Google+ Followers

Rabu, 15 Oktober 2014

Yang Datang Setelah Kepergianmu

Baca sebelum ini di sini

Yang Datang Setelah Kepergianmu

: Sesaat setelah kau berlalu dan cahaya itu hilang dari genggam tanganku

sendiriku di bawah payung awan mendung
lalu
gemuruh suara kudengar gegap gempita dari mulut langit
hatiku seketika terlonjak dari kediamannya
gigil mendera begitu hebat
taufan dan tetes air menghujaniku teramat dahsyat

menghampiri aku kala kulelah susahpayah menggenggam(nya) lalu hilang bersama kepergian kekasih duniaku
sungguh datang dari sebelah utara
tiba-tiba merangkulku

siapakah aku ini hingga dilingkupi aku dengan teduh pelukan
tak peduli betapa kotornya aku berkubang
jiwaku yang lesu dan mengidap kerontangan disegarkan
aku pulih

Cahaya ini nyata
Sukmaku bergetar


=====

perjalanan batin adalah cara terampuh dalam memahami hidup. puisi di atas telah mencerminkan sebuah perenungan yang ditempuh sosok aku disana. setiap kita adalah pencari jalan, setiap kita adalah pengintai misteri tuhan dalam kehidupan. tidak sidarta, tidak marx, semua manusia berhak untuk mencari sendiri tentang sesuatu yang sakral yang kita sebut keyakinan. apa pun yang kita temukan disana adalah ruang sangat pribadi yang tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun. mungkin ini makna "tuhan itu lebih dekat dari urat leher.."

puisi di atas hanya sebuah jendela dari ruang hati yang luas tak berperi, hati yang tak tersekala oleh ukuran manapun yang dibuat manusia. hanya hati yang sanggup memasukkan kebesaran tuhan yang jauh lebih besar dari alam raya ini. hati yang entah itu adalah kunci menemukan arti keyakinan dari hidup dan ketuhanan.

kebahagian dalam hidup itu bukan hanya serba cukup saja dari segi materiil. kebahagian hidup itu bahkan sebenarnya bersumber dari kefahaman diri tentang hidup itu sendiri. siapa kita, dari dan hendak kemana kita, kenapa kita ada, dsb. jika setiap orang telah sampai pada hakikat hidup ini, saya rasa agama apa pun dan tuhan model apa pun sudah tidak terlalu perlu diperdebatkan.

pencapaian dari makna hidup adalah hak setiap manusia, apa pun yang telah didapatkan seseorang itu mencerminkan tuhan pribadinya. dia boleh berbeda dari yang disorot oleh banyak agama dan kredo manusia. beginilah tuhan, begitulah tuhan, seperti yang banyak dipatenkan oleh pihak-pihak itu. tapi tuhan tetaplah bagaimana dia adanya. tak terjamah oleh kredo manapun, melainkan dia hanya tercapai dengan perjalanan batin dari setiap manusia yang ingin mencapainya. setiap orang tentu memiliki batas pencapaian sendiri-sendiri, agama dan tuntunan hanya pintu masuk yang mengarahkan manusia menuju pencipta jagad raya. selebihnya semua itu bergantung dari olah batin dari perjalanan menuju pencapaian tuhan itu sendiri.

hendaklah setiap orang membebaskan jiwanya untuk sampai pada apa itu hidup, bukan hanya berdiam dalam kotak sempit kredo manusia itu sendiri. ini hak mutlak setiap individu, bagi orang lain tentu harus menghormati pencapaian yang bersifat sangat pribadi ini. yang penting kita ini adalah para pengintai misteri tuhan dalam kehidupan, kita tidak perlu bersitegang dengan keyakinan tertentu yang berdasarkan pencapaian seseorang. karena hakikatnya, tuhan itu sangat misterius dan tidak bisa ditunjuk; begini tuhan, begitu tuhan..

puisi yang bagus dan sarat renungan. ini memotifasi siapa pun untuk membebaskan diri dari kungkungan ego dan kredo. seperti sutardji yang ingin melepaskan kata sebebas-bebasnya mencapai makna tertinggi dalam bahasa. seperti itulah puisi ini ingin membebaskan diri untuk sampai pada puncak pencapaian tentang misteri hidup itu sendiri: tuhan.

kajitow elkayeni
gembel bahasa


from gugel
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI