Google+ Followers

Senin, 09 Juni 2014

Belajar Menulis - Pedoman Penulisan Dialog

Seiring berjalannya waktu (ciyee ...) dalam menulis dialog sebuah cerita, kadang masih banyak yang keliru menentukan, bagaimana cara menuliskannya, tanda baca yang tepat apa dan masih banyak lagi pertanyaan.

Nah, kali ini aku mencoba menuliskan beberapa contoh cara penulisan dialog yang benar.


1. Dialog tag dalam kalimat berita/pernyataan
Perhatikan contoh di bawah ini, ingatlah bahwa ini adalah dialog yang sifatnya deklaratif/pernyataan.
(a) "Pakaianmu sudah disetrika," kata Rina.(b) Rina berkata, "Pakaianmu sudah disetrika."
Frase sejenis kata Rina dan Rina berkata inilah yang namanya dialog tag, frase yang mengikuti dialog, dan berfungsi untuk menginformasikan identitas si pengucap dialog kepada pembaca. Dialog tag biasanya ditandai dengan kata-kata seperti "ujar", "kata", "pekik", "tukas", "sambung", dll.
Nah, kalau dialog tag ini letaknya di akhir dialog, akhiri dialog dengan tanda koma seperti di contoh (a). Sementara kalau dialog tag-nya berada di awal kalimat, gunakan tanda koma setelah dialog tag, dan akhiri dialog dengan tanda titik seperti di contoh (b). Selain itu, ingat bahwa tanda baca yang mengakhiri dialog harus diletakkan sebelum tanda petik penutup.
Kadang ada beberapa frase yang disalah artikan sebagai dialog tag. Coba bandingkan dialog (a) dan (b) dengan dialog (c) dan (d).
(c) "Pakaianmu sudah disetrika." Rina  menunjuk tumpukan baju di meja.
(d) Rina menunjuk tumpukan baju di meja. "Pakaianmu sudah disetrika.
Kalimat sejenis "Rina menunjuk tumpukan baju di meja" di (c) dan (d) ini BUKAN dialog tag. Kalimat tersebut hanya kalimat yang dipakai untuk mendeskripsikan aktivitas Rina yang lain sambil mengatakan dialog tsb.
Kalau kalimat yang mengikuti dialog BUKAN dialog tag, akhiri dialogmu dengan tanda titik seperti di contoh (c). Kalau kalimat tersebut ada di awal (sebelum dialog, seperti di contoh (d)), gunakan tanda titik untuk mengakhiri kalimat tersebut, baru berlanjut ke dialog.


2. Dialog tag di antara dua dialog
Nah, sekarang perhatikan kalimat ini.
(e) "Pakaianmu sudah disetrika," kata Rina. "Kau tahu kenapa?"
Ada saatnya, dialog tag diletakkan di antara dua dialog yang masih diucapkan oleh orang yang sama. Kalo kasusnya begini, akhiri dialog tag-mu dengan tanda titik, baru setelah itu tuliskan dialog keduamu, seperti di dialog (e). Jangan lupa, dialog kedua tetap diawali dengan huruf besar.
Beda ceritanya kalo kedua dialog itu sebenarnya tersambung, tapi terpisah oleh dialog tag. Biasanya ini menandakan bahwa ada jeda/pemotongan dalam pengucapan kalimat tersebut. Contohnya kaya dialog (f) di bawah ini.
(f) "M-mana kutahu! Yang kutahu kau tidak pakai baju kusut, Sas! Tapi," kata Rina, "kenapa ... kenapa kaumarah kusetrika?"
Nah, kalo begini kasusnya, gunakan tanda koma setelah dialog tag, dan gunakan huruf kecil untuk mengawali dialog kedua. Hal ini dikarenakan dialog kedua sebenarnya masih merupakan bagian/masih satu kalimat dengan dialog pertama.

3. Kalimat berjeda
Ada juga kasus lain, di mana kedua kalimat ini terputus oleh tindakan/action, tanpa dialogue tag.
(g) "Tapi,"–ia membuang baju dengan kasar–"kenapa gosong?"(h) "Tapi,"–Sasa membuang baju dengan kasar–"kenapa gosong?"
Di dialog seperti ini, perbedaannya hanya terletak hanya pada cara penulisan kalimat tindakan yang menyela (re: kalimat aksi) tsb. Kalimat aksi harus diletakkan di antara dua tanda pisah en dash (–), tanpa menggunakan spasi. Dalam kasus seperti ini, kalimat aksi juga selalu diawali dengan huruf kecil, seperti di contoh (g), kecuali jika kalimat tersebut diawali dengan nama, seperti di contoh (h).


4. Kalimat terputus
Sekarang gimana lagi kalau kalimatnya terputus? Coba simak dialog-dialog berikut:
(i) "Habisnya kau tidak mau—"(j) "Aku ... tidak bermaksud begitu."
(k) "Aku tidak percaya ...."
(l) "Aku masih tidak percaya ...," Sasa berlirih.
Ketika dialog terpotong oleh kegiatan atau dialog karakter lain, gunakan tanda pisah em dash (—) seperti di contoh (i). Sementara, jika ada jeda dalam sebuah dialog seperti di contoh (j), atau pengucapan dialog tsb diulur seperti contoh (k) dan (l), gunakan tanda ellipsis (...). Jika tanda ellipsis muncul di akhir kalimat, tambahkan 1 tanda titik untuk mengakhiri kalimat (contoh (k)) atau tambahkan tanda koma jika dialog tersebut diikuti dialogue tag (contoh (l)).

5. Kutipan dalam dialog
Ada juga situasi yang mengharuskan kita mengutip kalimat orang lain dalam dialog, seperti di contoh (k) dan (l).
(k) "Tadi Andi datang dan tiba-tiba bilang, 'Rina marah' terus langsung pergi. Awalnya kupikir dia bohong."(l) " 'Rina marah', heh? Mungkin lebih tepat kalau dia bilang, 'Rina benci melihat tumpukan baju yang berantakan di kamar.' "
Saat mengutip perkataan orang lain dalam sebuah dialog, gunakan tanda petik tunggal ('…') sebelum dan sesudah kutipan tsb, seperti pada kalimat 'Rina marah' dan 'Rina benci melihat tumpukan baju yang berantakan di kamar.' dalam (k) dan (l). Jika tanda petik tunggal (') dan tanda petik dua (") letaknya berdampingan, tambahkan spasi di antara kedua tanda baca tsb.

6. Dialog panjang
Kadang ada dialog dari karakter yang sama, yang terlalu panjang untuk dijejalkan dalam 1 paragraf. Misalnya seperti contoh (k).
(k) "Aku tahu kamu sibuk sampai lupa mengurus baju-bajumu. Bisakah kau melipatnya dengan rapi tanpa membuat kamar ini terlihat berantakan? Mestinya kau bisa mengurusnya sendiri. Bajumu tidak banyak. Biasakan habis mencuci dan sudah diangkat dari jemuran, dilipat saja bila kaumalas menyetrika. Itu lebih baik, kamarmu bebas dari tumpukan dan mengurangi nyamuk juga, kan. Aku tidak ingin kamu kebingungan ketika mau pergi tapi harus menyetrika satu-satu.

"Jadi aku hanya minta satu hal, cobalah kau juga menolerirku, oke?"
Dalam kasus seperti ini, dialog ini bisa dibagi menjadi 2 (atau lebih) paragraf yang berbeda.Yang perlu diperhatikan adalah, JANGAN akhiri paragraf dialogmu dengan tanda petik penutup sebelum dialog tersebut selesai, seperti di contoh (k).

7. Kata sapaan dalam dialog
Nah, yang terakhir yaitu penggunaan huruf besar untuk kata sapaan, seperti di contoh (l).
(l) "Aaa, Sudah diam! Jangan ngomong aja, Rina! Sasa!" Luisa tiba-tiba muncul dan menarik salah satu tangan sahabatnya.
(m) "Errr—s-s-saya hanya ingin membuatnya sadar atas sikap malas adik Anda, Luisa."
Setiap kata sapaan yang ditujukan secara langsung pada lawan bicara si pengucap dialog harus diawali dengan huruf besar, seperti kata "Rina & Sasa" di (l). Selain itu, sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata "Anda" juga harus selalu diawali dengan huruf besar, seperti di (m).


Demikian contohnya, semoga bermanfaat.

4 komentar:

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI