Google+ Followers

Sabtu, 22 November 2014

Mimpi yang Kesekian

Beberapa waktu ini berkeliling dunia lewat internet. Seru, yang jauh serasa dekat ...

Tahun 2014 segera berakhir. Rasanya waktu cepat bergulir. Sambil minum susu cokelat hangat, saya merenung. Betapa nikmat tahun ini. Satu-satu ingatan berloncatan. Di awal tahun begitu banyak harap ingin ini, ingin itu. Dan detik ini, telah banyak keinginan yang terwujud.

Cukup? Tidak .... saya tak ingin berhenti bermimpi. Masih banyak yang harus saya capai. Semalam mimpi baru mulai mendiami hati.

Ada beberapa sahabat yang mengeluarkan unek-unek. Betapa ingin tulisannya mejeng di toko buku, seperti GR*****A. Saya hanya tersenyum. Bukan hanya dia, saya pun tentu ingin sekali. Seumur-umur tulisan saya--tentu di cover ada RINA RINZ--belum ada di toko itu, kecuali antalogi di sebuah terbitan besar. Jadi pengen ... Karena unek-unek itu, saya jadi kepikiran untuk membuat satu toko buku kecil-kecilan. Dan keliling dunialah saya mencari celah. Apa bisa mewujudkan mimpi itu? Banyak cerita yang saya baca, beberapa orang sukses dengan berbagi lewat toko buku tradisional. Hmmm... tambah ingin.

Banyak buku-buku terbitan indie yang berkualitas, namun karena sesuatu dan lain hal, buku itu tidak bisa nangkring di toko buku modern. Ingin rasanya membuka ruang untuk buku-buku itu bisa mejeng di etalase.

Rasanya tak ada yang tak mungkin. Satu hari nanti, saya harus memiliki ruang itu. Untuk sahabat-sahabat LovRinz And Friends terutama.

Bila buku saya tak mejeng, setidaknya buku-buku karya sahabat bisa tampil di sana ... Suatu hari nanti. Pasti!

4 komentar:

  1. Maaf, baru pertama kali saya berkunjung ke sini. Saya juga tertarik pada penerbitan. Mohon mengajukan pertanyaan. Apakah karya yang diterbitkan indie dapat masuk ke toko buku modern?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa saja, kalau cetak lebih dari 1000 eksemplar bisa kami bantu ke toko buku modren

      Hapus

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI