Google+ Followers

Senin, 25 Agustus 2014

Bintang di Dalammu

Setelah kejadian--yang semula kupikir musibah besar-- sesaat setelah Lebaran kemarin (rumah kemalingan dan burung-burung piaraan diambil orang yang mungkin naksir berat sama makhluk menggemaskan itu, suamiku membeli seekor burung Lovebird. Jangan dipikir burung itu mahal. Tidak .. tidak sama sekali.

Ketika dikeluarkan dari kurungan, suami bertanya, di mana gunting kuku. Aku bingung, buat apa? Masa iya buat motongin kukunya Lovebird. Lalu suami cepat-cepat mengeluarkan suara, "Udah mana dulu, kebanyakan tanya deh, Bunda ini."

Oke, oke, segera kuambil di tempat penyimpanan. Beruntung masih ada, biasanya entah di mana. Hahahah, *istri yang ceroboh.

"Ya Allah, itu burung kenapa?" Sedih nian, mulutnya berot ke kanan.

Suami dengan cekatan, memotongi sedikit bagian mulutnya yang lancip. Alasannya, agar tidak melukai bagian lainnya. *manggut-manggut.

"Bulunya, tak tumbuh-tumbuh. Ya coba aja, dijaga dan dirawat, siapa tahu ia akan tumbuh sempurna." Suami menjelaskan pertanyaanku tentang keadaan burung yang nyaris gundul itu. Eh tapi hanya badannya saja. Kepala mah baik-baik saja.

Burung yang dibeli dengan harga murah itu--keadaannya tidak sempurna-- ternyata punya satu kelebihan ajaib.

Biasanya, burung yang sedang masa tumbuh bulu/ganti bulu, akan kesulitan mengeluarkan kicauan. Ternyata, si Faity, begitu aku memanggilnya, sungguh amat keren. Dia mampu ngekek lebih dari 30 detik. Untuk ukuran Lovebird, itu sudah bagus, banget. Apalagi kalau kepalanya cengklek saat ngekek.

Ajaib banget. Ia juara di antara lovebird lain penghuni rumah ini.

Belajar dari Si Faity, aku menyadari satu hal. Kesempurnaan fisik, bukanlah satu-satunya jalan kesuksesan. Si Faity, yang mungkin bila diikutkan lomba, tentu kalah fisiknya. Tapi sesuatu di dalamnya, bisa gemilang, karena Faity tak berhenti melatih kicauannya. Walau mungkin dia kesakitan.

Sama halnya dengan menulis. Tak sedikit yang curhat, minder, gak bisa nulis, tulisannya amburadul, bla bla bla.

Ayo, belajarlah pada Faity. Buang mindernya, buang takutnya. Bila kau ingin bisa menulis, menulislah. Jangan banyak bertanya, sebab jawabannya adalah, saat kau berani memulai, dan terus lakukan.

Kelak, kau akan tahu, ada bintang yang bersinar terang di dalammu.



1 komentar:

  1. setujuh sob, kalo minder mulu ya ndak nulis-nulis, ya toh....?
    ===================
    makanan kelinci

    BalasHapus

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI