Google+ Followers

Rabu, 21 Januari 2015

"Rasa" Dalam Tulisan

     

Pada dasarnya setiap tulisan yang kita baca  mempunyai rasa di dalamnya. Ini adalah hasil dari jeli atau tidaknya seorang penulis. Mungkin di antara Anda pernah membaca tulisan yang dari paragraf awal saja sudah "hambar" dan membuat malas melanjutkan bacaan. Seringkali pula ada tulisan yang "renyah", "gurih", dan krenyes-krenyes :) sehingga Anda merasa ketagihan dan menginginkan tulisan tersebut berlanjut.
Sebagai seorang pembaca dan penikmat tulisan,(saya merasa belum pantas disebut penulis karena minimnya pengalaman,-Pen)  ada beberapa hal yang menjadi catatan saat menikmati sebuah tulisan, apakah fiksi maupun non fiksi. Ibarat sebuah masakan, tentu ada resep yang membuat tulisan itu menjadi nikmat. Namun jika dibuat asal jadi tanpa resep dan takaran yang pas, maka rasanya pun akan "kacau". Apa saja resepnya? Cekidot !
1.      EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)
Ejaan Yang Disempurnakan (disingkat EYD) adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan Ejaan Republik  atau Ejaan Soewandi. Penjelasan lebih lanjut silakan intip di: http://id.wikipedia.org/wiki/Ejaan_Yang_Disempurnakan.
Tulisan dengan EYD berantakan akan sangat menyakitkan mata dan otak pembacanya. Saya pernah membaca sebuah koran lokal yang setelah membacanya kepala menjadi pusing. Alih-alih mengerti dengan apa yang dibaca, saya justru kehilangan selera untuk membaca habis tulisan dalam koran tersebut. Sedemikian pentingnya EYD, sehingga dalam grup kepenulisan KBM yang saya ikuti  hal ini yang paling pertama dikritisi pada setiap tulisan yang diposting. Jadi, jika ingin membuat tulisan yang enak dibaca mulailah dengan memperbaiki EYD dalam tulisan Anda.
2.      Tema
Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran tentang suatu hal yang membangun tulisan. Dalam menulis cerpen, puisi, novel, karya tulis dan berbagai macam jenis tulisan lainnya haruslah memiliki hal ini. Jadi jika diandaikan seperti sebuah masakan, tema adalah bahan pokok. Tema juga hal yang paling utama dilihat oleh para pembaca sebuah tulisan. Jika temanya menarik, maka akan memberikan nilai lebih pada tulisan tersebut. Namun jika yang diambil adalah hal yang sudah umum/klise,  itu seperti menghidangkan masakan basi. Tinggal tergantung Anda, apakah mengangkat tema yang aktual(terkini/hangat dibicarakan) atau memilih tema yang faktual(sesuai dengan fakta/kenyataan).
3.      Alur/Plot
Alur atau plot adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa penting sehingga menjalin sebuah cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita. (Siswanto, Wahyudi. 2008.Pengantar Teori Sastra). Tahapan alur atau plot terbagi menjadi lima bagian yaitu : penyituasian(situation), pemunculan konflik (generating circumstances), peningkatan konflik (rising action), klimaks, dan penyelesaian(denoument). Alur dapat dibedakan berdasarkan kriteria urutan waktu, jumlah plotsub-plot, kepadatan, dan isi. Selain itu alur yang biasa digunakan penulis antara lain: alur maju(progresif), kilas balik(regresif), alur campuran, alur erat, alur tunggal, alur ganda, dan alur menanjak. Pemilihan alur yang tepat membuat tulisan menjadi lezat, enak dinikmati dan memuaskan pembaca.
4.      POV (point of view/sudut pandang)
Sudut pandang (point of view) adalah elemen penting dalam tulisan karena merupakan cara seorang pengarang/penulis  menempatkan dirinya di dalam tulisan. Sudut pandangan tokoh ini diwujudkan ke dalam pandangan tokoh-tokoh yang terdapat pada tulisan terutama fiksi. POV terbagi dalam beberapa macam, yakni POV1 yang berupa penokohan “Aku”, POV2 dijelmakan dalam tokoh orang kedua “Kau”, “Kalian”, POV3 yang ditokohkan sebagai orang ketiga “Dia”, “Mereka.” Selain itu terdapat POV campuran yang merupakan penggabungan dari POV yang ada. Pemilihan POV yang baik akan membuat pembaca serasa berada di dalam cerita, seperti merasakan manis, asam, asin, dan pahit di lidahnya. Bahkan dalam POV yang kuat, penikmat tulisan seakan terbawa keharuman aroma suatu masakan, eh tulisan. :)
5.      Pesan dan Kesan
Pesan dalam tulisan adalah seperti nyawa dalam tubuh, seperti rasa dari makanan. Pesan tersebut bukan berarti penulis hendak mengajari pembacanya, melainkan sebagai  sarana menyampaikan kebajikan dan kebenaran. Pesan yang disusun dengan apik baik yang tersirat dan tersurat dalam suatu tulisan akan meninggalkan kesan yang mendalam bagi pembacanya. Ketika suatu tulisan menimbulkan efek bagi pembaca apakah mereka menjadi marah, jengkel, tertawa, bahkan menangis, maka dapat dipastikan pesan tulisan tersebut telah sampai bagi penikmatnya. Namun harus diingat, penyampaian pesan yang terkesan menggurui bisa diibaratkan masakan yang terlalu banyak garam, alias keasinan.
Pada akhirnya, menulis merupakan akumulasi pengalaman bagi penulisnya. Semakin banyak berlatih, Anda akan semakin piawai membuat tulisan yang enak. Salam karya!

Bangmo Muhammad Ridwan
info penerbitan buku murah silahkan klik di sini

Sumber-sumber:
1.      http://id.wikipedia.org/wiki/Ejaan_Yang_Disempurnakan
2.      http://www.rumpunnektar.com/2013/02/pengertian-alur-atau-plot.html
3.      http://www.rumpunnektar.com/2013/12/macam-macam-sudut-pandang-dalam-menulis.html
4.      http://caramenulisbuku.com/caramenulisbuku/pesan-dalam-tulisan-itu-wajib.htm

3 komentar:

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI