Google+ Followers

Sabtu, 23 Agustus 2014

Arrrgh .... Somebody Please Help Me!!!

Ada apa?? Kenapa teriak-teriak??

Ini lohhh ... tolong aku, kenapa tulisanku gak kelar-kelar? Rasanya buntu dan pengen sembunyi di kolong tempat tidur

Aih, segitunya. Kalau tidak kelar ya dikelarin. Masalahnya apa?
Masalahnya, aku gak tahu mau lanjutin cerita bagaimana. Bisa bantu aku?

Hehehehe. Derita loe. Upss, maaf-maaf ... coba kita urai dulu, kenapa sih harus minta bantuan orang lain.

Ada beberapa pertanyaan yang harus kamu jawab.

1. Apa yang kamu tulis itu sesuatu hal yang kamu sukai?

Bila tidak, hentikan. Buang-buang energi. Menulislah apa yang kamu suka. Lebih nyaman lagi, menulis apa yang kamu ketahui, misal dari pengalamanmu sendiri. Itu lebih mudah dijalani, ketimbang harus menuliskan hal yang tidak kamu tahu. Kalaupun memang memaksa ingin menuliskannya, survey dan sedikit riset itu perlu.

2. Apa tujuanmu menuliskan itu?

Sebelum menulis, tentu kamu punya target dan tujuan kan, mau dibawa ke mana tulisan itu. Biasanya, seseorang yang sudah tahu arahnya, akan lebih cepat sampai, tak perlu berputar-putar. Sama halnya dengan menulis, kenapa gak kelar? Bisa jadi karena kamu tak punya tujuan akhir. Sekadar menulis, tanpa punya acuan yang jelas, inilah yang membuat cerita tak punya ujung. Atau malah bertele-tele sampai puyeng mau mengakhirinya bagaimana. Ayo, coba ingat-ingat, dulu, ketika memulai, apa yang kamu harapkan dari tulisan yang tak kelar-kelar itu? Hanya berakhir di folder? Atau segera berbentuk menjadi buku? Ya, apapun tujuanmu, haruslah bermuara. *paham gak ya aku ngomong apa?

3. Masih tak jelas ceritamu mau dibawa ke mana?

Oke, sekarang, ambil selembar kertas, atau buka dokumen baru. Tuliskan lagi dari apa yang kamu mau dalam ceritamu. Ceritakanlah padaku, dalam bentuk tulisan. Separagraf saja (sebebas apa yang ingin kauungkap dalam tulisanmu). Tunggu apa lagi? Ayo tulis!

Sudah?

Baca lagi. Sudah ada awal? Akhir? Kalau sudah, mari menuliskannya kembali. Tuang apa yang sudah kamu buat dalam separagraf itu menjadi berlembar-lembar cerita. Caranya?

Kembangkan imajinasimu. Olah kosakata yang ada di benakmu. Rangkai dengan napas panjang, mengacu pada apa yang kamu buat di paragraf tadi. Jangan melebar, kembangkan hanya dari apa yang kamu tulis. Sampai akhir.

Kalau sudah, selamat! Kau tak perlu bantuan orang lain. Hanya dirimu saja yang mampu menyelesaikan tulisanmu sendiri.

Tahap selanjutnya adalah ... endapkan dulu, baru kita mulai membaca ulang dan siap memperbaikinya.

Selamat menulis.

2 komentar:

  1. mbak, hadiah buku untukku kok belum nyampe-nyampe ya? yg monyet-monyet itu loh :')

    BalasHapus

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI