Google+ Followers

Senin, 15 September 2014

Lembar dalam Kutang

Tentang lembarlembar yang katanya bisa membeli cinta. Aku dan seraut wajah penuh tanya. Duduk di teras sembari menanti gerobak yang penuh sayur mayur.

Dilipatlipatlah yang rapat, keluarkan saat yang tepat ... Begitu katamu.

Aku dan seraut wajah penuh tanya. Lembarlembar yang bisa membeli cinta masih tersimpan di balik kutang. Gerobak telah lewat satu dua. Kaki enggan melangkah. Bukan saat yang tepat, benakku menganggukangguk.

Apa yang kaudapat? suaramu mendatangiku.

Senyum merekah, tanya dari wajahku mendadak buyar.

Kau ikut tersenyum.

Terlalu lama di teras, kau bisa gila. Kau tertawa.

Masak apa?

Tidak.

Lah?

Aku memilih melipat lembar itu rapatrapat. Tak tepat saat ini.

Lalu? Kita makan apa?

Kupikir, lebih baik buat beli bahan bakar motormu saja.

Tapi aku lapar.

Jangan gundah, nasi goreng sudah tersedia.

Lagi?

Tentang lembarlembar yang katanya bisa membeli cinta. Aku dan seraut wajah penuh tanya. Ah, kini kau pun ikut bertanyatanya.

Tenang ... kulipat rapatrapat, dan keluarkan saat yang tepat, persis seperti katamu.

#FiksibelakaTentangIbuibudikampungyangributmaumakanapahariini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI