Google+ Followers

Selasa, 10 Februari 2015

Iklan Menyentuh Thailand

Seorang pemuda paruh baya terguyur air buangan dari atap rumah, ketika tengah berjalan menuju tempat kerja. Bukannya marah atau kesal, dia malah tersenyum. Diletakkannya sebuah pot berisi tanaman yang hampi mati kekeringan, di tempat jatuhnya air tersebut.

Sampai di penyeberangan, dia membantu seorang nenek tua yang tengah mendorong gerobak untuk berjualan. Ketika tengah makan siang, dia dihampiri oleh seekor anjing liar. Dengan senyum yang khas, tanggannya mengulurkan sepotong paha ayam bakar untuk anjing tersebut. Si penjual pun hanya menggelengkan kepala melihat hal tersebut.

Di tengah jalan, dia bertemu dengan seorang ibu dan anak. Mereka pengemis, di tangan anak perempuan itu, terdapat gelas plastik bertuliskan for education. Dengan cekatan jemarinya mengambil dompet, dan memberikan dua lembar uang kepada si anak. Uang dua lembar terakhir yang dia punya. Tanpa berpikir, apakah tulisan itu hanya sekadar modus belaka agar memperoleh pendapatan lebih tinggi. Kejadian tersebut dilihat oleh seorang kakek tua penjual pemilik toko jam. Dia juga menatap dengan menggelengkan kepala.

Sesampainya di rusun, ia menggantungkan setangkai pisang di ganggang pintu. Ternyata itu adalah pintu rumah seorang nenek tua. Ketika malam tiba, ia hanya makan malam dengan nasi yang berlauk kecap. Sebelum terlelap, ia memanjatkan doa dengan khusyuk.

Kegiatan tersebut dilakukannya setiap hari. Tanpa peduli kata orang, ataupun isi dompet yang pas-pasan. Yang diinginkannya hanya bagaimana untuk menjadi insan yang bermanfaat. Berbagi tanpa menunggu menjadi insan yang bergelimang harta. Hingga membuat Si Nenek penjual gerobak turut tertular, bermurah hati. Memberi bonus pada pelanggannya. Anjing liar pun menjadikannya tuan. Dan si Anak Pengemis akhirnya bersekolah. Membuat Kakek empunya toko jam menitikkan air mata. Dan tanaman kering pun kini telah hijau, dan asri,

Itulah, cuplikan video iklan asuransi dari Thailand. Dikemas dengan sebuah pesan moral. Bukan mengedepankan perilaku konsumtif dan keuntungan semata. Ada juga sebuah iklan shampo yang juga dikemas serupa. Untuk melihat video laki-laki di atas, silakan klik di sini!

AM. Hafs
Malang, 10/02/2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI