Google+ Followers

Sabtu, 12 Juli 2014

Belajar Menulis - Poin-poin Penting dalam Menulis Novel

Banyak cara untuk menulis sebuah novel. Bagi LovRinz, cukup mudah, bukan cuma teori, namun sudah dipraktekkan, dan pasti teman-teman juga bisa mengikutinya.

Apa saja?

Yuk, kita tilik satu per satu.

Pertama, hadirkan pembuka yang menyajikan konflik. Tak perlu detail ini itu, paragraf pembuka berikan rasa penasaran pada pembaca agar terus membuka halaman selanjutnya. Pembaca kebanyakan lebih suka dengan kisah yang langsung menuju permasalahan.

Contoh, dalam serial Leha.


"Pulang malam lagi kau, Bang? Tak bosan kau mbalon?[1] Tak ada kapoknya. Kusumpah meletus anumu, Bang!" Leha melengos pergi melihat Bang Togar masuk kamar. Aroma alkohol merebak ke seluruh kamar membuat Leha memutuskan tidur di kamar Ucok.

Pembaca tentu penasaran, pulang malam karena apa? Benarkah karena 'mbalon'? Kenapa sampai Leha menyumpahi Bang Togar seperti itu ... Tentu, pembaca akan lanjut ke kalimat/lembar selanjutnya.


Kedua, hadirkan karakter tokoh dengan cara memvisualisasikan tokoh tersebut di benak pembaca lewat deskripsi penampilan, tingkah laku atau pemikiran-pemikiran si tokoh yang ada di dalam cerita.



Sudah lebih dari seminggu Bang Togar berperangai aneh. Pulang sebelum magrib dan selalu rapi duduk di depan televisi. Leha tidak berani bertanya. Wanita gemuk itu hanya sesekali berucap, "Rusak tipi tu, Bang. Kau pencet sana sini remotenya. Apalah yang ingin kau tonton?" Bang Togar hanya tersenyum dan membuat Leha bergidik sendiri. Geli melihat suaminya senyum-senyum tak jelas menatapnya.
"Dek, duduklah sini. Abang ingin berbicara."
"Aih, Abang kenapa pula jadi bermanis gini? Kesambet jin mana, Bang?"
"Sudahlah. Jangan banyak tanya kau, Dek. Sinilah dulu."
Leha mengikat rambut panjangnya lalu duduk di samping Bang Togar. Hatinya mulai berdegup lebih kencang. Sudah lama ia tidak berduaan seperti ini.
"Mau bicara apa kau, Bang?"
"Dek, kau sayang sama Abang?"
"Bah, pertanyaan apa pula itu, Bang? Kita sudah bukan abege lagi. Ucok tuh yang pantas ngomong gitu sama pacarnya. Kita sudah tua." Leha tertawa kecil mendengar pertanyaan suaminya.
"Abang cuma ingin tahu, Leha. Abang rasa kau sudah tak cinta lagi sama suamimu ini."
"Eh, bukannya Abang yang tak cinta lagi sama Leha? Itu, tiap malam kau keluar sama siapa?"
"Aih, abang keluar karena tak tahan kaucuekin terus. Mana ada yang tahan lihat bini sibuk sendiri dengan hapenya tiap pagi, siang, sore, malam. Daripada stress abang lihat kau sama facebookmu itu, lebih baik abang tiap malam ngeronda di pos kamling sama teman-teman."

Dalam novel, tentu tokohnya lebih dari satu. SUdah menjadi tugas penulis untuk menggambarkan karakter tokohnya masing-masing. Karakter utama si tokoh haruslah sejalan dari awal hingga akhir cerita. Perubahan karakter/sikap dan sifat tokoh bisa saja terjadi tergantung jalan ceritanya. Hanya saja tentu tiap tokoh punya satu karakter kuat yang berbeda antara satu tokoh dengan yang lainnya.

Ketiga, tulislah ceritamu menggunakan sudut pandang yang konsisten. Bisa saja menggunakan sudut pandang pertama, di mana penulis berperan sebagai orang pertama dan cerita menggunakan aku, saya, kami atau kita. Atau bisa juga penulis menggunakan sudut pandang orang ketiga (seperti serial Leha).

Keempat, gunakan bahasa yang tidak bertele-tele, mutar tak keruan yang membuat pembaca bingung. Biasakan menulis dialog yang tepat, penting-penting saja, dan langsung pada permasalahan. Kurangi basa-basi seperti pengucapan salam, bertanya kabar dan dialog sepele lainnya. Usahakan agar dialog yang dibuat memiliki arti.

Kelima, gunakan setting yang mendukung cerita di dalam novel. Setting bisa seting waktu dan seting tempat. Deskripsikan seting yang penting dan mendukung ceritamu. Buatlah seting itu dapat dinikmati oleh pembaca (bukan hanya dinikmati oleh mata, tapi juga hati).

Keenam, aturlah plot dalam ceritamu agar kisah bisa dinikmati dari awal hingga akhir. Plot adalah peristiwa cerita yang berurutan disertai sebab akibat. Plot yang berkembang, akan membuat pembaca semakin ingin mengetahui apa yang terjadi pada keseluruhan cerita. Alur cerita yang memiliki sebab akibat inilah yang disebut plot. Tatalah plot dengan baik dan logis, agar pembaca menyukai ceritamu.

Ketujuh, tentukan klimaks yang pas dan tepat untuk ceritamu.  Klimaks adalah puncak atau titik balik cerita. Ia adalah bagian yang paling dramatis dari cerita. Klimaks, terjadi ketika protagonis memahami apa yang sebaiknya dilakukan atau menyadari tindakan terbaik apa yang seharusnya diambil. Ketegangan yang mengganggu protagonis mengharuskan protagonis mengambil tindakan terbaik yang berujung pada konflik akhir atau klimaks.

Kedelapan, tulislah ending ceritamu. Ending adalah penyelesaian atas masalah. Kita bisa menulis ending yang terbuka atau ending yang tertutup. Ending tertutup adalah akhir cerita yang menunjuk pada penyelesaian masalah yang sudah tuntas. Sedangkan ending terbuka adalah ending yang konfliknya belum sepenuhnya selesai dan membuka peluang untuk berbagai penafsiran dari pembaca.

Kesembilan, setelah semua sudah, maka buatlah judul novelmu. Judul yang menarik dan merupakan inti dari ceritamu. Tidak ada yang baku tentang menulis judul, hanya saja buatlah semenarik mungkin dan jangan lebih dari 2 kata (kalau bisa).

Kesepuluh, yang paling penting dari semua itu adalah, mulailah menulis. Tanpa lembar pertama, novelmu tidak akan jadi. So, mari menulis :)


sumber: Serial Leha dan caramenulisnovel(dot)com

1 komentar:

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI