Google+ Followers

Selasa, 20 Januari 2015

Pernah Mentok Saat Menulis?


Berawal dari keluhan seorang teman yang terdengar lirih sekali saat menghadapi kesulitan dalam menulis :”Entahlah…! Mungkin aku memang nggak bakat buat jadi penulis.”
***
Seorang anak kecil bernama Ahmad, berumur 7 (Tujuh) tahun, kelas 2 SD. Dia senang sekali dengan olahraga terutama sepak bola. Dia paham bahwa untuk menjadi seorang pemain sepak bola selevel L.Messi, selain harus memiliki tekhnik menggiring juga harus mampu berlari dengan cepat.

Pernah di suatu sore saat dia bersama kawan-kawannya hendak bermain sepak bola, dia selalu melakukan pemanasan atau biasa disebut dengan warming-up. Saat dia tengah asyik memainkan bola dengan kedua kakinya, seorang teman mengajaknya ke sebuah warung untuk beristirahat sejenak dan menikmati sebotol air mineral, namun dengan ringan dia jawab :”ogah ah gue males ! Warungnya jauh.”

Setelah itu dia menendang bolanya ke arah gawang dan mengganti gerakan warming up dari memainkan bola dengan kedua kaki menjadi lari-lari mengelilingi lapangan hingga tiga kali putaran. Padahal jarak lapangan ke warung itu sama dengan dia berlari mengelilingi lapangan sekali putaran saja.

Ini bukan aneh, namun bisa diklaim bahwa seseorang bisa saja mengatakan bahwa dia lelah dalam melakukan satu hal tapi tidak untuk hal yang lain.

Begitupun dalam menulis. Banyak dari kita sebagai pemula yang mengalami  keadaan “mentok” dalam menulis saat kita tengah asyik-asyiknya menulis cerpen, artikel atau puisi. Padahal ide sudah matang, alur sudah mantap, pemakaian diksipun sudah oke. Begitu tahap eksekusi didepan laptop, mentok ditengah-tengah.

Jangan putus asa kawan! Nggak mau kan kalah ama si Ahmad yang baru berumur 7 tahun?
Tinggal berhenti sejenak untuk menulis dan cari kegiatan lain yang bisa membuka fikiran kita untuk kembali mengumpulkan ide. Setelah fresh, kita bisa kembali untuk focus menulis.
Selain energy terkumpul, kadang pengalihan kegiatan menjadikan kita lebih bersemangat dalam berkarya.

Intinya, saat mengalami mentok dalam menulis, itu bukan berarti hangus impian kita untuk jadi seorang penulis. Santai kawan! Meskipun kadang terikat deadline, jangan khawatir! Sebab setiap tulisan akan menemukan nasibnya masing-masing.

Wassalamu’alaikum wr.wb

JOB
Indramayu, 20 Januari 2015



#info penerbitan murah klik di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI