Google+ Followers

Sabtu, 23 Agustus 2014

Bisakah Aku Jadi Penulis Hebat?

Pertanyaan itu masuk ke inbox, semalam. Lucunya, kalimat itu nyaris ia tanyakan setiap ngobrol denganku.

Terus aku kudu bilang wow gitu akan konsistensinya bertanya hal yang sama? Hehehe

Mungkin dari sekian banyak yang baca tulisan ini, pernah punya pertanyaan serupa. Merasa pengen nulis, tapi masih tak yakin bakal jadi penulis hebat atau hanya sekadar penulis biasa.

Hebat atau tidaknya seorang penulis, yang bisa mencapainya ya hanya penulis itu sendiri.

Seorang penulis best seller Felix Siauw dalam bukunya: How To Master Your Habits.
"Bila seseorang banyak melatih dan mengulang, terpaksa ataupun sukarela, dia pasti akan menguasai keahlian tertentu. Inilah namanya pembentukan kebiasaan alias habits."

Seorang penulis yang mau hebat, tentulah harus banyak berlatih. Ibarat pilot, akan semakin mahal bila jam terbangnya tinggi, ya sama juga dengan penulis.

Sudah berapa tulisan yang kamu hasilkan? Jangan dulu bicara berapa buku yang diterbitkan. *toh nyatanya aku juga belum banyak buku yang terbit atas nama sendiri. Hehehe Kali ini kita bicara, seberapa sering kamu melatih diri menulis dengan baik. Cobalah dari hal-hal kecil. Misalnya menulis status yang bukan sekadar keluhan kosong. Mengeluh lewat status di jejaring sosial, boleh saja, siapa yang melarang ... tapi, coba ubah keluhanmu itu menjadi sesuatu yang bisa diambil hikmahnya, menjadi pelajaran untuk para pembaca. Gimana caranya tuh? Hehehe Coba apa saja.

Misal, saat ini kamu lapar banget. Tapi ndak bisa ke mana-mana, karena sakit dan berdiam di kamar. Iseng nulis status. "Aih, lapar banget. Gara-gara sakit, gak bisa masak, apalagi beli di warung. Sial banget sih." Kenapa gak bikin status yang lebih berseni--ciye gayanya--. "Menit terus berjalan, sementara kaki tetap terpaku di sini. Ya di sini. Hanya bisa terduduk di sudut ranjang. Ada yang berteriak di dalam perut. Sudah puluhan kali. Namun, aku tak kuasa. Tubuh terlalu lunglai untuk diajak bangkit. Siapa pun yang membaca ini, bisakah menemuiku di kamar ini? Sebentar saja. Tapi tolong, bawakan aku semangkuk bubur ayam. Eh bukan, bukan semangkuk, karena kurasa itu takkan cukup mengenyangkanku. Tolonglah ... NB: Sekalian sama obat ya, persediaan sudah habis."

Hehehe, bisa saja kan ... Selain melatih mengolah kata, iseng-iseng berhadiah, sapa tahu ada yang benar-benar bawain bubur ayam. Hmmm Yummmy ...

Berlatihlah terus menerus tanpa henti. Kehebatanmu, hanya bisa ditentukan oleh dirimu sendiri.

Sudah siapkah berlatih tiada henti?

Bila siap, maka mimpi jadi penulis hebat akan jadi kenyataan.


3 komentar:

  1. Aku setuju sekali dengan pernyataan yang ditulis Felix Siau tersebut... Pada dasarnya kebiasaan yang diulang2 itu nantinya akan membentuk karakter yang kuat bagi pribadi seseorang... Aku juga percaya dengan melatih diri untuk terus menulis dan menulis...lama2 keterampilan menulis kita akan lebih terasah.. Sekarang ini sih melatih diri nulis di blog sudah membuatku nyaman...Nice post, Mak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ... teruslah menulis, di blog, atau di mana pun. Yang penting nyaman dan heppy, ya tooh

      Hapus
  2. Try and try again ... Luv U Felix, eh? Mbak Rina Rinz

    BalasHapus

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI