Google+ Followers

Selasa, 27 Januari 2015

Remember that Feeling!



The book I read
Eleanor & Park
By: Rainbow Rowell




Remember That Feeling!


                Hello there, saya mau share cerita sebuah buku yang akhirnya bias saya baca November 2014 lalu. Buku ini, Eleanor & Park, sebenernya udah mencuri perhatian saya dari tahun 2013, tapi baru tahun lalu kebeli dan kebaca gak tau kenapa.


Pertama lihat buku ini di Gramedia Matraman edisi terjemahan. Saya baca sinopsisnya dari belakangcover buku dan tertarik karena isinya tentang dua orang yang senaang baca buku, kok rasanya kaya ketemu soulmate yah… saya saat itu juga udah mulai ngedraft yang konon kabarnya adalah sebuah novel :p  dan yang kebetulan juga bercerita tentang look what the book has done to you.


Dan akhirnyaaa… seminggu sebelum ulang tahun saya yang ke sekian-sekian itu buku idaman pun sampai di tangan dan mulai dibaca.

    Ternyata, buku karangan Rainbow Rowell yang ber- genre young adult itu  berkisah juga tentang cinta pertama. Halaman demi halaman saya baca dan mulai masuk ke dunia Eleanor dan Park, dua tokoh di buku yang berjudul sama itu, lalu tenggelam bersama kisah mereka dan akhirnya merasa ditampar karena ternyata kisah cinta monyet itu dimana-mana sama ya, padahal gak ada sekolahnya. Eleanor dan Park mengembalikan ingatan dan perasaan lama ketika mulai mengenal cinta, aih aih. 

 There’s always the first thing in everything you do. That’s what some people say. Selalu ada hal pertama yang kau lakukan dalam hidup ini: pertama kali nyetir kendaraan, pertama kali traveling, masak, pacaran, dan sebagainya. Kayak apa sih rasanya? Pasti kamu juga pernah ngerasain deh, yak an? Ngaku deh… hehehe… apa kamu ngerasas takut? Excited? Ragu-ragu? Gak sabaran? Atau apa?
 
 Membaca buku ini mengingatkan saya pada waktu kali pertama naksir cowok. Waktu itu SD kelas 1 umur 6 tahunan mau  7. Pertama kali bertemu di dalam kelas dan dia begitu menakjubkan karena ganteng dan kayaknya ada bakat jadi player (hahaha… dari kecil kayaknya saya udah biasa mendeteksi kadar ke play boy-an seorang lelaki ;P). Begitu naik kelas dua, kami sekelas lagi dan sebangku! Ah, saya berasa masuk surga!

               Emm… maaf ya saya jadi curhat, oke, ini cerita singkat tentang cerita Eleanor and Park.
 Jadi begini ceritanya,


            Eleanor dan Park adalah kisah cinta pertama dua anak manusia berusia 16 nyaris 17 yang bertemu pertama kali di bis sekolah. Kisah mereka lucu, memikat, lucu tapi juga tragis dan kelam, namun indah (kalo gak percaya gak papa kok). Ketika kau merasa dunia mu sudah runtuh rasanya kau bias membangunnya kembali menjadi istana bersama dia disamping mu. Itulah perasaan Eleanor dan Park.


           Eleanor Douglas, gadis berambut merah, gemuk dan selalu berpakaian bak lelaki-parahnya gak pernah matching, kacau banget selera fashionnya- kaos kebesaran, celana training dan berbagai atribut yang gak jelas buat seorang cewek. Si rambut merah berdiri di dalam bis-new kid on the block- jadi anak baru emang selalu gak enak, semua mata memandangnya. I merasa sendirian dan nelangsa. Tak ada yang mau berbagi tempat duduk dengannya, sampai akhirnya ada seseorang anak lelaki yang membiarkannya duduk di sampingnya. Namanya Park. Park Sheridan.


               Park Sheridan, blasteran Amerika-Korea Selatan (sayang, setting ceritanya taun 1986 di Ohama, Nebraska, coba kalo sekarang… sooo Kpop!), pecinta band punk, komik yang di paksa belajar Tae Kwondo dari kecil sama daddy nya dengan alas an untuk membela diri.


                Eleanor dan Park gak pernah bertegur sapasepanjang perjalanan pergi dan pulang sekolah  setiap hari. Sampai pada suatu hari Park meminjamkan sebuah komik pada si rambut merah yang sering jadi bahan bully beberapa teman di bis dan di sekolah juga, padahal ia anak pintar, terutama di pelajaran sastra. Komik itu samapi ke tangan Eleanor tanpa kata hingga akhirnya mereka mulai saling bicara, mengenal dan jatuh cinta.

                Komik, dan rekaman lagu kompilasi band punk adalah bahan obrolan mereka. Buat Park, Cuma Eleanor yang memahami kesukaannya pada dua hal tersebut. Dan bagi Eleanor, Park adalah matahari, karena mungkin cuma ia gadis di dunia ini yang gak suka dengan weekend. Hatinya selalu kangen pada Park dan tak sabar menunggu hari sekolah tiba.


                Eleanor dan Park adalah dua remaja dari dunia yang berbeda. Park dari keluarga harmonis dan penuh cinta sedangkan Eleanor sebaliknya, merasa hidup dalam neraka bersama ayah tiri yang selalu rasis dan penuh kekerasan padanya. Dengan gaya pacaran backstreet (Eleanor dilarang bergaul dengan lelaki oleh ayah tirinya, Richie, karena selalu akan dianggap bakalan hamil seperti ibunya dulu), sedangkan ibu Park awalnya gak terlalu menyukai Eleanor karena berpakaian seperti anak lelaki dan aneh buatnya, meski akhirnya menerima si rambut merah itu karena suggestin dari suaminya.


                Akhirnya Richie tau kalau Eleanor berpacaran dengan seseorang (dia gak tau kalau anak lelaki itu namanya Park), ia mulai kalap dan memarahi ibu Eleanor, mengatai-ngatai mereka. Eleanor pun jadi takut, ia memutuskan kabur. Park dengan rela melakukan misi penyelamatan gadisnya; menulis surat untuk keluarganya kalau ia akan pergi untuk suatu  urusan penting dan harus menolong Eleanor. Ketika ia sedang menyelinap keluar rumah di suatu dini hari, ayah Park memergokinya dan setelah berterus terang ia mengijinkan Park untuk membawa Eleanor ke Minnesota, rumah paman Eleanor dengan berbagai syarat keamanan.


             Eleanor selamat sampai rumah pamannya, dan mereka berpisah. Park selalu menulis surat setiap hari untuk Eleanor dan memandangi rumah gadis itu setiap waktu. Si rambut merah kesayangnnya tak pernah membalas suratnya. Bagi Eleanor Park bukan seorang pacar, dia adalah jagoan.  Dipandanginya semua surat Park diatas lantai, lalu satu kartu pos datang menghampiri Park. Hanya tiga kata saja. Dari Eleanor. Park tersenyum.
                Pengarangnya Rainbow Rowell menuliskan dengan lincah dan meyenangkan buat saya. Buku ini mendapat banyak apresiasi dari beberapa penulis top juga seperti Jhon Green, salah satunya-penulis The Fault In Our Stars yang sudah di filmkan juga dan bikin banyak cewek butuh banyak tissue buat mengelap mascara yang luntur karena nangis terus- Tapi sayangnya buku ini juga kena kontroversi di suatu sekolah di Minnesota yang melarang mendisplay buku ini karena isu yang diangkat adalah soal rasis, bully, body image, dan kekerasan. Tapi gak ada salahnya kan di baca? Cerita ini membuka mata saya untuk bagaimana bersikap  dan bertahan pada semua hal tak menyenangkan tersebut.

                Mungkin kamu belum pernah pacaran, atau tak mau pacaran…. Gak apa-apa, sekali lagi itu gak dosa. Tapi jika kamu pernah memiliki seseorang yang begitu berharga, seorang jagoan (bukan cuma pacar, bias teman, sahabat, atau siapa pun yang menjadi matahari dan jagoan pertama dalam hidupmu), pasti kamu bisa merasakan apa yang Eleanor dan Park rasakan di buku ini. Saya termasuk orang yang menghargai sebuah kenangan. Kisah cinta pertama Eleanor dan Park benar-benar mengembalikan perasaan itu. Jadi, apapun kenangan mu, just remember that feeling. Kenangan manis bisa membuatmu bahagia, kenangan buruk bisa mendewasakan mu seiring waktu dan bisa membantu orang lain untuk menata masa depannya lagi.
                So I recommend this book for you to read! Ada edisi bahasa Indonesia, kok. Saya bacanya yang edisi bahasa Inggris. Terus, share yah pendapat kamu nanti J
Happy Reading!

  

informasi penerbitan buku klik Di sini
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI