Google+ Followers

Kamis, 26 Juni 2014

Akhirnya Pindah Rumah

Alhamdulillah ...

Setelah berjuang keliling kampung mencari rumah baru, akhirnya ketemu juga yang pas di hati, nyaman di kantong. Hehehe

Sebuah rumah mungil tak jauh dari Pasar Gedog menjadi pilihan kami. Ya, sebenarnya sebagai pendatang, pindah-pindah itu sangat tidak menyenangkan. Selain capek tentu saja, juga perasaan sedih karena harus berpisah dengan rumah yang sudah menjadi sahabat kami selama setahun terakhir. Maklum, teman terdekat ya dinding dan lantai rumah.

Semula aku sudah berkecil hati, sebab bila tidak juga menemukan rumah, akan kembali ke Cirebon. Di sana tidak perlu susah-susah cari tempat tinggal, sebab suami sudah diberikan sebuah rumah yang nyaman di Belawa. Mertua sangat ingin dekat dengan kami. Apalagi sudah tiga kali lebaran, kami tidak merayakannya bersama.

Kembali ke rumah baru, meski harusnya kami pindah dari rumah ini beberapa hari yang lalu, kami harus juga menunggu hari baik menurut hitungan jawa. Jumat adalah pilihan terbaik. Sebab kalau ditunda, maka lepas lebaran baru bisa menemukan hari baik lagi. Ya, bagiku, semua hari baik, namun, tidak ada salahnya mengikuti adat dan kebiasaan si empunya tempat. Toh itu untuk kebaikan juga.

Ada yang baru di pindahan kali ini.

Aku baru tahu, bahwa sudah menjadi adatnya, bantal harus ditinggalkan atau diberikan pada orang lain, jangan dibawa pindah juga. Senang juga sih, beli bantal baru. Hehehe. Mitosnya begitu, entah apa maksudnya.

Selain itu, ternyata sebagai ucapan syukur, harus membuat jenang merah putih dan dibagikan ke tetangga. Ya setidaknya buat berkenalan dengan tetangga sekitar.

Sudah tidak sabar untuk menempati rumah baru. Semoga berkah dan membawa kebahagiaan untuk keluarga kecilku.
from gugel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI