Google+ Followers

Jumat, 23 Januari 2015

RENUNGAN TENTANG WAKTU



Waktu. Sesuatu yang seharusnya memang membuat kita merenung dalam-dalam. Bermuhasabah diri. Menghitung-hitung kebaikan apa sudah kita perbuat. Menimbang-nimbang karya apa sudah kita hasilkan. Dan yang terpenting, sudahkah waktu kita gunakan untuk melakukan tugas berat sebagai khalifah?

Yang selama ini kita tahu, waktu itu ada 3 macam, yaitu kemarin, sekarang, dan esok.
Apa memang demikian?
Apa kita yakin, bahwa waktu memang ada 3?

Waktu kemarin. Masihkah kita miliki? Atau, bisakah kita ulangi lagi dan perbaiki waktu kemarin? Sama sekali tidak. Demi waktu! Manusia sungguh sangat merugi...yaitu bagi orang-orang yang lalai. Waktu kemarin sudah bukan hak kita lagi. Itu sudah berlalu. Tak bisa lagi kita ulangi. Kecuali pertanggungjawaban kita kelak...., waktumu telah kau gunakan untuk apa?

Waktu esok. Yakinkah bahwa itu milik kita? Belum tentu. Siapa yang tahu sampai di mana umur kita? Siapa tahu hari ini, jam ini, atau bahkan detik ini juga...adalah waktu terakhir kita. Sudahkah kita pikirkan? Padahal dalam setiap pergantian malam dan siang terdapat banyak sekali tanda-tanda keagungan-Nya. Apakah itu tidak bisa menggugah hatimu sama sekali? Atau kau terlalu lalai dengan nikmat-Nya? Menuntut hakmu dan melupakan kewajibanmu? Ingatlah wahai manusia....., telah datang peringatan-Nya jika kau mau mendengar, melihat, dan merasakan. Bahkan melalui air yang mengalir lembut..., melalui angin yang bertiup sepoi-sepoi..., melalui hujan yang turun rintik perlahan..., ataupun melalui gunung yang memuntahkan isinya!

Dan hanya satu waktu yang kita miliki. SEKARANG. Karena esok belum tentu kita temui. Dan kemarin sudah bukan hak kita lagi. Maka janganlah kita menunda apa yang bisa kita kerjakan hari ini. Tangan ini kelak akan bercerita, kaki ini kelak akan bersaksi, mata ini akan berucap...tentang apapun yang sudah kau perbuat dengan anggota badanmu! Wahai..., sudahkah kita pikirkan skenario apakah yang kelak akan kita mainkan? Tangan akan mengatakan apa? Kaki akan mengatakan apa? Mata akan bicara apa? Tak malukah kita jika tangan berkata bahwa ia kita gunakan untuk mencuri? Atau tak ngerikah kau ketika kaki ini berkata, “Aku selalu berjalan menuju ke tempat maksiat.”?

Waktu. Penuh misteri. Bisa jadi hari ini kita beriman, nanti sore kita kafir. Atau sebaliknya. Maka berdoalah, semoga Tuhanmu mematikanmu dalam keadaan khusnul khatimah. Dan malaikat pun akan menyambutmu penuh keramahan sambil berkata, “Wahai jiwa yang tenang... Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhoi-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan-Ku  dan masuklah ke dalam surga-Ku.”

Ketika sudah tak ada waktu lagi..., maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang telah kau dustakan?









info percetakan murah klik di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI