa itu, takkan kenyang
Oh iya, satu lagi, konon katanya, mbak terima privat nulis novel ya? Kali aja ada sahabat yang ingin belajar privat sama mbak gitu, apa masih boleh?

boleehh ... dengan senang hati ^^
sebenarnya bukan privat yg seperti apa sih mbak, hanya membantu sahabat yg lagi nulis novel
kalau dibilang privat takutnya dikira mungut bayaran tidak ... ini benar-benar hanya sekedar membantu dan mengarahkan saja, bagaimana langkah-langkah nulis novel itu, tak dipungut biaya apapun

jadi bisa langsung colek ya mbak

aku paling senang kalau aku bisa bermanfaat buat sesama
wah, aku tanyak dulu ya mbak, dia mau dicolek atau kagak

hahahah maksudnya mbaknya yang dicolek wkwkwkkw

hihihi okelah, sepertinya tuntas sudah obrolan kali ini. makasih banyak atas wejangan yang begitu ajib ya mbak

hahaha iya sama-sama

sukses selalu untuk mbak dan keluarga. Semoga habis ini segera lahiran banyak karya ya

semoga sukses juga buat LRf dan semua sahabatnya ^^/




 Tuh, mbak cantiknya tersenyum ramah. Jangan sungkan kalau mau belajar bareng. Orangnya asli baek hati, rajin menabung, dan beberes rumah. Nyambi ngetik loooh. Ajib kan ... Gak rugi bersahabat dengannya. Banyak yang bisa kauambil dari pengalamannya. 

Oke deh, sampai ketemu di Ow-ow Siapa Dia? berikutnya ya ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI