Google+ Followers

Rabu, 21 Januari 2015

Perkataan Adalah Do'a

Perkataan Adalah Do'a
oleh: Rinidiyanti Ayahbi

"Dasar bego! Makanya kalau jalan matanya ke depan!"

Deg! Tidak sengaja saya mendengar suara seorang ibu yang memarahi anaknya yang sedang menangis. Mungkin terjatuh, tapi masa iya marahnya sampai keluar kata-kata kasar?

Ah ... penasaran, saya melihat dari pagar. Anaknya terus menangis, sementara ibunya masih berkicau penuh amarah. Tangan si anak diseret kasar. Entah apa yang ada di pikiran ibu itu. Anakmu masih kecil, Bu. Masa dibilang bego sih? Antara kesal dan kasihan , saya langsung teringat satu cerita yang pernah saya baca.

"Seorang anak kecil sedang asyik bermain tanah. Sementara sang ibu sedang menyiapkan jamuan makan yang diadakan sang ayah. Belum lagi datang para tamu menyantap makanan, tiba-tiba kedua tangan anak kecil yang mungil itu menggenggam debu. Ia masuk ke dalam rumah dan menaburkan debu di atas makanan yang tersaji. Ibunya masuk dan melihatnya, sontak beliau marah dan berkata, "Idzhab ja'alakallahu imaaman lilharamain!" ( Pergi kamu! Biar kamu jadi imam di Haramain! ). Dan subhanallah, kini anak itu telah dewasa dan menjadi Imam di Masjidil Haram. Siapa anak kecil yang didoakan ibunya saat marah ? Beliau adalah Syeikh Abdurrahman as-Sudais, Imam Masjidil Haram yang nada tartilnya menjadi favorit kebanyakan kaum muslimin di seluruh dunia."

Ini adalah contoh teladan yang selalu membuat saya ingat kala marah, menahan lisan agar tidak asal mencela, tidak asal merendahkan anak-anak. Anak-anak juga manusia walau mereka belum punya kemampuan dibandingkan orang dewasa. Sebagai seorang muslim juga tak diperbolehkan berkata kasar atau kotor seperti disebutkan dalam satu hadits: Ibnu Mas’ud radliyallahu anhu berkata, telah bersabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam, “Bukanlah seorang mukmin orang yang suka mencaci, orang yang gemar melaknat, orang yang suka berbuat/ berkata-kata keji dan orang yang berkata-kata kotor/ jorok."[HR at-Turmudziy].

Saya sampai meniru caranya, saat marah sambil mendoakan, "Dasar Abang Azim anak sholeh! Main di luar aja sana biar jadi hafidz!" Marah malah langsung hilang dan tersenyum. Saya belum menjadi ibu yang baik tapi sungguh, perkataan adalah do'a. Julukan "mujahid" untuk ketiga anak saya bukan sesuatu yang berlebihan bukan? Karena sudah mengakar di dalam hati, semoga mereka menjadi pejuang yang selalu merindukan syurga. Do'a yang tidak terhalang adalah do'a orangtua kepada anaknya. Anak sendiri dibilang bego, bagaimana kalau dewasa nanti jadi bego betulan?

Wallahu a'lam bis shawab

Jakarta, Januari 2015



Info mengenai percetakan buku murah silahkan klik di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI