Google+ Followers

Sabtu, 24 Januari 2015

Ow ... ow ..., Siapa Dia? Episode 5

Hari ini rada telat pake banget untuk memulai acara yang dinanti-nanti pemirsah setia LovRinz. Apa lagi kalau bukan Ow ... Ow ..., Siapa Dia?

Sejak pagi sibuk membereskan rumah karena akan kedatangan tamu spesial dari Jakarta. Timbul ide cemerlang. Kali ini bakal mewawancarai dua gadis belia--yang satu ngakunya sih sudah umur sekian-sekian dan tak bisa disebut belia lagi ... hihihi--

Pasti pada penasaran kan ya ... siapa sih tamu LovRinz yang serius banget ngebet buat mengunjungi LovRinz jauh-jauh sampai dibela-belain naik kereta, lalu naik angkot, lalu elf lalu ngojek dan sampailaaahhh ke kediaman LovRinz yang baru.

Yuuk, kita kenalan ...

Duo gadis yang sangat lucu ini--kata Kahpie dan Bianca sih, soalnya tante-tante yang cantik ini hobi sekali bikin orang tertawa, sampai Yayah juga ikut-ikutan keluar sifat aslinya, ngakak sana-sini hihii.

Ini dia orangnya ...






Ada yang tahu siapa mereka?

Si Gadis Berkerudung itu, namanya Heny Pertiwi. Dan yang berhidung mancung di sebelahnya, ternyata adalah seorang penulis yang pertama kali kukenal karena tulisannya yang ajib tentang Cinderela di Komunitas Bisa Menulis, mbak Ayudya Ariana. *LovRinz ingat banget, ketika baca tulisan itu, langsung jatuh cinta dan dalam hati pengen banget kenal sama orangnya dan pengen nyuri ilmu komedinya. Langsung saja ngeadd tapi, gak berani minta ilmu ahahah -- maluuuw.

Duo gadis kocak datang ke Cirebon sengaja pengen gangguin LovRinz heheh, enggak dink, sebenarnya mereka berdua punya misi khusus.

Mbak Heny Pratiwi, wanita yang sedang memasuki usia dewasa ini bekerja di sebuah perusahaan cargo di Jakarta. Mbak Heny cukup lama gabung di KBM (senior yang nyaris tak pernah muncul--sesekali posting). Gadis humoris dan ramah ini sejak beberapa bulan lalu, mengikuti semacam ... ehm ... bisa dibilang privat lah ya, menulis novel. Yang dalam waktu dekat akan segera dipublish di LovRinz Publishing. Sebuah novel remaja dewasa islami yang oke banget. Nah, ceritanya, si mbak yang secara tampang sebenarnya kalau boleh dibilang sih, agak lugu *hihihi gampang banget ngerjain si mbak ini, pokoknya ekspresinya itu bener-bener ngegemesin* pengen banget ngelihat proses sebuah naskah, terutama naskah novelnya, diproduksi menjadi sebuah buku novel, dan kepengennya lagi bisa memegang bukunya sebelum dijual ke publik. Tapi sayang seribu sayang, si buku belum bisa diproses, sebab menunggu sebuah endorsement dari seorang penulis ternama. Jadi tertundalah terbitnya. Sabar ya, mbak Heny *puk puk punggung hehehhe.

Mbak Ayudya Ariana, malah lebih senior di KBM. Guru TK di sebuah sekolah international di Jakarta itu bener-bener hadir di hadapanku. Seriusan aku surprise banget waktu beliau inbox katanya sedang meluncur ke Cirebon bersama mbak Heny. Subhanallah. beneran haru. Soalnya aku jatuh cinta banget sama tulisan Cinderela itu loh. Kalau Sahabat suka buka info postingan terbaik di KBM, nama beliau ini termasuk loh dalam satu contoh tulisan terbaik untuk komedi kalau tak salah.

Tapi, kedatangannya di Cirebon tak sia-sia. Selain bertanya-tanya tentang penerbitan di LovRinz dan hal-hal kepenulisan lainnya, beberapa saat setelah keduanya mendarat dengan sempurna di stasiun, langsung diajak jalan-jalan ke Kuningan. *sayang sekali tidak ada sesi foto-foto sebab hape LovRinz lagi lobetbetbet, sebel ...

Kali ini Ow, Ow, Siapa Dia? agak berbeda. Tak ada sesi tanya jawab, karena emang gak sempat buat secara khusus bertanya ini itu. Cuma LovRinz pengen berbagi pengalaman saja seharian bersama Mbak Heny dan mbak Ayudya.

Beneran deh, tiada waktu sepi bersama mereka sejak pertama kali menginjakkan kaki ke rumah. Saat mau merem aja nih -- saat LovRinz mengetik kisah ini, dua dara itu ngobrol cekikikan aja, entah apa yang diobrolin. Tapi barangkali karena lelah, tiba-tiba senyap ... lambat laun, terpejamlah mereka. Hihihi

Ada satu hal yang LovRinz ingat saat ngobrol di Sangkan, tempat pemandian, saat menemani anak-anak berendam air hangat, Mbak Ayudya mengeluarkan satu kalimat yang buatku ajib banget.

"Hidup ini sudah menyedihkan, buat apa lu menulis kisah-kisah yang sedih."

Jleb banget. Oh ... pantesan cerita-cerita mbak Ayudya yang pernah kubaca selalu mengandung tawa--berlebihan bahkan. Rupanya barangkali ada dendam kesumat akan hidup yang menurutnya menyedihkan itu, hihihi, mungkin salah satunya adalah karena mbak Ayu belum juga dapat jodoh. Ada yang mau daftar? hehehe Bolehlah LovRinz jadi makcomblang hihihih. Kata-kata sederhana itu mampu membuka alam pikiranku. Selama ini kebanyakan aku menulis kisah yang sedih dan menyedihkan, baik status atau kalimat-kalimat biasa. Sebenarnya itu tak baik juga, sebab akan membawa aura negatif bagi siapa saja yang membacanya. Beruntung di hari-hari terakhir ini sudah bisa mengendalikan diri untuk tidak menuliskan sesuatu yang so sad, termasuk keluhan-keluhan ... lebih baik kita belajar menulis kisah komedi, selain menggembirakan diri sendiri, juga tentu bahagia bisa membuat orang lain tertawa.

Hoams ... Jarum jam sudah menunjukkan pukul 11.16 malam. Rasanya aku sudah tak kuat lagi ngetik. Duo dara imut itu sudah tidur.
Lain kali kita akan mewawancarai secara khusus kedua orang yang super berisik itu hihihi. Supaya bisa lebih mengenal lagi, siapa sih mereke berdua ... hihihi

Kalau mau kenalan sendiri, bisa kok hubungi facebooknya, atau mau minta nomor hape? WA? pin BB? Pin ATM? Nomor Rekening? Sok atuh, yang mau siapa, nanti kumintain deh ... hehehe

Sampai jumpa esok hari ya ... :)








1 komentar:

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI