Google+ Followers

Selasa, 24 Februari 2015

Fiksimini Lovers #2



Hai ... hai ... hadir lagi nih dengan fiksimini pilihan dari LovRinz And Friends

FIKSI MINI LOVERS #2





Topik Fiksi Mini: CINTA


CINTA ITU SALING BERBAGI
Kakek-nenek bergantian memakai gigi palsu saat waktu makan tiba. (Ajeng Maharani)


CINTA BUTA
“Aku igin tahu seberapa dalam isi hatimu padaku, Beb,” ujar seorang nenek sambil merobek dada suaminya. (Gina Rochima)


CINTA MATI
“Sekarang kau milikku utuh, takkan kubiarkan wanita jalang itu merebut hatimu lagi,” ucap istri tua sambil memasukkan hati suaminya ke dalam tabung. (Gina Rochima)


DEMI CINTA
Seorang ibu melahirkan bayi vampir. Dibiarkannya sang anak menyesapi darah sang ibu hingga kering. (Lina Agustiani)


HADIAH ULANG TAHUN
“Bulan depan umurmu genap 50 tahun ya, Bu?” | “Iya, Pak, memangnya kenapa? Mau ngasih kado spesial?” | “Nggak, kalau sudah genap 50 aku mau tukar 25-an 2.” (Anggun Cahyani)


BETAH
Berasa baru kemarin di sini, kucing sudah empat kali melahirkan. (SuEff Idris)


POLIGAMI
“Aku mau menikah lagi.” | “Iya, silakan.” | “Kok boleh? Kau sudah tak mencintaiku lagi, ya?” | “Tidak,” jawab sang istri sambil memandangi foto pacar barunya. (Naura Yani)


JODOH
“Kapan aku akan bertemu jodohku?” tanya seorang lelaki di hadapan seorang dukun. | “Nanti ketika umurmu 25 tahun. Tapi ....” | “Tapi apa, Mbah?” | “Kau akan mati di usia 24 tahun.” (Dee Chie Putri BundaRosiy)


CINTA MONYET
Setiap kencan, kami bergelantungan di dahan-dahan pohon. (Ajeng Maharani)


CINTA ITU ...
Terletak pada salso minimun di buku tabunganmu. (Ida Fitri)


CINTA (WARNA) PUTIH
Ia mengkafani kekasihnya hidup-hidup. (Ajeng Maharani)


BENIH CINTA
Kusemai benih di matamu. Tumbuh menjadi daun, bunga dan buah yang bercahaya. (Lina Agustiani)


BUKAN CINTA BIASA
Karena tak mau kehilangan, Lasmini menyimpan jasad suaminya di kolong risban sampai jasad itu berubah tulang. (Ademia Nurul Fuadah)


SURAT CINTA
Pada ranting-ranting telah tumbuh ratusan daun bertuliskan namamu. Dihempas angin satu-satu berguguran. Lenyap. (Lina Agustiani)


HARGA CINTA
Aku mendatangi pagi untuk menawar harga cinta. Tapi tak satu pun tersisa. Ke mana cinta pergi? Cinta sudah diborong penguasa, jawab centeng pasar pagi. (Ida Fitri)


PASANGAN SELINGKUH
Kedua sejoli itu mengendap-endap, menyelinap di antara celah waktu yang lengah. Keduanya berpelukan mesra sambil beradu kumis. (Gun Jun)


CINTA MEMBUTAKAN
Cinta adalah sembilan bulan saat kau terhubung dengan plasenta wanita yang kini kau gorok lehernya demi seonggok warisan. (Dini Istiqomah)


CINTA MATI
Pria itu mencium mesra kening istrinya sebagai kecupan selamat tidur. Lalu berselimut berdua dengan istrinya yang tak mungkin bangun lagi. (Gus Jun)


DEMI BANGSA
“Aku cemburu, Mas, kamu mencintainya melebihi aku.” Santi menangis di samping makam suaminya yang gugur di medan perang. (Indri Listya Rahman)


PENJAJAH CINTA, HARGA SEKALI SENTUH
Dada atas Rp. 8000,- | Dada bawah Rp. 7000,- | Paha Rp. 6000,- (Lina Agustiani)


CINTA BUTA
Suaminya yang lumpuh menunjukkan arah yang harus mereka tempuh, dari balik punggung sang istri yang memanggulnya. (Patrianur Patria)


CANDLE LIGHT DINNER
“Ini sudah romantis belum?” tanya Mas Yayang di antara pendar-pendar lilin di sekeliling kami. | “Ah, apaan, Bang! Tiap malam jagain lilin di mana romantisnya?!” kataku ketus sambil mengunyah kembang kantil. (Durroh Fuadin Kurniati)


CINTA SEGITIGA
Dua kucing jantan saling menatap garang, sementara seekor kucing betina menjilati empat anak yang baru dilahirkan. (Patrianur Patria)


MENCARI CINTA
“Kamu sembunyi di mana, Nduk?” keluh seorang ibu sambil mencari anaknya di laci lemari. (Patrianur Patria)


ENGKAULAH BINTANG
Karet di ujung pensil ini cukup untuk menghapus bintang dari langit ketika kau tak lagi di sisi. (Lina Agustiani)


SEBUAH CINTA, SEBUAH DOA
Si kakek terus berjalan sambil memunguti air mata di atas singkong goreng yang ia jajakan. (Gina Rochima)


(BUKAN) CINTA MATEMATIKA
“Dear, Matematika. Jangan menyuruku mencari variable X, cause my ‘ex’ would never come back!” (Dini Istiqomah)



-oOo-

2 komentar:

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI