Google+ Followers

Jumat, 06 Februari 2015

Keterpaksaan Membawa Nikmat

Mengutip peringatan dari Al Quran yang mewanti-wanti bahwa, "Sesungguhnya Setan adalah musuh yang nyata bagimu." Dalam bab setan, bukan hanya islam, tapi semua agama -yang diakui di Indonesia- pun sepakat bahwa setan adalah musuh. Pada hakikatnya, musuh selalu mendorong kepada keburukan. Terutama ketika seorang manusia ingin berbuat baik, ada saja kendala. Tapi yang terbanyak tentunya dari diri sendiri. Karena itu, kebaikan perlu dipaksakan untuk melawan godaan yang ada. Tidak hanya dari Setan, godaan yang bernama kemalasan timbul dari nafsu sendiri.

Dalam banyak hal, keterpaksaan sering diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tiga di antaranya yang bisa dijadikan contoh, salat, menuntut ilmu, dan bekerja.

Dalam hal salat, ajaran Islam memaksakan kepada pengikutnya untuk mendirikan salat dengan embel-embel wajib. Bahkan diancam dengan dosa, siksa dan neraka bagi yang melalaikannya. Itu pun masih banyak terdapati, orang-orang bergelar "Islam KTP" yang enggan mendirikannya. Dan lagi tak mempan diiming-iming surga dan pahala. Hanya segelintir orang yang akhirnya mampu menikmati salat, yakni orang yang menikmati keterpaksaan hingga akhirnya terlatih terpaksa, dan mampu membuahkan istiqomah. Sungguh beruntung orang-orang tersebut.

Kegiatan menuntut ilmu pun sama. Coba tengok berapa banyak bocah yang enggan bersekolah atau mengaji, sehingga tak jarang orang tua harus memaksa mereka. Sering pula merayu mereka dengan diiming-iming uang jajan. Namun, ketika mereka akhirnya sadar bahwa menuntut ilmu penting, hal tersebut bisa dilakukan dengan sepenuh hati. Jika ada pembaca yang pernah membaca novel Negeri 5 Menara tentu tahu, bahwa masuknya Alif ke Pesantren Madani juga berawal dari keterpaksaan.

Bekerja untuk berikhtiar memenuhi nafkah. Sekilas, motivasi itu mulia. Namun jika ditilik lebih jauh masih saja berbau keterpaksaan. Namun, dari keterpaksaan itu sudah melebur menjadi nikmat, bila mengingat senyum istri dan anak-anak yang terpenuhi kebutuhannya.

Dari tiga hal tersebut, penulis ingin membawa atmosfernya ke dalam kegiatan menulis. Apa bisa? Bisa! Karena jujur, menulis di LovRinz.com ini adalah bagian dari keterpaksaan. Keterpaksaan yang timbul akibat rasa tanggung jawab, setelah diinbok Bu Bos untuk mengisi rumah ini. Semoga saja dengan menikmati keterpaksaan, penulis akhirnya bisa merengkuh keistiqomahan. Memang, baru dua judul yang lahir, tapi keterpaksaan itu memicu kerja otak untuk mampu menjawab pertanyaan, "Nulis apa hari ini?" Sebab, menilik perintah Bu Bos untuk memosting sehari satu tulisan. Sepertinya dan semoga bisa terus lanjut hingga mampu mengalahkan Setan serta mengendalikan nafsu. Aamiin.

(Kutipan ayat terdapat di QS Al Baqarah : 168, Al Baqarah : 208, Al An'aam : 142, Al A'raaf : 22, Yusuf : 5, Al Israa' : 53, Al Qashas : 15, Yaasiin : 60, Az Zukhruf : 62. Total ada sembilan ayat yang menegaskan bahwa Setan adalah musuh nyata bagi manusia)

AM. Hafs
06/02/2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI