Google+ Followers

Jumat, 03 Oktober 2014

Tentang Aku yang Dungu


Kura-kura saja sudah tak lagi berpura-pura tidak tahu di dalam perahu. Sedang aku masih saja berharap cepat sampai ke tepian dengan angin sebagai dayung. Hatiku tiba-tiba jadi dungu. Dan Kura-kura semakin cerdas saja dengan cuap-cuapnya walau kepala di dalam tempurung. Ia menjadi sangat mengerti tiap-tiap milimeter sketsa tubuhku. Tak ada yang tidak ia pahami. Dungu sudah seluruh aku.

Ombang-ambing di sini membuatku semakin mual bersama Kura-kura yang tak lagi berpura-pura. Aku seperti ditelanjangi oleh gelombang. Ingin kusumpal mulut si Kura yang sungguh tak lagi berpura-pura. Angin semakin kencang. Membawaku begitu menjauh dari tepian.

Sungguh tak dapat kutahan. Aku pun tak sanggup lagi berpura-pura. Mulutku pun menjadi tombak. Menusuk Kura-kura yang tak lagi berpura-pura tidak tahu itu lalu menariknya keluar dari tempurung.

Lalu kini aku berdiam di rumahnya … berpura-pura telah sampai ke tepian. Senyap lebih lelap. Cukup aku yang tahu, bahwa aku masih bisa berpura-pura tidak tahu. Bahwa aku benar-benar telah dungu.

2 komentar:

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI