Google+ Followers

Jumat, 01 Agustus 2014

Sesuatu yang Kadang Tak Terlihat

Tiga atau empat hari yang lalu, aku memasak ayam kecap, permintaan Kahpie. Dengan semangat, celup bumbu sana sini. *Asal enak aja pokoknya mah ... hehehe.

Setelah matang, segera kompor kumatikan dan tanpa pikiran macam-macam melanjutkan aktifitas Inem alias cuci-cuci dan beberes rumah.

Setelah satu jam berlalu, aku berniat menyuapi anak-anak. Nasi sudah di piring, tinggal ayamnya aja nih. Loh ... loh ... itu apa di paha ayam? Putih-putih persis nasi, cuma lebih kecil. Karena agak aneh, kuambil pakai sendok, lalu kubuang.

Tanpa pikiran aneh, dengan lahapnya anak-anak kusuapi.

Semalam, saat asyik menjelajah internet, aku tanpa sengaja menemukan gambar yang sama persis dengan apa yang kulihat di paha ayam nan lezat itu.
from gugel. sususejatdotcom

Tahukah sodara-sodara? Itu telur lalat. Iueeeewww jijay ... Pengen muntah deh ngebayangin sesuatu yang kubuang beberapa hari lalu.

Masakan di rumah aja yang seharusnya terjamin kesehatannya, malah tercemar oleh lalat tidak tahu diri itu, karena seenaknya saja nongkrong tanpa permisi. Gimana dengan makanan di luar sana ya?

Mulai sekarang jadi parno kalau lihat makanan terbuka di alam bebas. Makhluk yang satu itu memang tak sopan. Keluar masuk tanpa ba bi bu. Nyebelin banget.

Coba lihat makanan di sekitarmu, apa ada yang tidak tertutup? Hatihati, sebab, si putih hasil lalat tidak tahu diri itu, kadang tidak terlihat. Walau lambung kita punya asam yang mampu membunuh bakteri dan kuman yang masuk, tetep aja jijay kalau kemakan telur lalat yang amitamit ituuuuu ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI