Google+ Followers

Jumat, 03 Oktober 2014

Sepatu Tua

Sepatu Tua

Aku mencaricarimu di penjuru rumah. Seingatku tak pernah berpindah. Tapi hingga matahari di atas kepala, kau belum juga kutemui.

Sepasang cokelat muda itu memanggilmanggil dari balik pintu. Sudah saatnya berangkat, ujarnya. Aku masih enggan berdiri. Ini hari istimewa. Aku takkan berlalu tanpamu. Tujuh tahun berlalu, setiap tahun di hari ini, aku selalu bersamamu ke tempat itu. Pastilah ia kecewa bila tiada kau saat bertamu.

Aku mencaricarimu di penjuru rumah. Mengapa kau berpindah? Ini sudah lewat dari jam berkunjung. Tampaknya hari ini tak lagi istimewa.

Suara telepon mengagetkanku.

Sayang, kau tak datang? Bungaku layu. Taburi yang baru. Cepatlah, hari ini akan berakhir.

Katakata itu kubaca. Sesak.

Sepasang cokelat muda tersenyum saat kudekati.

Tujuh tahun, pengingat itu baru sekali berbunyi.

Kekasihku pasti menunggu. Dan ia pasti kecewa, kau tidak bersamaku.

Sepatu cokelat muda pemberian istriku ini, akankah membuatnya tambah kecewa?

Sepatu tua, di mana kau?

RR, 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI