Google+ Followers

Rabu, 21 Januari 2015

Menulis Itu Hukumnya Wajib


Kalau ngomongin soal wajib, itu berarti haram jika tidak dikerjakan. Orang islam wajib sholat, kalau tidak sholat dia berdosa, dan dilain waktu harus meng-qodho-nya sebagai ganti sholat yang telah dia tinggalkan. Contoh lain misalnya pajak. Bayar pajak hukumnya wajib, kalau nggak bayar  kena denda.

Lantas bagaimana bisa menulis hukumnya menjadi wajib?

Pertanyaan ini sebenarnya ditujukan untuk mereka yang memang profesinya adalah penulis. Bahasan mengenai wajib. Sebenarny banyak gambaran untuk dipaparkan dalam hal ini. Contoh sederhana; seorang pelajar. Dia punya kewajiban untuk belajar. Jika nggak belajar atau meninggalkan –pekerjaan- belajarnya. Maka secara otomatis dia terlepas dari profesinya sebagai pelajar.

Pun dengan penulis. Namanya juga penulis, maka wajib baginya untuk menulis. Jika sekali saja dia tinggalkan pekerjaan menulisnya, maka secara otomatis dia melepaskan diri dari profesinya sebagai penulis.
“Kan setiap hari aye nulis, Bang!”
“Nulis apaan?”
“Sms, update status di FB ama twitter”
“Weww... ##@@??”

Lebih fokus dalam hal ini, wajibnya seorang penulis untuk menulis setiap hari. Targetkan semisal sehari kita nulis puisi satu judul. Tentukan juga berapa bait yang dicapai. Ini sederhana namun luar biasa, sebab jika dalam sehari kita menghasilkan puisi dengan satu judul saja, maka dalam setahun kita memiliki koleksi 360 puisi. Tinggal bikin layout cover dan kirim ke LRF Publishing House. Setelah itu, setidaknya ada membuktikan bahwa anda memang seorang penulis.

Lantas bagaimana kalau nggak ada ide?

Ini excuse! Excuse yang bener-bener dipakai untuk penulis yang secara otomatis ingin melepas dirinya dari profesi sebagai seorang penulis.

Dalam sebuah workshop kepenulisan, Asma Nadia pernah berkata bahwa; manusia adalah buku-buku yang berjalan. Artinya setiap manusia punya satu cerita. Jika dalam satu keluarga saja terdapat lima anggota keluarga –Ayah, ibu, kakak adik dan penulis itu sendiri- itu berarti ada lima cerita yang berbeda dalam satu atap rumah itu.

Jadi aneh jika ide dijadikan hambatan paling penting dalam menulis. Intinya menulis itu hukumnya wajib bagi penulis, dan tidak alasan baginya untuk tidak menulis.

Buat kamu –seorang penulis, saya ucapkan selamat menulis!

Indramayu, 21 Januari 2015
Jayadi Oemar Bakrie

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI