Google+ Followers

Rabu, 11 Februari 2015

FIKSIMINI LOVERS #1



http://hdwallpaper.freehdw.com

FIKSI MINI LOVERS #1


Hari ini, kita punya menu baru, yang diambil dari kelas Fiksimini Lovers di LRF. Seperti apa sih fiksimini dari sahabat LovRinz? Yuk kita nikmati bersama.

Fiksi mini terbaik pilihan LovRinz minggu ini.
Tema: KOTOR


MUGHOLADHOH
Setelah membunuh, dia membilas tubuhnya tujuh kali, salah satunya dengan tanah. (Durroh Fuadin Kurniati)


MENGUMPAT
Dengan wajah marah, seorang ibu menggosok bibir anaknya hingga berdarah. (Ajeng Maharani)


BERANI KOTOR ITU BAIK
Dia tersenyum puas setelah anak, istri, serta tetangganya berpesta dengan uang hasil korupsi. (Durroh Fuadin Kurniati)


ANTI NODA
Seorang gadis belia terus menggosokkan detergen bertuliskan anti noda ke seluruh tubuhnya. “Dosaku sudah bersih sekarang,” gumamnya sambil membayangkan adegan semalam di pinggir pantai bersama kekasihnya. (Gina Rochima)


PEREMPUAN KOTOR
Semua tetangga memberinya cap seperti itu, lengkap dengan label harga. (Durroh Fuadin Kurniati)


DOKTER GIGI
“Silakan dilihat, Bu. Saya sudah membersihkan semua gigi suami Anda yang mengotori mulutnya.” (Gina Rochima)


KARAT
Jeumpa menanti Benu hingga beroksidasi. (Lina Agustiani)


KERUH
Lelaki itu akhirnya meminum kekeruhan dalam rumah tangganya yang ia buat bersama wanita lain. (Gina Rochima)


SEPATU
Gadis itu mendekap high healsnya yang kotor, sambil menangis memandang kedua kakinya yang tersangkut pada truk yang melaju. (Siti Chafidoh)


MENCUCI UANG
Rekening bengkak milik guru TK. Keponakan Bupati. Disidak KPK. (Damar Hening Sunyiaji)


ANAK HARAM AKIBAT PERBUATAN KOTOR
Dombanya melahirkan. Bayi domba itu memanggilnya ‘Papa’. (Shilpa Yahya)


MENCUCI
“Bi, lagi apa?” tanya sang nyonya | “Lagi cuci hati, Bu,” jawab sang pembantu sambil buru-buru menutupi jasad majikan lelakinya dengan karung goni. (Re Tiapian)


ANAK IBU
Seorang anak kecil terjatuh dan menangis memanggil ibunya. Seorang lelaki berlari tergopoh menghampiri dengan bibir tercoret gincu. (Rinidiyanti Ayahbi)


MENGINTIP
Anak itu suka mengintip ibu-ibu yang sedang mandi sampai kedua bola matanya keluar dan jatuh ke telapak tangan. (Nichma Farid)


BUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA
Aku melemparkan mayat preman busuk itu ke dalam tempat sampah. (Patrianur Patria)


SELIMUT PUTIH
Aku melihat adik tertidur di kamarnya, memakai selimut putih yang kotor oleh tanah, tepat di hari ke empat puluh dia meninggal. (Gus Jun)


SAMPAH
Politikus itu membersihkan sampah-sampah Kali Ciliwung dengan mulutnya. (Ida Fitri)


DAUR ULANG
Anak-anak pengemis di lampu merah didaur ulang menjadi mata, ginjal dan jantung, kemudian dilempar ke pasar dengan harga tinggi. (Ida Fitri)


KEMBANG KANTHIL
Persiapan pernikahan telah 90% siap. Tinggal menunggu hari bahagia itu datang.
"Kembang kanthilnya sudah, Nduk?"
"Buat apa, Bu?
"Supaya kamu terlihat berseri di hari pernikahanmu."
Bukan hanya seikat kembang kanthil, sekeranjang pun dibawanya.
"Nduk, setelah kotor cucinya pake' campuran kembang kanthil biar Ibumu ndak tahu," bisik bapak sembari menutup resleting yang belum sempurna. (Maya Madu)


BEBAS NODA
Para gadis desa wajib bersyukur, sudah tiga hari ‘burung’ itu terkulai lemah diborgol polisi. (Shilpa Yahya)


CUCI MATA
“Apa yang kamu lakukan, Nduk?” | “Bersih-bersih,” ujar sang anak sambil menyikat matanya dengan detergent. (Naura Yani)


HADIAH KELAHIRAN
Bau sampah busuk adalah seluruh ingatanku tentang hidup; pada dua jam jantungku yang berdetak lemah. (Dini Istiqomah)


KAMBING HITAM
Sekumpulan kambing heran melihat salah satu temannya yang sibuk luluran dan mandi. Ketika ditanya, kambing itu menjawab, “Aku ingin putih, aku bosan disalahkan terus.” (Naura Yani)




-oOo-

2 komentar:

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI