Google+ Followers


Ketika melihat video tentang pembakaran begal, yang kupikirkan adalah siksaan di Neraka, berapa kali pun kita berteriak, "Ya Allah, Allahu Akbar dan kalimat Thoyyibah lainnya, semua gak akan berguna. Karena pintu tobat sudah tertutup. Yang ada malah dipukuli lagi oleh penjaga Neraka.

Kedua, dari teriakannya, bisa dibayangkan bagaimana sakit dan menderitanya dibakar. Jangankan itu yang berdurasi hanya belasan menit, ketika bagian tubuh terbakar sepersekian detik saja panasnya bukan main. Apalagi di neraka.

Yang ketiga, aku melihat keadaan Si begal seperti keadaan Fir'aun yang baru mengakui keberadaan Allah ketika akan tenggelam di laut mati. Jika ingin berhusnudzon, mungkin itu cara Allah mengurangi dosanya. JIka ucapan  takbir, tahmid dan tahlil itu diterima oleh Allah, bukan tidak mungkin dia mati sebagai khusnul khotimah. Karena juga bukan tidak mungkin, ada kebaikan yang pernah dilakukannya selama hidup. Entahlah, hanya berhusnudzon. Di sisi lain, keadaan itu juga menegaskan, dicabutnya nyawa seseorang kemungkinan sebagaimana kebiasaan. Jika biasa beribadah, 99% sakaratul mautnya ketika beribadah. Jika terbiasa melakukan begal, 99% maka ajalnya pun ketika melakukan begal.

Wallahu a'lam

AM. Hafs
Malang 27/02/2015
Menilik semakin berkembangnya media sosial, apalagi berita online. Ternyata berbanding lurus dengan kian mudahnya penyebaran hal-hal yang berbau kontroversial. Berita online dengan rintisan alamat web yang baru biasanya menggunakan judul-judul kontroversial. Tujuannya tidak lain untuk mengangkat 'traffic' pengunjung. Karena hal-hal yang kontroversial mempunyai sifat gula yang kerap memancing banyak semut untuk berdatangan.

Ada beberapa tema yang kerap kali mengundang kontroversi. Mulai dari hal sepele semacam kehidupan artis, club bola, hingga seserius ajaran agama. Biasanya tema itu juga diawali dari judul yang juga kontroversial.

Tulisan kontroversial kerap kali memacing perdebatan. Bagi pembaca yang sering mengunjungi arena debat, pastinya tahu, bagaimana topik "test the water" bisa menjadi jendela untuk melihat, mana pembaca yang cerdas, ingin terlihat cerdas, dan mana yang kurang cerdas.

Beberapa hari ini, aku pun penasaran 'sisi lain' dari menulis kontroversi. Akhirnya kucoba melemparkan umpan.

"Hafal qur'an bukan jaminan kesalehan ... percoyo o talah -Percayalah."

Satu dua menit menunggu tanggapan. Rasanya seperti mengulang masa-masa disuruh presentasi pas jaman SMA. Ada rasa dag dig dug gimana gitu. Dan sensasi itu akan semakin terasa ketika satu lawan muncul dengan segenap argumen. Tak jarang langsung menjudge atau menghujat. Di sinilah kedewasaan juga kesiapan kita diuji. Jika kita tak cukup menguasai materi itu sama saja kita bunuh diri. Tapi jika kita telah membuat kesimpulan dan rekaan-rekaan sanggahan yang akan datang, kita bisa menjadi sopir. 

Berkenaan dengan tulisan  yang kulempar di atas, bagi yang telah mengenalku tentu akan memahami. Tak jarang mereka memberi komentar yang absurd dan menghibur. Itulah perlunya memperhitungkan posisi. Agar kita tidak sendirian. Mirip-mirip bermain catur. Tapi itu hanyalah salah satu amunisi. Berapa banyak pun kawan, kalau tak menguasai materi, tetap saja akan bunuh diri.

Kalau pembaca sendiri, bagaimana menanggapi tulisan di atas? Langsung menjudge, atau merenung untuk mencari jawaban berimbang? Jika langsung menjudge, aku sarankan kepada Anda untuk berlatih mengendalikan emosi. Karena setinggi apapun ilmu, jika tak mampu mengendalikan amarah, dia akan mudah dipermainkan.

Di ujung tulisan yang gak jelas ini, kucoba memberi kesimpulan. Hafal Qur'an bukan jaminan kesalehan. Alasannya, hafal quran hanyalah sebuah aspek dari banyak aspek penentu diantaranya :

1. Akhlak, percuma hafal quran jika akhlak masih buruk. Hafalannya hanya untuk ajang meningkatkan kedudukan di masyarakat misalnya. Hafal Quran hanya karena ingin disebut hafidz. Hafal quran tapi suka mengafirkan muslim lain.

2, 3,dan seterusnya silakan renungkan sendiri. Yang pasti, mengutip kata-kata seorang teman, "Jika yang hafidz saja banyak yang masih kesulitan menjaga akhlak, apalagi yang enggak?"

Sebelum menutup tulisan ini, mohon maaf aku sampaikan pada teman-teman yang sempat menghampiri postinganku tadi. Pesan terakhir, kalau di dunia maya, hindari perdebatan meskipun anda dalam posisi benar. Karena mudharatnya lebih besar daripada manfaat. Jika ingin bertukar pikiran, lebih baik bersulang dulu dengan secangkir kopi susu.

AM. Hafs
Malang


Menulis seperti berkata. Menulis bisa membuat hidup kita lebih bermakna. Menulis bisa menjadikan nama kita abadi. Tapi, semua itu tergantung apa yang ditulis. Jika berupa kebaikan, ia akan menjadi umpan untuk kebaikan-kebaikan yang lain dan sebaliknya.


Menulis seperti berkata. Sudah seyogyanya, sebelum melempar tulisan ke publik, perlu dipikirkan manfaat dan mudharatnya. Agar tulisan tersebut tidak menjadi senjata makan tuan. Ini lah lima hal yang membuat penulis 'bunuh diri'?


1. Menulis Tanpa Riset
Sebagai penulis, bisa saja menulis sekehendak. Ibarat sedang bermain wayang penulis adalah dalang. Namun, perlulah kiranya memperhatikan aspek-aspek logika ketika menulis. Misal ketika ingin menulis tentang sebuah penyakit, maka yang kita perlukan adalah seorang narasumber terpercaya dan segala aspek yang berkenaan dengan penyakit tersebut. Karena jika asal menulis, dikhawatirkan tulisan tersebut akan menyesatkan pembaca. Dan itu akan membunuh sang penulis.


2. Menulis yang Tak Dikuasai
Misal Anda seorang guru, tentunya akan lebih mudah menulis tentang pendidikan, bukan? Sah sah saja jika ingin menulis tentang kehidupan atau profesi lain. Tapi waktu yang dibutuhkan juga pasti lebih lama. Karena pendalaman karakter bukanlah hal yang mudah. Jika Anda seorang penulis pemula yang terlalu berambisi dengan karya hebat. Maka siap-siaplah, obsesi itu bisa 'membunuh' Anda.


3. Akhlak yang Buruk
Seorang penulis, tak hanya akan dinilai dari tulisannya, tapi juga dari kepribadian. Semakin asik kepribadian penulis, semakin banyak relasi yang nyaman untuk berinteraksi. Sebaliknya, jika penulis terlalu angkuh, sombong atau memelihara tabiat buruk lainnya. Bersiaplah, nama itu akan tenggelam termakan karma. Namun, yang terpenting adalah menjadi diri sendiri. Karena kebaikan yang tulus dengan yang buatan itu bisa dirasakan hati.


4. Kurang produktif
Sama seperti pelaku seni lainnya. Ketika ia berhenti berkarya, maka namanya pun akan redup. Di sisi lain, jiwa seni itu bisa tumpul. Seperti pisau yang tak pernah dipakai. Jika ketidakproduktifan terus dibiarkan. Semakin lama tertidur, semakin sulit pula untuk membangunkannya. Maka, bersiaplah untuk melihat bakat Anda terbunuh pelan-pelan.


5. Plagiarisme
Polemik dalam berbagai sendi per'seni'an. Tak hanya tulisan, bahkan lagu, foto, sampai lukisan pun bisa menjadi objek jiplakan. Sebagai pemula, jangan coba-coba untuk melakukan hal ini. Karena, seorang penjiplak bagi pelaku seni sama seperti pembohong yang tentunya akan susah untuk dipercayai. Sekalipun pada akhirnya karya selanjutnya itu asli. Maka dari itu, ketika ingin mengambil karya orang lain, entah sebagai inspirasi atau sumber tulisan, jangan lupa sertakan catatan kaki. 

AM. Hafs
Malang, 25/02/2015

(Dirangkum dari berbagai event dan seminar kepenulisan yang pernah dihadiri)


Hai ... hai ... hadir lagi nih dengan fiksimini pilihan dari LovRinz And Friends

FIKSI MINI LOVERS #2





Topik Fiksi Mini: CINTA


CINTA ITU SALING BERBAGI
Kakek-nenek bergantian memakai gigi palsu saat waktu makan tiba. (Ajeng Maharani)


CINTA BUTA
“Aku igin tahu seberapa dalam isi hatimu padaku, Beb,” ujar seorang nenek sambil merobek dada suaminya. (Gina Rochima)


CINTA MATI
“Sekarang kau milikku utuh, takkan kubiarkan wanita jalang itu merebut hatimu lagi,” ucap istri tua sambil memasukkan hati suaminya ke dalam tabung. (Gina Rochima)


DEMI CINTA
Seorang ibu melahirkan bayi vampir. Dibiarkannya sang anak menyesapi darah sang ibu hingga kering. (Lina Agustiani)


HADIAH ULANG TAHUN
“Bulan depan umurmu genap 50 tahun ya, Bu?” | “Iya, Pak, memangnya kenapa? Mau ngasih kado spesial?” | “Nggak, kalau sudah genap 50 aku mau tukar 25-an 2.” (Anggun Cahyani)


BETAH
Berasa baru kemarin di sini, kucing sudah empat kali melahirkan. (SuEff Idris)


POLIGAMI
“Aku mau menikah lagi.” | “Iya, silakan.” | “Kok boleh? Kau sudah tak mencintaiku lagi, ya?” | “Tidak,” jawab sang istri sambil memandangi foto pacar barunya. (Naura Yani)


JODOH
“Kapan aku akan bertemu jodohku?” tanya seorang lelaki di hadapan seorang dukun. | “Nanti ketika umurmu 25 tahun. Tapi ....” | “Tapi apa, Mbah?” | “Kau akan mati di usia 24 tahun.” (Dee Chie Putri BundaRosiy)


CINTA MONYET
Setiap kencan, kami bergelantungan di dahan-dahan pohon. (Ajeng Maharani)


CINTA ITU ...
Terletak pada salso minimun di buku tabunganmu. (Ida Fitri)


CINTA (WARNA) PUTIH
Ia mengkafani kekasihnya hidup-hidup. (Ajeng Maharani)


BENIH CINTA
Kusemai benih di matamu. Tumbuh menjadi daun, bunga dan buah yang bercahaya. (Lina Agustiani)


BUKAN CINTA BIASA
Karena tak mau kehilangan, Lasmini menyimpan jasad suaminya di kolong risban sampai jasad itu berubah tulang. (Ademia Nurul Fuadah)


SURAT CINTA
Pada ranting-ranting telah tumbuh ratusan daun bertuliskan namamu. Dihempas angin satu-satu berguguran. Lenyap. (Lina Agustiani)


HARGA CINTA
Aku mendatangi pagi untuk menawar harga cinta. Tapi tak satu pun tersisa. Ke mana cinta pergi? Cinta sudah diborong penguasa, jawab centeng pasar pagi. (Ida Fitri)


PASANGAN SELINGKUH
Kedua sejoli itu mengendap-endap, menyelinap di antara celah waktu yang lengah. Keduanya berpelukan mesra sambil beradu kumis. (Gun Jun)


CINTA MEMBUTAKAN
Cinta adalah sembilan bulan saat kau terhubung dengan plasenta wanita yang kini kau gorok lehernya demi seonggok warisan. (Dini Istiqomah)


CINTA MATI
Pria itu mencium mesra kening istrinya sebagai kecupan selamat tidur. Lalu berselimut berdua dengan istrinya yang tak mungkin bangun lagi. (Gus Jun)


DEMI BANGSA
“Aku cemburu, Mas, kamu mencintainya melebihi aku.” Santi menangis di samping makam suaminya yang gugur di medan perang. (Indri Listya Rahman)


PENJAJAH CINTA, HARGA SEKALI SENTUH
Dada atas Rp. 8000,- | Dada bawah Rp. 7000,- | Paha Rp. 6000,- (Lina Agustiani)


CINTA BUTA
Suaminya yang lumpuh menunjukkan arah yang harus mereka tempuh, dari balik punggung sang istri yang memanggulnya. (Patrianur Patria)


CANDLE LIGHT DINNER
“Ini sudah romantis belum?” tanya Mas Yayang di antara pendar-pendar lilin di sekeliling kami. | “Ah, apaan, Bang! Tiap malam jagain lilin di mana romantisnya?!” kataku ketus sambil mengunyah kembang kantil. (Durroh Fuadin Kurniati)


CINTA SEGITIGA
Dua kucing jantan saling menatap garang, sementara seekor kucing betina menjilati empat anak yang baru dilahirkan. (Patrianur Patria)


MENCARI CINTA
“Kamu sembunyi di mana, Nduk?” keluh seorang ibu sambil mencari anaknya di laci lemari. (Patrianur Patria)


ENGKAULAH BINTANG
Karet di ujung pensil ini cukup untuk menghapus bintang dari langit ketika kau tak lagi di sisi. (Lina Agustiani)


SEBUAH CINTA, SEBUAH DOA
Si kakek terus berjalan sambil memunguti air mata di atas singkong goreng yang ia jajakan. (Gina Rochima)


(BUKAN) CINTA MATEMATIKA
“Dear, Matematika. Jangan menyuruku mencari variable X, cause my ‘ex’ would never come back!” (Dini Istiqomah)



-oOo-


Description: https://static.xx.fbcdn.net/rsrc.php/v2/y4/r/-PAXP-deijE.gifHai, hai ... maafkan karena Ow ... Ow ..., Siapa Dia? Baru hadir di ruang baca Anda. Karena si wartawati unyu ini lagi sibuk menggemukkan badan dengan melahap buanyak naskah.

Heheh, jadi siapakah sahabat kita yang beruntung kali ini?
oke kita mulai saja.

Wanita satu ini, aku mengenalnya sebagai tukang mengulas buku atau cerita. Heheh. Yang ingin bukunya direview, monggo kirim gratis ke mbak Kayla Mubara, pasti akan diulas dengan gaya yang aduhai menawan hati. Siapa pun yang membacanya, pasti jadi kepengen punya juga buku yang diulasnya.
Mbak Kayla Mubara, awal mulanya yang lebih dikenal adalah Kamubicha. Sejak kapan dan kenapa bisa berganti jadi Kayla Mubara? Ada ceritanya?
*kepo hihihi

Wekekekek. Saya baru sadar kalau nama Kamubicha sudah ada yang kenal, Mbak. Kirain belum ada. Dan tahunya justru setelah ganti nama pena, semoga barokah.
Awal ganti nama pena persis tanggal 1 Muharam tahun Hijriyah lalu. Kalau dulu kata Kamubicha memang singkatan dari akun FB : Khulatul Mubarokah Binti Chamami, tapi lama-kelamaan seperti kata motivasi untuk orang-orang yang teramat 'ringkih' makanya saya pilih ganti nama.
Sebelumnya ada masukan dari seseorang yang mengatakan bahwa nama pena Kamubicha seperti bayi yang sedang belajar bicara, hehe.
Nama Kayla Mubara saya akui sebagai akronim dari Khulatul Mubarokah. Padahal mengambil kata Kayla itu ada alasan tersendiri ... > Ini misalnya ---> KaylaKAYLA adalah nama yang diberikan pada bayi perempuan, yang berarti "murni" dalam bahasa Gerika-Yunani, "kekasih" dalam Gaelik, "Anak yang bijaksana" dalam bahasa Arab, "mahkota kemenangan" dalam bahasa Latin, dan "penuh dengan sukacita" dalam Hebrew-Ibrani. Sinonim nama Kayla di Yunani identik dengan nama Katherine, yang artinya pure / original.
Nama Kayla mulai naik daun pada tahun 1980an setelah dipergunakan dalam salah satu nama pemeran dari seri drama TV Amerika "Days of Our Lives" dengan pemeran Kayla menjadi pavorit. Kayla menggambarkan seorang wanita cantik yang sedikit konyol dan benar-benar gila dalam semua bidang hidupnya; namun ia selalu dirindu, diingat dan dicintai banyak orang
Sementara di Indonesia, nama ini menjadi nama pemeran dalam sinetron Cinta Fitri (aktris Fanny Ghassani dan Nuri Maulida). Bahkan seorang selebriti Indonesia lainnya, Yulia Rahman memberi nama putri pertamanya Kayla Aura Fabhian yang lahir pada tanggal 20 Februari 2004.
Variasi nama Kayla adalah Keila, Cayla, Caylie, Kaela, Kaelah, Kaila, Kaylah, Kayle, Kaylin dan Kaylyn.
SEKILAS NAMA KAYLA:
1. Nama ejaan: KAY-la dan untuk panggilannya: Key atau La.
2. Sifat dan watak perempuan bernama KAYLA:
Kayla adalah seorang gadis yang umumnya tidak berpostur terlalu tinggi. Tapi ia tak risih dengan tingginya. Dia bangga tentang siapa dirinya, tidak peduli apa yang orang katakan tentang dirinya. Suka acak-acakan dan sedikit keras kepala, namun banyak disukai orang. Suka tersenyum, tertawa dan selalu energik. Kadang kaku, dan seringkali terlihat agak bodoh. Kayla selalu berusaha menemukan sisi terang dari segala macam situasi dan permasalahan.
Suka mencoba untuk berteman setiap kali mendapat kesempatan. Tidak suka sendirian, kecuali dia membutuhkan ruang. Tidak suka memegang kendali. Walaupun agak pemalu dan kadang takut untuk membela diri. Malas, tapi akan melakukan hal-hal penting bila diperlukan. Kayla memiliki kepribadian yang menakjubkan.
Walau dianggap sebagai wanita penggoda, namun sebenarnya ia hanya suka menjadi dirinya sendiri. Tidak peduli apakah dia populer atau tidak, atau punya rasa benci pada orang.
Ketika ia mengucapkan cinta pada pacarnya / pasangannya, dia berani memberikan segalanya, bahkan dia memikirkan cara untuk membuktikannya. Tapi Kayla juga terkadang membingungkan dan sulit dimengerti.
Orang lain banyak yang cemburu ketika seorang laki yang mereka kenal memiliki pacar bernama Kayla. Segala sesuatu tentang Kayla membuat orang tersenyum (sumber: http://namafb.com/2010/06/16/arti-nama-kayla/)
namafb.com
Arti nama KAYLA untuk bayi perempuan adalah (Mahkota). Nama ini berasal dari Ibrani - Israel.

wahhh ... ini sekalian disimpan buat cadangan nama bayiku berikutnya ini mah hihihi.
Arti namanya bagus. Semoga barokah memakai nama pena ini. Eh tapi emang iya ya, makin bersinar di dunia literasi. Terbukti makin banyak yang sudah diabadikan dalam buku atau media cetak lainnya. Iya kan ...
*mungkin bagi teman-teman yang belum menemukan nama pena bisa berkonsultasi sama mbak Kayla Mubara
Pertanyaan klasik nih ... sejak kapan mulai mencintai dunia tulisan?

Hahaha, sebentar lagi buka cabang nih, "Konsultasi ganti nama."
Waduh, kalau ditanya mulai kapan jatuh cinta pada dunia literasi, saya amat sangat malu, karena belum sebanding antara karya dengan lamanya waktu. Sejak Kelas 2 Mts?SMP saya sudah senang menulis, mengirim ke mading madrasah/sekolah.
MA/SMU pun sudah langganan jadi penulis buletin madrasah, sayang, saya melakukannya benar-benar hepi-hepi, belum ngeh kalau itu bisa menjadi hal yang berkelanjutan.
Lulus MA/SMU (1999) saya mande nulis karena aktif di olah raga hingga tahun 2007-an mulai nulis lagi. Itu pun banyak di uku harian (ngumpet dulu).
Pas tahun 2010, ini tidak akan saya lupakan, satu kalinya kirim cernak langsung dimuat Permata(Ummi) ... Surprise.

Wuaaahhhh. Alhamdulillah
Mbak lebih senang menulis cernak, ada alasan sendiri mengapa lebih memilih cernak?

Hmm, kelihatan cenderung nulis cernak, ya? Padahal ibarat kuliah, saya masih mengambil MKDU (mata kuliah dasar umum), jadi masih nulis semuanya yang sedang dipelajari, belum sifik. Kebetulan saja dulu ada event cernak di satu komunitas menulis, eh ternyata naskah saya masih layak baca. Jadi deh mulai belajar cernak.
Kalau dihubung-hubungkan, ternyata saya memang suka anak-anak dan dunianya sejak belum menikah. Saya punya acara sendiri sekitar lima-enam tahun lalu tiap sore dan hari libur. Saya dan anak-anak kampung yang minat senam dan bulu tangkis biasa latihan bersama, saya enggak dapat apa-apa, tapi senang lihat anak-anak sehat dan bisa ikut lomba olah raga di sekolahnya (Agak keluar jalur kepenulisan kayaknya nih)

Tokoh penulis yang menjadi idola mbak siapa?

Saya mengidolakan Dr. Aidh Abdullah al-Qarni... itu lho yang nulis La Tahzan
Ini satu syairnya yang menginspirasi puisi-puisi saya : Kutanamkan di dalamnya mutiara, hingga tiba saatnya ia dapat menyinari tanpa mentari dan berjalan di malam hari tanpa rembulan. Karena kedua matanya ibarat sihir dan keningnya laksana pedang buatan India Milik Allahlah setiap bulu mata, leher dan kulit yang indah mempesona.
Dan ini quote beliau yang anggun : :"Jangan menunggu bahagia untuk tersenyum, tetapi tersenyumlah untuk bahagia."


Oh iya, ada yang belum mengenal siapa sih sebenarnha mbak Kayla Mubara. Bisa diceritakan sedikit?

Wah, saya rasa banyak, Mbak bukan hanya ada. Hehehehe. Nama asli sejak lahir; Khulatul Mubarokah. Tahun 1981 April pada tanggal 25 aku lahir sebagai anak yang buruk rupa (menurut orang kampung). Seluruh tubuhku biru karena lahir dari seorang ibu yang belum 17 tahun.
Saat ini aku ibu rumah tangga, tinggal di panti asuhan bersama dua anak dan suami. Sebelum menikah saya seorang atlet karate yang bekerja sebagai pustakawan sekolah. Kira-kira lima tahun bekerja, saya keluar karena akan menikah. Sejak itu saya fokus menjadi ibu rumah tangga.

Wah ... anak yang katanya buruk rupa itu kini bersinar sebagai orang yang berhasil ya mbak
Aktivitas sehari2 apa selain menulis?

Aih, Mbak Rina masih terlalu berlebihan. Saya masih standar, biasa, Mbak. Belum merasa berhasil, masih terus memperjuangkan. Nulis saja masih terus latihan
Setiap selasa sore saya biasanya memberi materi Fathul Majid (kitab tauhid) pada anak-anak panti asuhan. Kalau Malam Minggu ada dua sesi, sesi pertama Imla (dikte Arab), kalau sesi keduanya, saya coba berbagi materi kepenulisan, ya semampu saya. Enggak harus tunggu banyak ilmu baru dibagi kan, Mbak?
Dan yang utama memang mengurus anak dan suami Hehehehe.

Sekarang lagi sibuk proyek buku apa nih? Kasih bocoran donk?

Waduuh ... Mohon do'anya saya dan dua teman lain dan seorang ilustrator masih menggarap Picbook untuk balita, semoga bisa kelar, lalu bisa dikirim ke media yang diniatkan dan dterima. Dan ini benar-benar masih proses belajar, Mbak.
Kalau yang sudah mulai digarap ada juga sih, tapi ... rahasia dulu, entar kalau tiba waktunya juga tahu sendiri ...

Menulis cernak, gampang2 susah, ada tips khusus gak agar cernak yang ditulis itu tepat sasaran?

Makjaang. Ini dia yang suka bikin saya gemes, Mbak Rinz. Saya masih belajar, berdasar ilmu dari yang sudah sukses dalam bidang cernak, mereka selalu bilang agar sering berlatih, menulis dan terus membaca, itu dua hal yang berkaitan. Kayaknya rumusnya sama dengan cerpen atau menulis yang lain, ya?

Bagaimana meyakinkan diri untuk tetap fokus (paling tidak tetap pada jalur) misalnya fokus menulis cernak saja, atau dongeng saja. Kadang kan ada tuh ya yang ikut2an, si anu nulis cernak eh latah ikut cernak juga, dll. *eh ini gak nyindir sapa2 kok, cuma kebanyakan begitu hehhehe

weekekekek. aku tersindir, tapi biarlah, wong namanya masih menuntut ilmu. Jujur teenlit sama young adult pun saya pelajari, Mbak. Biar kata orang beken kudu fokus satu, saya kok belum bisa. Mungkin nanti bila saatnya ada, akan milih satu fokus yang konsisten. Maunya menguasai semua, apalah daya masih sebatas usaha

Buat penutupnya,boleh dong ya pesan ajib buat para sahabat LovRinz ... hehheheh

Saya senang nimbrung di Lovrinz. Bila ada tindak-tanduk maya dari saya yang kurang berkenan di hati mohon maaf. Satu harapan saya, mudah-mudahan kita kelak dikumpulkan dalam satu tempat yang Indah dalam naungan-Nya. Aamiin.
Pesan? Enggak lah, belum ada, saya senang kalau ada yang mau mengkritik saya, karena dari sana kita belajar kekurangan dan coba memperbaikinya

Wah ... alhamdulillah, aku sempat deg degan, takut mbak Kayla pesen camilan. Kebetulan stok lagi habis, hahhahah dan saya menderita karena itu, huaaaa
Amiiin. Semoga satu saat kita bisa bertemu dalam satu kesempatan indah

Glodaak. Bakso saja ... tanpa mangkuk
Sangat berharap bisa berjumpa Mbak Rina.

Hihi. Makasih ya mbak sudah mau berbagi sedikit kisah di sini
Maaf bila menghabiskan waktu luaaaammmmaaa
Karena kesibukan yang tak mau minggir barang sejenak hahhaha


***

Yup ... yang lagi mikir buat cari nama bayi, silakan hubungi mbak Kayla yang ramah ini. Terus yang mau bukunya direview, kirimkan saja ke alamat rumahnya agar bisa diulas. Lumayanan loh, buat promo terselubung hehehe.

koleksi pribadi yang bikin iri ...
Semoga bahagia selalu ya Mbak, Mas
Barakallah


***

Baiklah ... aku permisi sebentar ... melanjutkan program penggemukkan badan hihihi.
Sampai jumpa di episode selanjutnya ... 

Adalah berbahaya, ketika memaknai kata tidak pada tempatnya. Yang seharusnya dimaknai dangkal, malah didalamkan, yang seharusnya butuh pendalaman, dibaca secara dangkal. Maka dari itu, memahami isi, sangatlah penting, sebelum komentar terlontar. Apalagi jika hanya terpancing judul. Andai pun menemukan sesuatu yang bertentangan, cobalah jadikan cermin. Lalu mulai melihat diri sendiri di seberang sana.
Seringnya, apa yang ditulis memang dari pemahaman. Maka pertentangan itu perlu jadi pertimbangan. Terutama karakter 'lawan' dalam menghadapi sanggahan. JIka dirasa terlalu beresiko, dalam artian sanggahan hanya mengakibatkan permusuhan. Maka perlu dicari cara lain yang lebih efektif. Sehingga ketika kedua pikiran beradu, yang diniati adalah pencarian titik temu. Bukan tentang siapa yang benar atau siapa yang menang. Jika belum mempunyai pondasi yang kokoh, berdoa saja. Paling tidak untuk perlindungan diri dan keluarga dari ajaran dan pemahaman yang menyimpang.
Menengok kedua hal tersebut, pentinglah kiranya memiliki guru spiritual, yang jelas sanad keilmuaannya. Yang bisa menjadi bahan rujukan di kala kebuntuan menyapa pikiran. Karena guru yang semisal itu, ketika tak mampu menemukan jawab, beliau akan lari pada gurunya. Jika sang guru telah tiada, beliau akan bertanya guru yang lain atau pada kawan seperjuangan yang memiliki tingkat keilmuan yang lebih tinggi. Sejauh pengalaman penulis, seorang guru yang unggul, biasanya tahu bagaimana 'kebatinan' murid. Wallahu a'lam.
AM. Hafs ‪#‎merenung‬
20/02/2015

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI