Google+ Followers


Hai ... hai ... jumpa lagi ....

Maafkan ketidakhadiranku selama beberapa hari ini. Selain penyakit malas menyerang, juga disibukkan oleh tumpukan naskah yang minta dibelai.



 Kali ini siapa ya yang akan kita korek kehidupannya? Aha, kocok arisan dulu. Jreng ... jreng ...

Oh No!!! masa yang keluar namanya si Yayah?! ahahaha No No No.
 Kocok lagi ah. Jreng jreng ... Yippie, inilah dia ... Mau tahu? Apa mau tempe?
Heheh kali ini yang kita ajak ngobrol adalah seorang ibu muda yang lagi giat-giatnya belajar menulis di Kelas Online LRF. Ssst ... setahuku mbak ini agak susah diajak ngobrol. Aku sempat serem soalnya pernah baca krisannya di salah satu postingan sahabat LRF, mbak ini agak pedes juga loh. Tapi mari kita coba yuk kenali lebih dalam lagi seorang Jeli Manalu. Ada yang belum kenal? Yuuuk




Mbak Jeli, banyak nih yang belum kenal siapa sih seorang Jeli Manalu,  bisa cerita sedikit gak tentang diri Mbak?

Aku? Hehe… Aku hanya mau dan akan mau menceritakan tentang diriku kepada seseorang yang mungkin tidak terlalu aktif melihatku. Maksudku-- hanya menceritakan yang pantas aku ceritakan dan menyimpan segala yang pantas untuk disimpan. Tidak dengan mudah mengutarakan isi-isi di hati, mungkin kategori makluk yang tidak terlalu lihai dalam mengutarakan sebuah keinginan. Aku punya prinsip tidak mau terlalu dekat dengan siapa pun. Semua biasa-biasa saja. Sebab terkadang beberapa orang yang terlalu dekat, akan memiliki kerumitan-kerumitannya sendiri. Kau akan merasa rumit untuk ikut-ikutan bahagia. Kau akan merasa rumit untuk menyamai kesetaraan. Mungkin kau akan berhutang ketika teman-temanmu mengajakmu berbelanja, dan sebagainya dan sebagainya. Ibarat kayu yang tumbuh dalam wadah yang sama, ketika angin melanda, maka gesekannya akan menimbulkan bunyi.

Wuih mantap nih, perumpamaannya

Aku lebih cenderung ke keadaan apa adanya. Keadaan yang sesungguhnya. Keadaan yang semestinya.
Serius amat ya, Mbak?

gak-gak, malah seneng serasa berbicara tentang filsafat hidup

Aku ini tipe manusia yang gampang moodi. Ummm, cukup galak tapi suka humor, terkadang cerewet, Tidak suka teh manis tapi suka camilan manis. Aneh gak?

Wah, aku jangan lama-lama nih di sini, bisa-bisa aku dijadikan camilan juga, aku kan manis wkwkwk

Aku juga punya masalah dengan tidur. Lebih suka mendengar musik dari pada menonton. Film yang disukai adalah film-film Korea, Thailand, barat seperti film kolosal-romance, keluarga dan tidak tentang robot-robot atau alien. Dan tidak pada sinetron-sinetron kita.

Wah, sama kita Mbak. Sinetron lebih banyak nonton aku ketimbang aku menontonnya

Memiliki seorang anak perempuan berusia 2,5 tahun yang kata orang-orang sama centilnya dengan aku. Hahahhaah… Penyuka warna-warna natural: Hitam, putih, cream, hijau, warna-warna tanah. Tidak terlalu suka ngumpul-ngumpul Diam-diam suka mempelajari orang-orang. Diam-diam suka merhatikan fasion korea Diam-diam …. Hah, terkadang aku pendiam.

Glodak, ujungnya itu lohhh … Hahhaha ya ampun, detail banget ... ternyata ... Mbak Jeli super juga. Aku mengenal mbak Jeli dari KbM, nah yang jadi pertanyaanku, sejak kapan suka menulis?

Aku juga mengenalmu di KBM, Mbak. Orang-orang bilang fansmu banyak. Yang terakhir kulihat dirimu sangat perhatian dengan orang-orang. Pun kulihat dirimu seseorang yang murah hati. Kau seorang dermawan di zaman ini. Salut padamu!

Hiyaaa, malah nyalutin aku hahhaa

Bicara soal menulis, mungkin sejak SD secara tidak sadar sudah menyukainya tapi tidak ada yang mengarahkan barangkali. Rumitnya kehidupan mungkin. Lalu ketika SMA tepatnya SMK, Mbak aku jurusan desain grafis gitu. Belajar mengenai sejarah percetakan, tentang johannes guttern barg. Cetak datar, cetak tinggi dan sebagainya, akhirnya ketika kelas dua aku magang si salah satu media cetak swasta di Medan selama 6 bulan. Dikarenakan medianya termasuk baru beberapa tahun berdiri, mungkin belum banyak penulis yang mengirimkan karyanya ke sana. Lalu, sekretarisnya bilang, "Adek-adek, jika ada diantara kalian yang mau mengisi rubrik.." apa ya, aku lupa sebab udah 14 tahun lalu, silahkan ditulisan, nanti diedit langsung sama bapak-bapak di bagian redaktur." Ya udah Mbak, aku coba. Kalau tidak salah waktu itu mungkin ada nulis 3 atau berapa cerpen ya dan beberapa puisi. Bahagianya, Mbak. waktu itu ada seseorang yang tidak dikenal ngirim surat padaku. Senang donk, Mbak. Itu kan fans namanya.

Waahhh kereeennnn Ihh gak bilang2 kalo pernah di percetakan, kan bisa bantuin di LovRinz gituuu

Itu udah lama, Mbak. Aku udah lupa. Sudah kutinggali sejak tahun 2009
Tapiiiiiiiiiiiii sejak dari situ, sejak aku tamat hingga bertemu dengan KBM akhir tahun 2013, selama itu pula aku bagai di telan tanah. Aku sudah tidak meneruskannya. Aku tidak memahami apa tujuan dari menulis itu. Apakah aku bisa makan dari menulis, apa bisa melanjutkan hidup dari menulis?

Wuih … pernyataannya bikin jleb banget. Apakah aku bisa makan dari menulis? Apa bisa melanjutkan hidup dari menulis? *mikir keras
Oh ya, aku beberapa kali baca tulisan-tulisan Mbak Jeli, *menurutku daya imajinasi mbak itu tinggi dan punya ruang sendiri yang kadang sulit untuk ditembusi. Siapa sih atau dari mana sih mbak belajar menulis yang kerap ada lompatan2 yang baru bisa kupahami setelah 2-3 kali baca? Seperti teka-teki tulisan mbak ituu

Siapa ya? Kuharap masih banyak lagi yang akan aku sukai dari kawan-kawan sekalian. Pada dasarnya aku lebih tertarik membaca buku-buku nonfiksi walau sesungguhnya buku yang kubaca masih jauh dari kata cukup. Selain itu aku juga suka membaca artikel tentang kesehatan, Mbak. Menurutku tulisan fiksi sekalipun di dalamnya itu tidak semata-mata untuk hiburan, selain pesan tentunya, menurutku akan lebih baik apabila tulisan itu mampu menambah ilmu pengetahuan bagi pembacanya. Misalnya jika dalam kisah tentang seseorang yang sakit kanker, sebutkanlah terapi-terapinya. Hal-hal yang harus kau hindari.
Dari yang sudah kubaca, buku Andrea Hirata, Mira W. cerpen, Norman Erikson Pasaribu, Pringadi Abdi Surya, Seno Gumira, Putu Wijaya, dan beberapa yang aku tidak hapal nama mereka
Tapi, Mbak, aku adalah seseorang yang kurang tekun. Terkadang tanpa sebab atau juga kadang-kadang memiliki sebab, tulisan-tulisanku menjadi tidak kusukai. Biasanya terjadi, ketika aku melihat tulisan-tulisan yang bagus.

Kalau menulis, mbak Jeli ini tipe orang moody-an atau enggak? Kalau iya, gimana cara mbak mengalahkan 'kemalasan' dalam menulis?

Terkadang masalahnya bukan hanya di Mood aja sih, Mbak. Misalnya, sedang tekun menulis lalu orang-orang datang berbelanja padahal ide lagi di ujung jari nih. Lalu, setelah meneliti diri sendiri, kemungkinan tipe seperti diriku adalah, jangan pernah meninggalkan tulisan selagi panas karena jika menjadi dingin ya itu, sama dengan nasi yang menjadi dingin. Kau tahu kan, aku tidak akan mungkin menyukai nasi yang sudah dingin

heheh ya, perumpamaan yang cocok. Siapa sih yang suka makanan dingin heheh
         
             hahahhah, minuman-minuman dingin saja sangat jarang aku konsumsi. Hahaha
           
            Wah, kalau itu mah aku doyan … apalagi dingin, dan manis, cocok banget untuk cuaca
           panas seperti di Cirebon ini hehehe
nah berhubung waktu mbak banyakan di toko--pasti keganggu sama pembeli, ada resep jitu gak buat mensiasati keadaan seperti itu?
 
Pokonya tulisan itu, kalau bisa harus kuselesaikan dalam dua tiga hari. Tapi ada juga lebih dari seminggu, tapi ya itu sudah kehilangan soulnya. Tapi Mbak perlu kau ketahui bahwa hingga kini belum ada karya yang kuciptakan dengan target. Sempat ikut dalam kolaborasi novel sekitar 4 bulan lalu, tapi yah itu, mengambang. Jujur, kepala menjadi pening, dan rada prustasi.Sebab pengalamanku menulis karena terpaksa, tertekan atau ambisi pada keadaan tertentu malah akan membuat otak tidak dapat memproduksi hormon-horman imajinasi. Saat ini, hanya fokus belajar dulu saja. Belajar merangkai kata, belajar menciptakan kata-kata sendiri, belajar membuar perumpamaan-perumpaan (metafora)...

wahhh, butuh perjuangan ektra ya buat jadi penulis beneran. Belajar, dan tak pernah berhenti.
Pernah ada kendala gak dengan suami atau keluarga, saking hebohnya mbak dengan dunia menulis?

Suami? Udah pasti bangetlah, Mbak. Pernah, oh bukan, tapi sering bahkan cukup sering ia memberiku gelar baru si wanita gila, kepala batu. Ketika kukatakan, butuh waktu lima tahun untukku supaya benar-benar dapat menuliskan sesuatu. Dia menjawab, "jangan habiskan waktumu untuk itu". Terkadang beliau mengatakan lagi, "menjadi penulis tidak akan membuatmu kaya." Tapi aku tahu, di sana ketika bertemu dengan teman-temannya bahkan ibu-ibu satu kumpulan kami, dia sering merasa bangga, di saat istrinya mendapat pujian."
Beliau sangat tidak sabar menanti-nantikan karyaku yang sungguh-sungguh muncul, katakanlah di koran. Tapi aku tidak terlalu mengambil pusing, aku malah giat memperkaya ilmu. Sebenarnya, dia hanya mengkritik ketika aku berlama-lama di depan layar. Mungkin bentuk perhatian kali ya, Mbak?

Hehhehe, iya mbak. Itu bentuk perhatian nyata dr suami. Sebelas dua belas lah sama suamiku hahhha. Butuh waktu untuk ia benar2 melepaskan kita buat menulis segila mungkin buat kita hahhaha
Aku yakin kok, dengan modal imajinasi yang mbak punya, media cetak akan membuka pintu buat tulisan-tulisan mbak
Pertanyaan penutup deh sekalian. Ada pesan gak buat sahabat LovRinz yang juga memiliki impian yang sama seperti mbak, dalam menulis?

Apa sudah bisa memberi pesan ya, Mbak. Sebab merasa belum jadi apa-apa. heheh
Mungkin yang bisa kusampaikan sejauh yang sudah aku alami adalah: - Kenali dulu dirimu. Tentu seseorang pergi dikarenakan sebuah tujuan tertentu. Seseorang yang berhasil versiku adalah seseorang yang tahu apa yang dia mau.
Kemudian, ini termasuk saran untukku sendiri yaitu: tangga-tangga tertinggi kau dapatkan setelah melewati tangga-tangga pertama. Ketika kau ingin melompat dengan segera ke ketinggian-- bukan tidak mungkin kau akan terjatuh--lalu kakimu akan remuk

kereeen. *bercermin juga deh aku jadinya.
Dari obrolan kita, aku mengenal mbak Jeli yang lain. Selama ini kesanku mbak Jeli itu rada kritis, agak galakan juga. Hehhehe ternyata mbak Jeli ramah, smart juga. Kata-kata yang keluar itu penuh hikmah. Ini kayaknya cocok buat dijadiin teman tukar pikiran. Hehehhe
Satu pertanyaan terakhir boleh yaaaa
Seberapa besar harapan mbak atas anugerah talenta menulis yang diberikan pada diri mbak? Ada target gak?

Aku orangnya termasuk detail juga, Mbak. kadang humble, kadang-kadang juga kiding-kiding. hahah
Harapan? Harapan adalah ketika kita melakukannya maka ada banyak harapan di sana. Sejauh ini target sih belum ada.
Hanya saja akhir-akhir ini setelah makin menyimak buku-buku, mencoba merenungi diri--Memegang kitab dengan jantung berdetak--menghubungkan yang satu dengan yang lain, tentu aku merasa, begitu banyaklah kelemahanku. Lalu timbul pertanyaan "Maka benarlah, jika dulu orang-orang sebelum kita tidak rela merelakan hidupnya untuk mencatat segenap kejadian semesta-- bisa jadi kita yang sekarang bukanlah kita"

T.T aku selalu takjub dengan kalimat-kalimat mbak Jeli
seriusan. Jempol deh mbak.

Ini berkatmu mbak, Rina. Setiap orang akan menyelamatkan yang lainnya. Setiap orang akan mempengaruhi yang lainnya. 4 jempol buatmu

Aih, mbak jeli bisa aja ... hehehe
eh satu lagi ... hehehe *dari tadi satu lagi satu lagi ...

Satu hal yang perlu kamu ketahui, Mbak Rina. Basicly aku cukup pemalu. Terkadang aku suka menyendiri untuk mendengarkan musik-mencatatnya-lalu menyanyikannya...
Terkadang aku juga suka belajar memasak

wah ... Sama lah ,... aku juga pemalu. Heheheh
Eh aku malah gak bisa masak. BAgi resep dunk... *aku suka malu kalau hari-hari tertentu Yayah tiba-tiba sibuk sendiri di dapur. Maasakannya gak kalah dari masakan resto ... T.T

Aku merasa cukup beruntung, sepertinya orang-orang yang aku temui semunya orang berhati baik.
Hah? Lho, suamiku juga suka protes tentang masakan. Bahkan menurutku beliau tidak akan mau menu yang itu-itu saja. Ada kalanya dia memasakkan Mie lalu membaginya untukku. Terkadang dia sibuk mengulek cabai di dapur. ahahha

hahahha ya ampun suaminya samaan. kayaknya kalo dua suami kita ngumpul pada perang ulekan di dapur hahaha
eh tadi aku mau tanya 1 lagi hahah sampe lupa. Dari sekian banyak genre, manakah yang begitu menggambarkan diri mbak Jeli?

Genre itu apa ya, Mbak? Apakah itu sejenis penghangat tenggorokan?
Mungkin dewasa ya, Mbak?

Ahhahaha itu jenis tulisan mbak. Lebih suka jenis tulisan yang bagaimana?

Tulisan itu yang bagaimana ya? Sering dengar tentang genre tapi tidak begitu memperhatikan. Mungkin yang Romantic-Family
Apakah kepalaku sedang tidak menyimak?

Hehheheh nah itu mungkin ya. Hihihi tampaknya si mbak sudah mulai mengantuk deh.
Oke deh kayaknya cukup segitu untuk wawancaranya. Makasih ya mbak Jeli atas waktu yang sudah diberikan. Sambil jaga-jaga toko, nyambi ngurus anak, dan ditinggal bobo juga hihihi. Sukses selalu untuk mbak Jeli, semoga dalam waktu dekat bisa diberi hadiah istimewa sama suami karena karyanya ada yang masuk Koran. Aamiin.

Amin. 
Jeli Manalu's Family
Mbak Jeli ini fotogenik loh ... *bakat jadi model
Yang mau kenalan lebih dekat, atau sekadar sharing dengan mbak yang ajib banget kata-katanya, silakan ketuk jendela FBnya ya.

*sekarang mau lanjut ngebelai naskah-naskah lagi.

Sampai jumpa di Ow Ow Siapa Dia? edisi selanjutnya.
Run For Your Life!

Nasib itu di bangun sendiri.





Oke, itu beneran foto saya dan bukan tempelan pake tehnik sotoshop :P
Liat kan di latar foto: ada tanggal, hari dan bulan dimana event lari-larian ini terjadi. Hari Minggu, 11 May 2014 alias taun kemaren.

Ini pengalaman pertama saya jadi runner dadakan. Gara-garanya diajakin temen untuk nyoba jadi runner, kebetulan olah raga murah meriah ini lagi hits banget sepanjang tahun kemarin (sekarang juga masih sih!). Ah, lupa! olah raga ini gak murah-murah banget lah ternyata. Tau kan yang bikin mahal apa? Running gear nya! kalo gak percaya cek deh ke semua toko sepatu lari dan para kroninya, dan kadang harga registrasi running event ini bisa lumayan bikin bangkrut dan gak bisa jajan dalam sebulan. Percaya deh!


Untuk event Pocari Sweat Safe Running ini saya harus merelakan 200ribu rupiah (isi race pack: kaos official uniform dari Adidas, botol minum Pocari, stringbag pocari, Bib number, handuk, dan berbagai voucher yang gak bisa saya tukar karena syarat dan ketentuan yang berlakunya gak matching sama kantong saya... kasian yah. Menyedihkan dan tragis!

Tapi, asiknya dapet compliment nge gym gratis selama sebulan di Gold's Gym! (Gosh! akhirnya gue bisa bergaya hidup sedikit mewah ala sosialitah masa kini. Berolahraga di Gym bergengsih di pusat niaga kota Jekardah tercinta!)

Dua bulan sebelum 11 mei itu, saya rajin latihan, joging tiap pagi di taman sekolah, kalo wiken jogingnya muter-muter gang rumah, lapangan deket rumah... yah lumayan deh persiapannya mau lari 5 Km, dan rasanya ternyata luar biasa menyenangkan. Selain melepaskan hormon endorfin dalam tubuh yang bikin otak jadi lebih rileks dan membuat kita jadi bahagia.

Yes, I needed that!
Saya ada di suatu masa suram waktu itu, memutuskan untuk nyoba ikutan event lari(bukan lari dari kenyataan yahh!) itu bener banget rasanya.
My days were such a mess before... gelap, penuh rasa kesal sama masalah yang menyesakkan dada (ngoook!) dan berlari ternyata membuat saya lebih bisa jernih berpikir, merasa jauh lebih santai dari biasanya (bener deh, emang lari dari kenyataan namanya: ninggalin kenyataan pahit, ngejar kenyataan yang lebih baik ;)). selain itu saya ikutan kelas yoga dan body balance di Gym tiap sore sepulang kerja jadi seorang guru yang melakukan tugas mulia.

Hmmm... semua masalah akhirnya pergi, badai pasti berlalu, kan.
Setelah event lari pertama berhasil dilewati (liat lagi di foto, saya dapet medali! asiikk!), dan saya bangga banget, beneran!
 Berlari bersama lebih dari 5000 orang di sekitar Mal Alam Sutra, Bintaro, Tangerang adalah suatu momen baru yang keren dan seru. Ada Rio febrian juga, lho, ikutan lari 10 km. Banyak banget aura positf saat itu yang pastinya menular; saya jadi merasa lebih positif. Wake up Ayu! Don't waste your time in a gloomy world! dan saya terbangun! Yeah, yeah... nasib harus dibangun sendiri: segera bangun, pakai sepatu lalu mulai berlari mengejar mimpi lagi, terus dan terus.... berlari.

Abis event pertama itu, saya mulai sering ikut event running 5Km-an lagi (belom sanggup lari yang lebih dari jarak itu). Tapi cari yang gratisan... dengan catatan dapet kaos seragam yang murah, all size (kegedean buat saya pastinyah), tapi tetep seru!

Sejak bulan Ramadhan sampai sekarang saya lagi off joging, kalo sekarang karena lagi musim ujan jadi males bangun pagi buat lari pagi, heheheh (alasan!), tapi kalo liat orang lain olah raga rasanya iri banget.

Apapun itu, saya bahagia bisa melewati masa-masa sulit dengan cara yang positif dan sehat. Nah, kalian yang suka joging tapi belom pernah ikutan running event harus coba tuh. Rasain deh sensasi seru nya!

udah ah, mau tidur dulu (masih nungguin tukang nasi goreng, sih sebenernya, belom makan malem, cuma makan cilok doangan tadi sore, hiks...), kali besok saya mau mulai joging lagi abis subuhan... semogaaaa gak tidur lagi... :P







Baru-baru ini, aku menyadari satu hal. Temen-temenku kok ya itu-itu melulu, padahal dunia ini tak selebar daun pintu kan ...

Eh seriusan deh, di akun Fb, frenlis sudah ribuan, tapi mengapa yang diajak ngobrol cuma die lagi die lagi ... hello yang lain adakah dirimu di sana?

Tampaknya fenomena ini tak hanya kualami sendiri. Sempat memerhatikan beberapa teman yang mengaku dirinya penulis-pake embel-embel pemula ataupun senior, yang menulis status di tembok pribadinya selalu nyatut nama si A, si B, atau si C, nyaris di semua statusnya. Hanya si pemilik namakah teman-temannya? Wae

Dunianya hanya itu saja, seolah yang lain ngontrak hehhehe. Sayang sekali.

Ini sangat mempengaruhi masa depan loh ternyata ... gak percaya?

Begini, banyak hal, tapi sengaja kuambil satu yang menurutku paling penting, setidaknya untuk saat ini ...

Lingkunganmu sekarang adalah ladang rezeki buatmu ... *keliatannya kalimat ini ngawur tapi coba baca lagi ya ...

Sebagai seorang penulis-eh lebih besar penjual sebenarnya ... kusadari bahwa kondisi seperti di atas tidak menguntungkan. *kedip-kedip kelopak mata. Kalau teman-temanku hanya itu-itu saja, bagaimana mau jualanku laris? Sementara stok buku tidak sedikit, sebab selalu saja ada yang baru setiap bulan. Sementara lagi, tak sedikit teman yang maunya gretongan ada juga yang minjem, hehhehe. *kecuali kontributor ya sebab LR insyaAllah selalu memberi gratis 1 buku untuk kontributornya.

Nah, bisa dibayangkan kan bila teman sedikit dari sekian banyak yang ada di list ...

Semoga habis ini, aku bisa SKSD sama siapa saja agar bisa lebih luas ladangnya. Selain itu juga, punya banyak teman itu menyenangkan. Ide berdatangan, inspirasi tak putus dan mbulet aja di situ-situ wae.

Tapi tetep, bertemanlah pada yang membawamu ke jalan kebaikan ...

Kalau kamu bagaimana? Coba tengok kanan-kirimu, apa temanmu hanya dia lagi dia lagi? Hehehhe

#obrolanringan


This band is singing my song!

Superhero
The Script




Hello Again....
 Maap yah saya posting lagi. Soalnya lagi galau... ahahahaha... nyelesaian novel juga ketunda karena penyakit ini. Tapi mari kita lupakan sejenak lah kerisauan hati ini, saya mau share lagu kesukaan yang jadi mood booster saat merasa jatuh tak berdaya (Ngokkkk!)

Video diatas itu datangnya dari kakak-kakak The Script, band asal Irlandia. vokalisnya yang ganteng dan bersuara kece namanya Danny O'Donoghue. selain bisa menyanyi, dia juga jago main piano... yah calon suami potensial deh kalo buat saya selain Chris Martin-nya Cold Play (abaikan saja harapan saya ini, jangan dimasukin kedalam hati.)

Kenapa sih saya suka lagu Superheroes ini? Kenapa jadi mood booster juga?

Sebelumnya saya mau ingetin, kalo kalian nonton vidio ini pasti bilang wow deh, trus kalo denger liriknya pasti ngerasa... yah, kita semua emang pahlawan super atas apapun kebaikan yang kita coba lakukan walaupun gak ada yang appreciate kadang-kadang. Ironis emang, tapi percayalah, kalo setiap kita adalah pahlawan bagi orang yang gak kita sadari keberadaannya mungkin, atau buat orang yang kita sayang.

Mari saya bantu untuk ikutan karaoke bersama akang-akang ganteng dari The Script ini. Dengan lirik unduhan dari gugel, yuk ah nyanyi bareng!

Superheroes


All her life she has seen
All the meaner side of me
They took away the prophet's dream for a profit on the street

Now she's stronger than you know
A heart of steel starts to grow

All his life he's been told
He'll be nothing when he's old
All the kicks and all the blows
He won't ever let it show

'Cause he's stronger than you know
A heart of steel starts to grow

When you've been fighting for it all your life
You've been struggling to make things right
That's how a superhero learns to fly
(Every day, every hour
Turn the pain into power)

When you've been fighting for it all your life
You've been working every day and night
That's how a superhero learns to fly
(Every day, every hour
Turn the pain into power)

All the hurt, all the lies
All the tears that they cry
When the moment is just right
You see fire in their eyes

'Cause he's stronger than you know
A heart of steel starts to grow

When you've been fighting for it all your life
You've been struggling to make things right
That's how a superhero learns to fly
Every day, every hour
Turn the pain into power

When you've been fighting for it all your life
You've been working every day and night
That's how a superhero learns to fly

(Every day, every hour
Turn the pain into power)

{Power, power, power, power, power}

{Power, power, power, power, power}

(Every day, every hour
Turn the pain into power)

{Power, power, power, power, power}

{Power, power, power, power, power}

(Every day, every hour
Turn the pain into power)

She's got lions in her heart
A fire in her soul
He's a got a beast in his belly
That's so hard to control
'Cause they've taken too much hits
Taking blow by blow
Now light a match, stand back, watch them explode

She's got lions in her heart
A fire in her soul
He's a got a beast in his belly
That's so hard to control
'Cause they've taken too much hits
Taking blow by blow
Now light a match, stand back, watch them explode, explode, explode, explode

When you've been fighting for it all your life
You've been struggling to make things right
That's a how a superhero learns to fly

(Every day, every hour
Turn the pain into power)

When you've been fighting for it all your life
You've been working every day and night
That's a how a superhero learns to fly

(Every day, every hour
Turn the pain into power)

{Power, power, power, power, power}

Oh, yeah...

{Power, power, power, power, power}

(Every day, every hour
Turn the pain into power)

{Power, power, power, power, power}

{Power, power, power, power, power}

Ooh, yeah
Whoa

(Every day, every hour
Turn the pain into power)

When you've been fighting for it all your life
You've been struggling to make things right
That's how a superhero learns to fly 
Makasiiiii! Kalian semua luar biasa! *lempar mikrofon!*
 Danny and his gank beneran jadi mood booster hari ini sepanjang perjalanan Jalan Tendean Jakarta Selatan menuju rumah saya di Disney Land (kalo mau muntah, boleh kok...hahahay). Udah dua minggu ini saya berusaha untuk berjuang melawan rasa trauma dompet tipis belom gajian :), enggak gitu juga sih, ada,lah seseuatu yang gak bisa disebarluaskan alasannya karena banyak hal dan untuk melindungi orang-orang yang gak bisa disebut namanya macam Lord Voldemort.

Waktu denger lirik You've been struggling to make things right
That's a how a superhero learns to fly
...
Rasanya kaya tersadar dari hormon sedih hari ini... yeah, gue emang bukan manusia super kaya Clark Kent yang bisa berubah jadi Superman, atau si Peter Parker yang tinggal pake kostum merah tau-tau jadi Spiderman. 
Tapi, gue juga ternyata punya sayap yang transparan sebenernya... atau jaring laba-laba yang ketanem di pergelangan tangan tanpa gue sadari-seriously, you guys must check your body I guess- artinya, yah perjuangan gue dalam hidup ini juga harus gue apresiasi sendiri, kan? memahami apa yang sedang gue buat benar dari salah, maksudnya berusaha sekeras mungkin memeperbaiki kesalahan yang gue buat berarti gue lagi belajar terbang lagi kayak burung yang sayapnya patah, atau kakinya keseleo mungkin. 
And I thanked God telah menyalakan lagu ini di playlist yang menyadarkan kalo seorang pahlawan kadang perlu bangkit dari keterpurukan, kesedihan dan kemuraman. Kalo katanya Katy Perry "After the hurricane comes a rainbow!" (Firework). Mas Jason Mraz juga bilang, "Everything will be fine." (Details in the fabric). Well, It's okay to fall, the most important thing is how many times you get up!
And, here I am, learning how to fly again to gain the rainbow, and everything will be fine.

Come on, Get on your feet guys! Don't let your sadness tear you apart! Life's good! Be happy!
Catetan Yang Udah Lama Banget!

Hai readers...
Ini adalah catetan saya di notes Facebook sebenernya tapi rasanya mau di share disini dikarenakan satu alasan berikut:Dua malam yang lalu pas saya lagi ngedit draft novel yang tak kunjung selesai, ada bagian dimana saya menuliskan tentang the Royal couple alias Pangeran William dan istrinya Kate Middleton. Mereka berdua mengingatkan saya kalau dulu di tahun 2011 tepatnya waktu mereka menikah saya sempat menuliskan tentang si dua sejoli itu karena (lagi) dulu saya punya murid (yeah, saya seorang guru TK) bernama Molly Williams. Dan, kisah dibawah ini benar adanya tanpa rekayasa genetika.

Happy reading anyway!

Antara Ayu, Pangeran William dan Molly Williams

Once upon a time,di skolah ada anak namanya Molly Mae Williams dari England...suatu hari gue denger dia mau liburan ke inggris,trus ceritanya gw mau titip salam bwt prince william sama Harry.

Gue: 'Molly, I heard that you'll going to England.'
Molly:'yes..'

Gue:'oh, would you like to send my hugs to Prince William and Prince Harry, okay..please..I love them soo much'

Molly:'who are they? Who is Prince William and Harry?'


Gue:'hah?you don't know them? they are the princes of England. how come u don't know them?'


Molly:' i dont know them.'


hah? payah bgt deh ni bule satu...


Gue:'okay then,please tell your mom,that ms ayu sends so many 'hello' to prince william and harry. she knows them.ok!'
Molly:ok'

Ga lama kemudian kira-kira seminggu kemudian si molly bilang gini,' oh Miss Ayu,my mom knows the princes you talked about..and i know them now..'


Whoaaa..ni anak kurang cinta tanah air nih... masa ga tau keluarga kerjaan negara nya sii...duhh Molly how r u now? i bet you'll be standing infront of the westminister abbey deh ntar pas wedding nya tuh pangeran...trus tar dia inget gue sambil berkata,'Oh yess Miss Ayu,you were right,Wrince william is so handsome,unlike uncle Bertrand..'Whoahhahahay..si Molly kan dulu fans beratnya Bertrand Antolin...cekakakakakkkk!!!^-^


The book I read
Eleanor & Park
By: Rainbow Rowell




Remember That Feeling!


                Hello there, saya mau share cerita sebuah buku yang akhirnya bias saya baca November 2014 lalu. Buku ini, Eleanor & Park, sebenernya udah mencuri perhatian saya dari tahun 2013, tapi baru tahun lalu kebeli dan kebaca gak tau kenapa.


Pertama lihat buku ini di Gramedia Matraman edisi terjemahan. Saya baca sinopsisnya dari belakangcover buku dan tertarik karena isinya tentang dua orang yang senaang baca buku, kok rasanya kaya ketemu soulmate yah… saya saat itu juga udah mulai ngedraft yang konon kabarnya adalah sebuah novel :p  dan yang kebetulan juga bercerita tentang look what the book has done to you.


Dan akhirnyaaa… seminggu sebelum ulang tahun saya yang ke sekian-sekian itu buku idaman pun sampai di tangan dan mulai dibaca.

    Ternyata, buku karangan Rainbow Rowell yang ber- genre young adult itu  berkisah juga tentang cinta pertama. Halaman demi halaman saya baca dan mulai masuk ke dunia Eleanor dan Park, dua tokoh di buku yang berjudul sama itu, lalu tenggelam bersama kisah mereka dan akhirnya merasa ditampar karena ternyata kisah cinta monyet itu dimana-mana sama ya, padahal gak ada sekolahnya. Eleanor dan Park mengembalikan ingatan dan perasaan lama ketika mulai mengenal cinta, aih aih. 

 There’s always the first thing in everything you do. That’s what some people say. Selalu ada hal pertama yang kau lakukan dalam hidup ini: pertama kali nyetir kendaraan, pertama kali traveling, masak, pacaran, dan sebagainya. Kayak apa sih rasanya? Pasti kamu juga pernah ngerasain deh, yak an? Ngaku deh… hehehe… apa kamu ngerasas takut? Excited? Ragu-ragu? Gak sabaran? Atau apa?
 
 Membaca buku ini mengingatkan saya pada waktu kali pertama naksir cowok. Waktu itu SD kelas 1 umur 6 tahunan mau  7. Pertama kali bertemu di dalam kelas dan dia begitu menakjubkan karena ganteng dan kayaknya ada bakat jadi player (hahaha… dari kecil kayaknya saya udah biasa mendeteksi kadar ke play boy-an seorang lelaki ;P). Begitu naik kelas dua, kami sekelas lagi dan sebangku! Ah, saya berasa masuk surga!

               Emm… maaf ya saya jadi curhat, oke, ini cerita singkat tentang cerita Eleanor and Park.
 Jadi begini ceritanya,


            Eleanor dan Park adalah kisah cinta pertama dua anak manusia berusia 16 nyaris 17 yang bertemu pertama kali di bis sekolah. Kisah mereka lucu, memikat, lucu tapi juga tragis dan kelam, namun indah (kalo gak percaya gak papa kok). Ketika kau merasa dunia mu sudah runtuh rasanya kau bias membangunnya kembali menjadi istana bersama dia disamping mu. Itulah perasaan Eleanor dan Park.


           Eleanor Douglas, gadis berambut merah, gemuk dan selalu berpakaian bak lelaki-parahnya gak pernah matching, kacau banget selera fashionnya- kaos kebesaran, celana training dan berbagai atribut yang gak jelas buat seorang cewek. Si rambut merah berdiri di dalam bis-new kid on the block- jadi anak baru emang selalu gak enak, semua mata memandangnya. I merasa sendirian dan nelangsa. Tak ada yang mau berbagi tempat duduk dengannya, sampai akhirnya ada seseorang anak lelaki yang membiarkannya duduk di sampingnya. Namanya Park. Park Sheridan.


               Park Sheridan, blasteran Amerika-Korea Selatan (sayang, setting ceritanya taun 1986 di Ohama, Nebraska, coba kalo sekarang… sooo Kpop!), pecinta band punk, komik yang di paksa belajar Tae Kwondo dari kecil sama daddy nya dengan alas an untuk membela diri.


                Eleanor dan Park gak pernah bertegur sapasepanjang perjalanan pergi dan pulang sekolah  setiap hari. Sampai pada suatu hari Park meminjamkan sebuah komik pada si rambut merah yang sering jadi bahan bully beberapa teman di bis dan di sekolah juga, padahal ia anak pintar, terutama di pelajaran sastra. Komik itu samapi ke tangan Eleanor tanpa kata hingga akhirnya mereka mulai saling bicara, mengenal dan jatuh cinta.

                Komik, dan rekaman lagu kompilasi band punk adalah bahan obrolan mereka. Buat Park, Cuma Eleanor yang memahami kesukaannya pada dua hal tersebut. Dan bagi Eleanor, Park adalah matahari, karena mungkin cuma ia gadis di dunia ini yang gak suka dengan weekend. Hatinya selalu kangen pada Park dan tak sabar menunggu hari sekolah tiba.


                Eleanor dan Park adalah dua remaja dari dunia yang berbeda. Park dari keluarga harmonis dan penuh cinta sedangkan Eleanor sebaliknya, merasa hidup dalam neraka bersama ayah tiri yang selalu rasis dan penuh kekerasan padanya. Dengan gaya pacaran backstreet (Eleanor dilarang bergaul dengan lelaki oleh ayah tirinya, Richie, karena selalu akan dianggap bakalan hamil seperti ibunya dulu), sedangkan ibu Park awalnya gak terlalu menyukai Eleanor karena berpakaian seperti anak lelaki dan aneh buatnya, meski akhirnya menerima si rambut merah itu karena suggestin dari suaminya.


                Akhirnya Richie tau kalau Eleanor berpacaran dengan seseorang (dia gak tau kalau anak lelaki itu namanya Park), ia mulai kalap dan memarahi ibu Eleanor, mengatai-ngatai mereka. Eleanor pun jadi takut, ia memutuskan kabur. Park dengan rela melakukan misi penyelamatan gadisnya; menulis surat untuk keluarganya kalau ia akan pergi untuk suatu  urusan penting dan harus menolong Eleanor. Ketika ia sedang menyelinap keluar rumah di suatu dini hari, ayah Park memergokinya dan setelah berterus terang ia mengijinkan Park untuk membawa Eleanor ke Minnesota, rumah paman Eleanor dengan berbagai syarat keamanan.


             Eleanor selamat sampai rumah pamannya, dan mereka berpisah. Park selalu menulis surat setiap hari untuk Eleanor dan memandangi rumah gadis itu setiap waktu. Si rambut merah kesayangnnya tak pernah membalas suratnya. Bagi Eleanor Park bukan seorang pacar, dia adalah jagoan.  Dipandanginya semua surat Park diatas lantai, lalu satu kartu pos datang menghampiri Park. Hanya tiga kata saja. Dari Eleanor. Park tersenyum.
                Pengarangnya Rainbow Rowell menuliskan dengan lincah dan meyenangkan buat saya. Buku ini mendapat banyak apresiasi dari beberapa penulis top juga seperti Jhon Green, salah satunya-penulis The Fault In Our Stars yang sudah di filmkan juga dan bikin banyak cewek butuh banyak tissue buat mengelap mascara yang luntur karena nangis terus- Tapi sayangnya buku ini juga kena kontroversi di suatu sekolah di Minnesota yang melarang mendisplay buku ini karena isu yang diangkat adalah soal rasis, bully, body image, dan kekerasan. Tapi gak ada salahnya kan di baca? Cerita ini membuka mata saya untuk bagaimana bersikap  dan bertahan pada semua hal tak menyenangkan tersebut.

                Mungkin kamu belum pernah pacaran, atau tak mau pacaran…. Gak apa-apa, sekali lagi itu gak dosa. Tapi jika kamu pernah memiliki seseorang yang begitu berharga, seorang jagoan (bukan cuma pacar, bias teman, sahabat, atau siapa pun yang menjadi matahari dan jagoan pertama dalam hidupmu), pasti kamu bisa merasakan apa yang Eleanor dan Park rasakan di buku ini. Saya termasuk orang yang menghargai sebuah kenangan. Kisah cinta pertama Eleanor dan Park benar-benar mengembalikan perasaan itu. Jadi, apapun kenangan mu, just remember that feeling. Kenangan manis bisa membuatmu bahagia, kenangan buruk bisa mendewasakan mu seiring waktu dan bisa membantu orang lain untuk menata masa depannya lagi.
                So I recommend this book for you to read! Ada edisi bahasa Indonesia, kok. Saya bacanya yang edisi bahasa Inggris. Terus, share yah pendapat kamu nanti J
Happy Reading!

  

informasi penerbitan buku klik Di sini
 

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI