Google+ Followers

Minggu, 13 Juli 2014

Belajar Menulis - Mengembangkan Ide Dalam Cerita

Nyaris semua orang suka mendengar cerita. Bagi yang suka membaca, tentu saja cerita yang digemari adalah kisah yang apik tertuang dalam tulisan.

Kamu sendiri, apa yang membuatmu bertahan membaca sebuah cerita sampai tuntas?

Terkadang, dalam membaca sebuah tulisan, apalagi cerita fiksi, kebanyakan orang tidak sekadar menikmati isi cerita, namun keindahan dari penyajian cerita itu juga menjadi nilai penting. Secara umum, pembaca menikmati cerita, apakah isinya menarik, memberi inspirasi atau unik. Namun perlu juga diingat, fiksi bukan hanya cerita saja, tapi tentang keterampilan dalam menyajikan cerita. Misalnya, tata bahasa, gaya bahasa, pemilihan diksi dan mengolah kata serta hal lainnya.

Dalam menuangkan ide ke dalam cerita, ada beberapa hal yang harus dihindari.

Bahasa yang rumit.

Menulis sebuah cerita, agar mudah dipahami, alangkah baiknya gunakan bahasa yang tidak bertele-tele dan pilihlah diksi yang juga dimengerti kebanyakan orang. Kadang kutemui, cerita dengan gaya bahasa bak penyair. Tentulah beda, gaya bahasa untuk puisi dengan cerita. Perlu juga diketahui, fiksi tidak selalu memuisi. Jika dalam puisi, bahasa yang digunakan kadang menggunakan simbol-simbol, pemilihan katanya singkat dan kadang bahasanya rumit demi selaras dengan makna yang ingin disampaikan ke pembaca. Dalam cerpen, tentulah bahasa yang digunakan lebih luwes dan lebih mengutamakan isi cerita. Gunakan deskripsi yang tidak membuat pembaca memutar otak memikirkan makna kalimatnya. Demikian juga dalam menulis novel, tentu rentang kalimatnya lebih luas. Bebaskan imajinasimu mengolah kata dengan diksi yang pas, namun tidak bertele-tele.

Lebih baik menulis cerita dengan bahasa yang mudah dipahami, agar pesan yang ingin disampaikan ke pembaca tepat, ketimbang menulis cerita dengan pemilihan kata-kata yang asal nempel/diksi yang dipaksakan menyatu ke dalam cerita, namun tidak dibaca sampai habis. Mubazir, kan ...

Cerita yang tidak logis.

Punya ide unik, boleh saja. Namun, dalam bercerita, kelogisan sebuah alur itu penting sekali. Cerita fantasy saja, walau temanya tidak masuk akal, alur ceritanya logis. Runut dan ada sebab akibat yang walau tidak masuk akal bagi kehidupan nyata, asal penulis bisa menceritakannya dengan kelogisan alur yang baik, itu tidak jadi soal.

Selain alur yang tidak logis, tentang pendeskripsian tokoh/penokohan pun harus logis dan sejalan dengan isi cerita. Misal, tentang seorang ibu yang dideskripsikan penyabar dan selalu menerima apa yang terjadi dalam kehidupannya. Bila satu plot tiba-tiba si ibu marah karena tetangga memetik bunga mawar yang baru saja mekar di halaman rumahnya, tentu saja ini tidak logis. Bagaimana bisa seseorang dikatakan sabar, tiba-tiba marah?

Demikian pula dalam menuliskan kalimat dialog untuk tokohnya. Harus disesuaikan dengan usia/latar belakang si tokoh. Misal, seorang anak usia 7-8 tahun, dalam ucap dan tingkah lakunya di dalam cerita bak orang dewasa, dan percakapannya menggunakan bahasa yang sewajarnya dipakai orang dewasa. Ini tidak logis. Kalaupun harus 'dewasa', penulis menjelaskan kenapa si tokoh bisa bertingkah laku seperti itu.

Sebelum dibagikan, alangkah baiknya baca ulang cerita yang ditulis. Sudah tepatkah ide yang dikembangkan itu menjadi cerita yang utuh? Atau masih ada ketimpangan?

Gaya bahasa dan tanda baca yang amburadul.

Tak jarang saat kita membaca sebuah cerita, mood sudah rusak duluan karena gaya bahasa yang tidak pas, ditambah dengan tanda baca yang tidak keruan. Kerapian tulisan penting sekali. Belajarlah mendisiplinkan diri untuk menggunakan EYD yang tepat dan tanda baca yang sesuai, agar tulisanmu enak dibaca.

Pesan yang ingin disampaikan.

Bila poin-poin di atas sudah dipenuhi, maka secara tidak langsung, pesan yang ingin disampaikan ke pembaca akan terbaca/tersirat. Bagaimana agar pesan itu mengena? Pastikan tulisanmu benar-benar nyaman dibaca.



Mengembangkan ide, bukanlah hal yang susah bila sudah tahu ingin menuliskan apa, ceritakah? Puisikah? Lalu gunakan bahasa yang tepat dan poin-poin di atas.

Selamat menulis.


Sumber: Kompasiana dan gugling.
Secara umum orang menilai fiksi dari ceritanya, apakah menarik, menginspirasi atau unik. Tapi, secara keseluruhan fiksi bukan hanya tentang cerita, tapi tentang keterampilan menyajikan cerita, semisal: tata bahasa, gaya bahasa, alur, pemilihan diksi, dll.
- See more at: http://smartbookpenyair.blogspot.com/2013/05/cara-mengembangkan-ide-cerita-dalam.html#sthash.PPzASD4r.dpuf
Secara umum orang menilai fiksi dari ceritanya, apakah menarik, menginspirasi atau unik. Tapi, secara keseluruhan fiksi bukan hanya tentang cerita, tapi tentang keterampilan menyajikan cerita, semisal: tata bahasa, gaya bahasa, alur, pemilihan diksi, dll.
- See more at: http://smartbookpenyair.blogspot.com/2013/05/cara-mengembangkan-ide-cerita-dalam.html#sthash.PPzASD4r.dpuf
Secara umum orang menilai fiksi dari ceritanya, apakah menarik, menginspirasi atau unik. Tapi, secara keseluruhan fiksi bukan hanya tentang cerita, tapi tentang keterampilan menyajikan cerita, semisal: tata bahasa, gaya bahasa, alur, pemilihan diksi, dll.
- See more at: http://smartbookpenyair.blogspot.com/2013/05/cara-mengembangkan-ide-cerita-dalam.html#sthash.PPzASD4r.dpuf
Secara umum orang menilai fiksi dari ceritanya, apakah menarik, menginspirasi atau unik. Tapi, secara keseluruhan fiksi bukan hanya tentang cerita, tapi tentang keterampilan menyajikan cerita, semisal: tata bahasa, gaya bahasa, alur, pemilihan diksi, dll.
- See more at: http://smartbookpenyair.blogspot.com/2013/05/cara-mengembangkan-ide-cerita-dalam.html#sthash.PPzASD4r.dpuf
Secara umum orang menilai fiksi dari ceritanya, apakah menarik, menginspirasi atau unik. Tapi, secara keseluruhan fiksi bukan hanya tentang cerita, tapi tentang keterampilan menyajikan cerita, semisal: tata bahasa, gaya bahasa, alur, pemilihan diksi, dll.
- See more at: http://smartbookpenyair.blogspot.com/2013/05/cara-mengembangkan-ide-cerita-dalam.html#sthash.PPzASD4r.dpuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI