Google+ Followers

Jumat, 26 September 2014

Life Stories, sebuah awal yang HARUS jadi lompatan besar untuk LRF.




Life Stories seri pertama. Writer's Soul




Menjelang sore, seorang sahabat mengirim pesan padaku. Meminta informasi mengenai sebuah event bertajuk life stories yang beberapa waktu lalu diumumkan admin cantik kita Mbak Ajeng Maharani.

Si pengirim pesan yang juga cantik ini meragukan dirinya yang ingin ikut namun tidak yakin tulisannya akan lolos. Diksi minim dan teori menulis yang payah. Kirakira begitu anggapannya.

Oke, aku ingin berkisah sedikit, kenapa ingin sekali mengangkat Life Stories. Bukankah itu tema yang biasa, dan rasanya mustahil sekali dipasarkan?

Hmm... izinkan aku berbagi tentang ini ...
ini kukutip dari www.oneminuteonline.wordpress.com.

“…Seorang pria bernama Jack bermimpi untuk menulis buku. Bukan buku biasa. Sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya, pada waktu itu. Buku itu akan berisi kumpulan kisah yang menggugah, d...itulis dengan singkat dan padat, namun mengena. Dan yang membuat buku itu istimewa karena semua kisah dalam buku itu didasarkan pada kisah nyata. Jack percaya buku itu akan disukai karena akan menginspirasi banyak orang yang membacanya. Setelah menemukan hasratnya, ia mulai menulis dengan penuh semangat.

Ketika buku itu telah selesai ditulis, naskah itu pun diajukan ke penerbit. Jack optimis akan mendapat respon positif. Tapi di luar dugaan, penerbit menolaknya. Tapi, masih ada banyak penerbit lain. Jack pun kembali mencoba memasukkan naskahnya ke penerbit lain. Dan ia ditolak lagi. Ia mencoba lagi untuk ke tiga kalinya, dan ditolak lagi. Ia tetap tak kenal menyerah. Ia mencoba lagi dan lagi, dan penolakan demi penolakan terus saja diterimanya. Tak tanggung-tanggung, ia telah mendapatkan penolakan sebanyak 124 kali!

Ya, 124 kali! Bukan jumlah yang sedikit. Bisakah Anda bertahan atas penolakan sebanyak itu? Pada penolakan yang ke berapakah kira-kira Anda akan memutuskan utnuk berhenti dan menyerah? Pada penolakan ke-100 kah? Pada penolakan ke-50 kah? Atau jangan-jangan daya tahan Anda hanya pada penolakan ke-10?

Seandainya Jack memutuskan untuk menyerah pada penolakan ke-10, ke-50 atau ke-100 atau bahkan ke-124 dunia tidak akan pernah mengenal sebuah buku yang paling menginspirasi orang dari berbagai belahan bumi selama bertahun-tahun. Buku itu kita kenal dengan “Chicken Soup for the Soul”. Pada usahanya yang ke-125 akhirnya sebuah penerbit menerima naskahnya dan menerbitkannya. Dan ternyata buku itu laris manis, dan berhasil masuk dalam 150 top best seller sepanjang 15 tahun.

Serial Chicken Soup menjadi buku motivasional yang sangat digemari di berbagai belahan bumi. Ada lebih dari 200 judul dari setiap serial buku ini yang telah dibuat oleh Jack Canfield, dan telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 40 bahasa, dan terjual lebih dari 112 juta copy…..”
Buku-buku seri Chicken Soup mendulang sukses justru karena kekuatan ceritanya. Kekuatan cerita tersebut bukanlah terletak pada tema-tema yang berat, melainkan pada kesederhanaan kisah, kalimat-kalimat yang mengalir runut, menceritakan sebuah kisah sederhana yang pada akhir cerita akan membuat mulut kita ternganga saking takjubnya atau mungkin hanya sekedar menarik napas panjang dan berpikir, “Wah.. ceritanya gue banget nih…”

Berangkat dari situ, bukan latah, tapi benarbenar ingin memiliki sesuatu yang bisa dibagi untuk orang banyak, maka Life Stories bisa terwujud. Bahkan ide pertamanya yang tercetus dari Writer Wanna Be, sebelum Lovrinz and Friend terbentuk.

Kisah-kisah yang ditampilkan di buku sejenis Chicken Soup itu singkat, ringan, namun membawa banyak hikmah dan inspirasi bagi siapa pun di berbagai belahan dunia ini. Begitulah harapan di Life Stories.

Jadi, bagi temans yang ingin ikut namun merasa kurang teori, abaikan. Menulislah dari hati. Maka ia akan sampai ke hati pembaca juga. Namun, jangan melupakan EYD dan kerapian lainnya, itu nilai plus untuk naskahmu dan pastinya akan dilirik tim editor untuk masuk ke dalam buku.

Nah, untuk seri kedua Life Stories yang sedang dinanti ini adalah tentang kehidupan berumahtangga. Pikirkan satu cerita kecil dalam periode kehidupan kita yang sesuai dengan tema tulisan yang akan kita buat. Galilah cerita tersebut secara mendalam, dan temukan hikmah apa yang bisa kita bagikan kepada orang lain dari cerita tersebut. Mungkin cerita tersebut bukan kisah yang luar biasa, bukan pula kisah yang mampu menggetarkan banyak hati.
Tapi setidaknya, cerita itu membawa dampak dalam kehidupan kita di kemudian hari.
Kalau Jack saja bisa, aku, dan kamu juga bisa!

Selamat menulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI