Google+ Followers

Rabu, 25 Juni 2014

Belajar Menulis - Menulis Novel? Gampang, Mulailah Menulis Setelah Membaca Ini!

Tak sedikit yang ingin menjadi penulis novel. Namun, banyak pula yang hanya sekadar ingin, tapi tidak mulai menulis. Coba mulailah menulis. Novelmu tidak akan jadi bila kata di halaman pertama tidak ada. Hehehe.


Lalu Bagaimana Memulainya?

Kalau ditanya bagaimana memulainya, jawabanku cukup satu kalimat. Sekarang, gerakkan jemarimu. Itu caranya memulai.

Caraku menulis novel agak menyimpang dari kebiasaan teman-teman lainnya dalam menulis novel. Jujur saja, setiap menulis, aku tidak membuat outline atau kerangka tiap bab-nya.

Ah, becanda? Kok bisa?

Bisa saja. Dengan langsung menulis apa yang ingin kuceritakan, aku tak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan sebuah novel.

Wah, berarti sekarang Mbak sudah punya banyak novel ya?

Belum. Sedang akan, karena setiap hari aku menulis.

Paling mudah menulis novel berdasarkan pengalaman pribadi. Tulislah apa yang kita tahu. Bagiku itu lebih gampang. Tentu saja, kita lebih tahu pengalaman kita daripada orang lain. Bukan tidak mungkin dari perjalanan hidup sekian tahun, ada hal menarik yang patut dibagikan dalam bentuk cerita. Tinggal membumbui dengan rasa romantis atau kisah lain yang bisa menggugah pembaca hingga tertarik membaca tiap lembarnya.

Bila tidak pakai outline, bisakah tetap fokus?

Oke, begini ... kebiasaanku, memainkan cerita di benak lebih dulu. Kupejamkan mata. Misal ingin bercerita tentang seorang anak yang tidak diinginkan orang tua, harus berjuang sendiri hingga dewasa. Lalu saat usia matang ia membuktikan bahwa sebagai anak terbuang ia sangat berharga dan berhasil menjadi orang hebat. Nah, kubayangkan pula apa yang terjadi padanya selagi memperjuangkan hidup. Apa saja tantangan yang ia hadapi, bagaimana ia melaluinya. Siapa saja yang ia temui dan membawa pengaruh dalam perjalanannya, bla bla bla.

Sudah dapat membayangkannya? Bila sudah, coba pikirkan lagi, apa endingnya. Jika kau rasa takkan mengingatnya bila tidak ditulis, tuliskanlah poin-poin itu dalam selembar kertas.

Bila begini, maka akhirnya akan jadi ini. Atau seperti itu, atau lebih baik bila begini. Cobalah beberapa alternatif ending. Nah, bayangkan lagi kisahmu, bila pilih ending A hingga seterusnya. Mana yang lebih asyik untuk diceritakan? Mana yang lebih membuat pembaca senang membacanya? Setelah ketemu, barulah tandai. Endingnya harus ke situ.

Oke, tapi masih belum bisa mulai. Bingung menulis awalnya.

Nah ini dia yang kubilang di tulisan sebelumnya. Bila ingin menulis, menulislah. Jangan mikir dulu bagaimana cara menulisnya. Bila yang kau maksud adalah gaya bertuturnya, latihan saja dulu menuliskannya. Beranikan jemarimu menulis apa yang kau pikirkan. Jangan bingung dulu. Mulailah berkisah.

Bagaimana menuliskannya per bab?

Bab novel yang kubuat tidak pernah panjang-panjang. Bagiku, saat satu poin kutuliskan dalam satu bab, bila kurasa sudah selesai, kumulai dengan bab baru. Kuingatkan lagi, tuliskan saja dulu, saat editing nanti, bab bisa ada yang disatukan, atau bahkan pindah posisi.

Berapa lama menulis sebuah novel?

Kita bicara pengalaman saja ya, Keping Hati selesai dalam dua bulan. Sementara Sang Bulan (yang baru kelar) kuselesaikan dalam waktu 1 bulan kurang sekian hari. Kuncinya adalah konsisten. Targetkan mau menulis novel dalam waktu berapa lama. Berjanjilah pada diri sendiri untuk menepati.

Satu bulan? Oke ... bila tidak terpenuhi? Buatlah hukuman untuk janji yang tidak kautepati itu. Sesekali hukumlah diri sendiri karena ketidakdisiplinanmu.

Konsisten, sehari sanggup menulis berapa lembar. Bila ini ditaati, maka targetmu menulis sebuah novel akan tercapai dengan waktu yang memuaskan.

Bila novelmu sudah kelar, tinggal dibaca ulang, dan kita masuk ke tahap editing. Berulang-ulang. Mengedit bisa butuh waktu lebih lama dari menulis. Jangan berkecil hati. Sebab mengedit butuh ketelitian. Apalagi bila sejak awal kita menulis asal menulis. Tak mengapa, yang penting sudah berani mencoba untuk menuliskan kisah hingga selesai. Langkah selanjutnya adalah, memoles kembali kisah kita menjadi lebih apik dan rapi juga lebih mengalir.

Hmmm ... Paham. Semakin ingin segera memulainya. Tapi ...

Apa lagi? Masih bingung mau cerita apa?

Oke, kubantu. Siapa yang mau menulis novel dalam waktu sebulan? Boleh ikut tantangan ini. Siapa yang berani punya komitmen sebulan menulis bersama Lovrinz, akan kubantu dan insyaAllah akan diterbitkan bersama Lovrinz.

Tertarik?

13 komentar:

  1. wah aku tertarik sekali mbak,, hihihi caranya gimana niih ?

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Ayo ikutan, inbox ke fbku yaaa

      Hapus
  3. Balasan
    1. Komunikasi via inbox fb ya.
      Share kronologis cerita Mbak di fb, nanti konsultasi lewat chat saja. :)

      Hapus
  4. Balasan
    1. fbnya Rina RInz

      http://facebook.com/rinznadanny

      Hapus
  5. aku juga mau mbak, masih susah kalo me manage waktu, suka molor deadline penulisannya

    BalasHapus
  6. pengin mba, asli. tapi selama ini cuma bisa ngarang-ngarang aja, belum berani tertuang. boleh ikut kan?

    BalasHapus
  7. mau ikut nih gmn caranya???? :D

    BalasHapus
  8. cukup menarik,ilmunya bagus.....aku sdang dalam proses membuat buku namun tertunda karena bla bla dan bla..ehehe..padahal dah berbulan2...wallaikumsallam..

    BalasHapus

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI