Google+ Followers

Senin, 13 Oktober 2014

Andai Al-Qur'an "Berbicara"!

Tulisan keren ini kubaca di majalah Noor, Desember 2003.
Tidak ada maksud apa-apa, hanya ingin dibaca oleh teman-teman sekalian sebagai bahan perenungan.
from gugel



Andai Al-Qur'an "Berbicara"!

Waktu engkau masih kanak-kanak, laksana kawan sejatiku
Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari

Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkau pun selalu menciumku mesra

Sekarang, engkau telah dewasa ...
Nampaknya kay sudah tak berminat lagi kepadaku ...
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah ...?
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

Sekarang aku engkau simpan rap sekali,
hingga kadang engkau lupa di mana menyimpannya.
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu saja.
Kadangkala aku dujadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa.
Atau kau buat penangkal, untuk menakuti hantu dan syetan.
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian.
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.

Dulu ... pagi-pagi ... surat-surat yang ada padaku engkau baca beberapa halaman.
Sore harinya, engkau baca beramai-ramai bersama teman-temanmu di surau ...

Sekarang, pagi-pagi sambil minum kopi ...
Engkau baca koran pagi, atau nonton  berita TV.
Waktu senggang ... engkau sempatkan membaca buku karangan manusia.
Sedang aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa, engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan ...

Waktu berangkat kerja pun, kadang engkau lupa baca pembuka surat-suratku (basmalah).
Di perjalanan engkau lebih asyik menikmat musik duniawi.
Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat padaku di laci mobilmu.
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu.
Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja.
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatku kadang kau abaikan.

Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu.
BEnarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku.
Bila malam tiba negkau tahan berjam-jam di depan TV.
Menonton pertandingan Liga Italia, musik film, dan sinetron laga.

Waktu pun cepat berlalu ... aku menjadi semakin kusam di dalam lemari.
Mengumpul debuh, dilapisi abu, dan mungkin dimakan kutu.
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali, itu pun hanya beberapa lembar dariku.
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu.
Engkau pun kini terbata-bata dan kurang lancar setiap membacaku.

Apakah koran, TV, radio, komputer, dapat memberimu pertolongan?
Bila engkau dikubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba.
Engkau akan diperiksa oleh malaikat suruh-Nya.
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya!
Setiap saat berlalu ... kuranglah jatah umurmu ...!
Dan akhirnya kubur senantiasa menunggu kedatanganmu ...!
Engkau busa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat mau mengetuk pintu rumahmu.

Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati ...
di kuburmu nanti ...
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan.
Yang akan membantu engkau membela diri.
Bukan koran yang engkau baca yang akan membatumu.
Dalam perjalanan di akherat nanti.
Tapi akulah "Q U R A N" kitab sucimu.
YAng senantiasa setia menemani dan melindungimu.

PEganglah aku lagi ... bacalah kembali aku setiap hari.
KArena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci. Yang berasal dari Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui.
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah saw.

Sentuhlah aku kembali ...
Bacalah ... dan pelajari aku lagi.
Setiap datangnya pagi dan sore hari.
Seperti dulu .... dulu sekali.
JAngan aku engkau biarkan ssendiri...
dalam bisu dan sepi
Maha benar Allah, Yang Maha PErkasa lagi Maha Bijaksana.
Semoga bermanfaat,
Amin ya Robal Alamin

Wabillahi -taufiq Walhidayah
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

MT."Fathiyatul HUda"

1 komentar:

  1. menyentuh sekali mbak Rina.. kena dihati. Memang, kita terkadang sibuk dengan hal-hal duniawi dan melupakan hakekat bahwa Al-Qur'an sebagai pedoman hidup kaum muslimin dan muslimat untuk selalu di pelajari, ditadabburi dan diamalkan dalam kehidupan. :)

    BalasHapus

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI